Gerbang Masuk ke Bandara Sultan Syarif Kasim II

Riau
sedang menyulam kembali masa keemasannya, kini nuansa kemajuan serta perubahan Riau diharapkan dapat terasa saat para tamu baru menginjakkan kakinya digerbang utama kedatangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II).
                
Bandara yang dibangun sekitar tahun 1930-an atau sejak zaman Kesultanan Siak , kini telah berubah wajah. Bersolek dengan cantiknya, berdiri dengan gagahnya, demikian indah dan sempurna menuju Bandara berkelas Internasional namun bernuansa lokal Riau. Secara utuh wujud sejatinya Riau tergambar pada desain struktur interior bandara Sultan Syarif kasim II, setiap jengkalnya dibangun dengan menyimpan makna  dan inilah gerbang segala pintu. Bukan hanya sekedar pintu untuk melihat turun naiknya pesawat ataupun pintu untuk semata menyambut tamu. Tapi inilah bandara yang juga menjad pintu untuk menunjukkan kebangkitan Riau dengan segala jati diri negeri Melayu-nya.
Kepak Sayap Burung Serindit
Ada sejarah dari setiap langkah dan niat, begitu pula dibalik wajah baru Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, pada saat baru menjabat menjadi Gubernur riau HM Rusli Zainal igin menjadikan Riau sebagai daerah tujuan investasi, selain itu beliau juga ingi menjadikan Riau sebagai basis budaya melayu dengan segala keunikan dan wujud ke-islaman yang menjadi landasannya. Menurut Gubernur Riau HM Rusli Zainal dengan masuknya investasi maka bergeraklah roda ekonomi,dan apabila roda ekonomi sudah bergerak rakyat akan sejahtera dengan sendirinya. Riau yang kaya namun tertinggal dalam segalanya, dan pastinya nanti akan bisa mengejar segala ketertinggalan .
Hingga penghujung Desember 2012 sudah 25 negara memastikan akan mengikuti Event Olahraga Islamic Solidarity Games ke III di Riau pada tanggal 6 Juni - 17 Juni 2013. Sebanyak 25 negara sudah  melakukan pendaftaran sebagai peserta ISG III Tahun 2013. Jumlah tersebut hampir mendekati separuh jumlah peserta yang diundang yaitu sebanyak 57 negara islam.

Dengan jumlah negara yang sudah mendaftar tersebut, kontingen yang terdata dalam entry by number sebanyak 3.000 atlet. Angka tersebut akan terus bertambah hingga beberapa bulan kedepan.

Logo Islamic Solidarity Games 2013


Pada tahun 2013 nanti provinsi Riau akan memiliki sebuah Bangunan yang dinamakan Museum Perempuan.  Museum Perempuan ini akan dibangun di jalan Sudirman Pekanbaru dan diperkirakan akan dibangun di Lokasi Bandar Seni Raja Ali Haji Purna Lokasi MTQ. Museum ini dibangun dimaksudkan untuk mendokumentasikan hasil-hasil karya perempuan Riau yang sudah mengukir prestasi di berbagai bidang. Diperkirakan bangunan ini sudah dapat digunakan diakhir masa jabatan Gubernur Riau HM Rusli Zainal. Museum Perempuan Riau merupakan bangunan Museum Perempuan pertma yang ada di Indonesia. 



Warga Pangkalan Kerinci tepatnya di Kualo sempat heboh dengan ditemukannya sebuah petai raksasa. Warga setempat berduyun-duyun untuk menyaksikan sebuah petai yang berukuran tidak lazim ini.  Diduga petai ini merupakan salah satu petai terbesar yang pernah ditemukan. Petai  ini ditemukan warga di sekitar hutan di Kecamatan Pangkalan kerinci.


Gubernur Riau Rusli Zainal pada hari Jumat tanggal 14 Desember 2012  meresmikan Jembatan Teluk Masjid yang dinamakan Jembatan Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah. jembatan ini beada di Desa Sungai tengah kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak. Jembatan ini memiliki bentangan (jarak tiang ke tiang) sepanjang 250 meter yang merupakan terpanjang di Indonesia saat ini, sebelumnya jembatan yang memiliki bentang terpanjang dipegang oleh Jembatan Rumpiang, Kalimantan Selatan, selebar 200 meter. 
Rendering Jembatan Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah (Forum Skyscrapercity Riau)

Monumen perjuangan Rakyat riau berada di Jalan Diponegoro Pekanbaru, persis berada didepan Kompleks Gubernuran (Rumah Dinas Gubernur Riau). Di tengah monumen ini terdapat patung TNI dan Rakyat dalam menghadapi penjajah, patung ini berdiri di atas pelataran yang berisi relief perjuangan dan disisi kanan  dan kiri terdapat meriam. 
                               arti dan lambang Monumen Perjuangan Rakyat Riau

Bentuk keseluruhan monumen adalah terbuka yang melambangkan kakraban lingkungan, keserasian dan perpaduan antara monumen dengan alam sekitarnya. Makna yang terkandung di dalamnya, pendekatan dan penghayatan yang se-“resam” antara pemimpin dan rakyat, yang menjadi tulang punggung kesatuan dan persatuan nasional.

                                

Bentuk pelataran monumen adalah “segitiga” yang melambangkan mata anak panah yang mengarah pada satu titik menghadap tiang bendera tempat Sang Saka Merah Putih berkibar di halaman Gubernuran (d/h Gedung Daerah).


Bentuk dasar “dampar” monumen adalah “segilima” dalam 4 (empat) tingkatan yang melambangkan 5 sila dari Pancasila dan juga melambangkan tahun 45 sebagai tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kaki monumen berbentuk segilima yang melambangkan Pancasila dengan lambang sila-sila Pancasila.



Dampar yang menjadi alas patung berbentuk “astakona” atau segi delapan, melambangkan bulan ke delapan yakni bulan Agustus sebagai bulan diproklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia.

Bertempat di Grand Ballroom Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru Tanggal 12 Desemer 2012 Bakal Calon Gubernur Riau Drs.H.Herman Abdullah MM dan  dr.H. Agus Widayat,MM mendeklarasikan diri sebagai Bakal Calon Gubernur Riau dan Bakal calon wakil Gubernur Riau  2013-2018. Pasangan HA (Herman Abdullah dan Agus Widayat)  mendapat dukungan dari delapan partai yaitu : Gerindra, PBB, PDS, PPNU, PDK, PKPB, Partai Patriot, dan Partai Buruh.


Diperkirakan ribuan undangan dan massa pendukung Bakal Calon Gubernur Riau dan Bakal Calon wakil Gubernur Riau hadir. massa yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Pekanbaru tetapi juga datang dari Luar Kota seperti Bangkinang, Pasir Pengaraian, Pangkalan kerinci, Dumai dll. Acara deklarasi ini dihadiri Mantan Mentri kehutanan yang juga Ketua Umum DPP PBB,  MS Kaban menghimbau kepada warga untuk memberikan dukungan kepada Bapak herman Abdullah yang mempunyai konsep membangun desa.Menurut kaban Herman-Agus adalah pilihan yang tepat.




Tugu Ikan Patin ini berada di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu, Rengat barat beribukota Pematang Reba dan pematang reba kini menjadi Pusat pemerintahan Kabupaten Indragiri Hulu. 

                               


Sebagian masyarakat Kabupaten kepulauan Meranti Provinsi Riau  secara turun temurun menanam sagu , penghasilan terbesar masyarakat di wilayah ini adalah berkebun sagu, sehingga memposisikan daerah ini sejak dulu sebagai penghasil sagu terbesar di Indonesia. Tanaman sagu yang sejak dulu sudah menjadi primadoma masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti. Maka tak heran bila masyarakat Riau lebih mengenal daerah ini sebagai wilayah sagu, bahkan ibu kota kabupaten Selatpanjang disebut dengan kota sagu

Masa tanam kebun sagu biasanya berumur 8 sampai 10 tahun, ketika ketinggian batang sagu sudah dianggap cukup dan besar batang sagu sudah cukup untuk dipanen atau ditebang. Ketika satu batang sagu ditebang anak sagu akan menyusul induknya dan hanya berjarak satu tahun untuk dipanen. Setelah di Panen, selanjutnya Tual sagu yang sudah dipotong dikelurkan dari kebun dengan cara digolek sampai ke sungai, di sungai tual sagu dirakit selanjutnya dari sungai ditarik ke sungai dengan menggunakan kapal.


Kini masyarakat Meranti kreatif dengan memanfaatkan Tual Sagu, mereka membuat pesta rakyat dengan tajuk Bokor Fiesta di Desa Bokor. Masyarakat Bokor membuat event Wisata Lomba Lari Tual Sagu  dan berlari meniti batang sagu serta mendorong batang sagu (golek tual sagu).  Lomba lari Tual Sagu ini diadakan di Sungai Bokor dengan jumlah peserta yang tidak terbatas dan lomba ini hanya bersifat eksibisi dan sebagai sarana promosi wisata. Selain itu di Festival Bokor juga diadakan pegelaran musik,tari dan teater, pembacaan puisi, pesta buah, kuliner dan kerajinan



Video Lari Tual Sagu




Kredit Photo & Video : Attayaya
Logo ISG (Islamic Solidarity Games) III Tahun 2013 di Provinsi Riau Indonesia.
Logo 3rd Islamic Solidarity Games Indonesian

LOGO ISG 2013
ISG 2013


3rd Islamic Solidarity Games Indonesia


Filosofi Logo Islamic Solidarity Games (ISG) III  (Logo Philisophy 3rd Islamic Solidarity Games Indonesian)

                             
Berikut filosofi logo ISG III tahun 2013 :
  • Senyum membentuk bintang:
    -  Harmoni dalam kesatuan
    -  Mulia yang berarti ketulusan / sepenuh hati
  •  Bintang segi 5 mencerminkan 5 rukun Islam
  •  Layar perahu yang terkembang, menggambarkan jalan untuk meraih prestasi
  •  Bentuk bumi, di mana Anda berdiri, melihat bintang 
  •  Mosaik, menggambarkan penyebaran keanekaragaman budaya di dunia
                       
Riau adalah Negeri Melayu yang mempesona yang menyimpan sejuta khasanah. Mulai dari poisi Geografisnya yang sangat strategis hingga kekayaan alamnya yang melimpah tak terkira. Negeri ini memiliki wilayah yang membentang dari lereng timur bukit barisan sampai ke selat Malaka. Riau berhadapan langsung dengan Malaysia dan Singapura yang merupakan titik silang alur perdagangan dunia, yaitu Jepang, Hongkong, Korea, Timur Tengah, Eropa dan Australia. Posisi yang sangat strategis ini menempatkan Riau ditengah segi tiga pertumbuhan Indonesia, Singapura dang Malaysia. Riau juga diibaratkan teras Indonesia. Karena berhadapan langsung dengan negara-negara lebih maju seperti Singapura dan Malaysia

Selain memiliki letak yang sangat strategis itu, Riau memiliki pula kekayaan alam yang melimpah, yaitu minyak dan gas bumi, timah, bauksit, emas, batubara, gembut, bahan galian C seperti pasir dan sebagainya. Selain itu, Riau juga memiliki Flora dan Fauna yang beraneka ragam, yang tumbuh dan hidup dihutan-hutan. Diantara Flora itu adalah kayu kulim, sungkai, suntal, jelutung, medang, mentangor, meranti, tembusu, bakau dan sebagainya.

Riau dikenal sebagai Negeri Lancang Kuning. Nama ini merujuk pada kisah kebesaran kerajaan Melayu Riau. Lancang Kuning adalah sejenis kapal layar yang menjadi kapal komando armada perang.  Kapal Lancang Kuning digunakan para raja dan panglima, sebagai ujung tombak menaklukan berbagai daerah jajahan.  Kerajaan Melayu Riau sangat digjaya pada masanya. Lancang Kuning pun dikenang hingga Riau pun perlu namanya untuk diingat orang.

Sedangkan Faunanya, terdiri dari berbagai jenis binatang, diantaranya harimau, badak, beruk, lutung, cigak, siamang, kijang, rusa, kancil, biawak dan berbagai jenis ular serta aneka macam gunung dan unggas (serindit, enggang, elang, puyuh, tiuang, kutilang, gagak, bayan,kakak tua, punai, kurau, bangau dan lain-lain). 

Selain memiliki letak geografis yang sangat strategis dan kekayaan alamnya yang beragam, Provinsi ini juga memiliki peradaban Melayu masa lalu yang gemilang. Diantara kegemilangan itu, yang masih terpelihara dengan baik dan paling menonjol hingga kini adalah bidang kesenian, yaitu Seni Sastra, Seni Tari, Seni Musik, Seni Rupa ,Seni Teater Arsitektur Melayu



Batik Riau
Setelah konflik tentang kain tradisional ini sempat timbul karena klaim yang dilakukan Malaysia, United Nation of Educational, Scientific, and Cultural Organization akhirnya mengukuhkan batik sebagai salah satu budaya warisan dunia asli Indonesia pada 2 Oktober 2009 di Prancis. Corak dan motif batik Indonesia sendiri sangat banyak: ada yang merupakan motif asli dari nenek moyang bangsa kita dan ada juga yang merupakan akulturasi dengan bangsa lain, baik melalui pedagang asing atau penjajah. Dan batik bukan monopoli Jawa, hampir setiap daerah di Indonesia memiliki batiknya masing-masing dengan ciri khas yang berbeda satu sama lain, Batik Riau salah satunya, Batik Riau hadir  melalui ide untuk melestarikan desain dan budaya Riau Melayu melalui kain. Perkembangan Batik Riau telah menyebar ke seluruh Provinsi Riau dan bahkan sudah sampai keluar Riau.Batik Riau yang biasa disebut dengan Batik Tabir hadir dengan beragam corak dan motif dan sebagian besar motifnya didominasi motif flora dan fauna khas riau.
 
                        
                          Batik Riau



Zapin adalah khazanah tarian rumpun Melayu yang menghibur sekaligus sarat pesan agama dan pendidikan. Tari ini memiliki kaidah dan aturan yang tidak boleh diubah namun dari masa ke masa namun keindahannya tak lekang begitu saja. Nikmati dendang musik dan syairnya yang legit.

Tari zapin dikembangkan berdasarkan unsur sosial masyarakat dengan ungkapan ekspresi dan wajah batiniahnya. Tarian ini lahir di lingkungan masyarakat Melayu Riau yang sarat dengan berbagai tata nilai. Tarian indah dengan kekayaan ragam gerak ini awalnya lahir dari bentuk permainan menggunakan kaki yang dimainkan laki-laki bangsa Arab dan Persia. Dalam bahasa Arab, zapin disebut sebagai al raqh wal zafn. Tari Zapin berkembang di Nusantara bersamaan dengan penyebaran agama Islam yang dibawa pedagang Arab dari Hadramaut. 

                     


Pesta Olahraga Negara Negara islam Islamic Solidarity Games III (ISG 2013) digelar di Pekanbaru, Riau selama 12 hari pada 6-17 Juni 2013. Berikut  Jadwal ISG III 2013 (Islamic Solidarity Games)

Jadwal Islamic Solidarity Games (ISG) 2013
                                   
Panitia Islamic Solidaritiy Games (ISG) 2013 Lokal atau disebut dengan INAISGOC melakukan launching dan Rapat Kerja di Hotel Pangeran. Rapat tersebut langsung dipimpin oleh Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Usai rapat Gubernur mengatakan bahwa beberapa pertemuan sebelumnya juga telah dilakukan dan saat ini untuk persiapan tinggal mengikuti dengan ketentuan-ketentuan yang telah disesuikan dengan aturan-aturan. Riau selaku daerah yang dipercaya untuk menjadi tempat pelaksana multi ivent Internasional tersebut hanya tinggal kepada manajemen penyelenggaraan. Untuk venue yang akan dipergunakan nantinya saat ini pun tinggal penyempurnaan saja.
LOGO ISLAMIC SOLIDARITY GAMES (ISG) 2013

Sebagai Kota Serambi Mekkah Riau, Kabupaten Kampar mempunyai banyak cerita tentang Islam. Salah satunya adalah Masjid Jami'. Mesjid yang terletak di Jalan Pasar Usang Desa Tanjung Barulak, Air Tiris Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar ini dibangun pada tahun 1901 Masehi atas prakarsa Engku Mudo Sangkal, seorang ulama yang mengonsolidasikan potensi ninik-mamak dan cerdik-pandai dari 20 kampung di kenegerian Air Tiris. Sebagai panitia pembangunannya adalah yang disebut dengan Ninik Mamak Nan Dua Belas yaitu para ninik-mamak dari berbagai suku yang ada dalam seluruh kampung. Mereka mengerjakannya bersama anak kemenakan, termasuk tukang dari Trengganu, Malaysia, yang membuat mimbar yang dikerjakannya di Singapura. Tahun 1904 masjid ini selesai yang diresmikan dengan meriah oleh seluruh masyarakat Air Tiris dengan menyembelih 10 ekor kerbau.

                   

Arsitektur masjid ini menunjukkan adanya perpaduan gaya arsitektur Melayu dan Cina, dengan atap berbentuk limas, seluruh bagian bangunan terbuat dari kayu tanpa menggunakan besi dan paku
melainkan hanya pasak kayu. Masjid dengan bahan konstruksi utama kayu ini terdiri dari bangunan induk yang ukuran aslinya 30meter X 40meter, mihrab 7meter X 5meter, menara, dengan tinggi bangunan 24meter, serta dilengkapi dengan 2 mimbar, 2 bak untuk mengabil wudhu. Atapnya berupa limas tiga tingkat yang meruncing ke atas dengan tiang dan konstruksi kayu yang masih asli terlihat sangat indah. Demikian pula dindingnya yang miring, penuh dengan ornamen atau ukiran yang mirip dengan ukiran yang terdapat di dalam sebuah masjid di Pahang, Malaysia.  Engku Mudo Sangkal juga menukilkan ukiran di depan mimbar dan pada dua tonggak panjang dalam masjid masing-masing basmallah dan dua kalimah syahadat.
                   
Di dalam salah satu bak  air itu terdapat sebuah batu alam yang besar dan bentuknya seperti kepala kerbau tanpa tanduk dan telinga. Konon batu itu bisa berpindah posisi dengan sendirinya sehingga batu berbentuk kepala kerbau ini begitu disakralkan. Banyak yang mengunjungi mesjid ini hanya untuk mandi dengan air yang ada batu kepala kerbau bahkan mereka bernazar untuk meminta suatu keinginan dan kesembuhan penyakit, mereka mencuci muka atau tangan dengan air dari bak yang berisi kepala kerbau dan dipercaya dapat memberi berkah.
Pelaksanakan Multi Event Olahraga Islamic Solidarity Games sudah didepan waktu, sejumlah persiapan terus dilakukan panitia untuk menyambut  event Islamic Solidarity Games (ISG) Tahun 2013. Tidak saja menyiapkan sarana dan prasarana, penyempurnaan sarana yang ada juga dilakukan agar ajang ini bisa berjalan dengan baik.
                            
GOR Panahan Pekanbaru yang terletak di Kampus UIR yang menjadi venue Panahan terbaik kedua di Asia setelah yang ada di Korea Selatan akan diperbaiki, secara umum, lapangan ini sudah memenuh standar namun ada beberapa hal yang mesti dilakukan renovasi dan penambahan bangunan demi kesempurnaan.
Kelayang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Indonesia. Dulu, Kelayang adalah nama sebuah desa yang dikenal dengan Keloyang, sedangkan Keloyang berasal dari Kolam Loyang.

Pada suatu masa, Kerajaan Indragiri mengalami zaman keemasannya. Ibukota kerajaan yang menjadi pusat pemerintahan berada di Japura. Semula Japura bernama Rajapura. Rakyat Indragiri hidup dengan sejahtera, tenteram, dan damai. Para datuk memimpin dengan baik dan menjadi teladan bagi seluruh penduduk negeri.

Suatu hari, salah seorang datuk yang bernama Datuk Sakti, pergi menghiliri Sungai Indragiri. Saat itu Sungai Indragiri masih bernama Sungai Keruh. Datuk Sakti ingin melihat kehidupan rakyatnya yang hidup di sepanjang sungai tersebut.
Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura yang terletak di kabupaten Siak  yang telah berdiri ratusan tahun disebut-sebut menyimpan harta tak ternilai baik materil maupun imateril. Uniknya, dibalik keindahan benda-benda yang dipamerkan ada sebuah lemari besi besar yang kokoh dan tidak bisa dibuka. Lemari besi yang tersimpan secara terbuka di bagian belakang istana berwarna hitam dengan ukuran 0,5 x 1,2 meter tampak biasa saja. Di balik dinginnya lemari yang knopnya telah dibongkar dan berbobot sekitar 300 kilogram tersebut ternyata tidak pernah bisa dibuka. Kuncinya dibuang ke laut oleh Sultan Syarif Kasim II Siak yang terakhir, sewaktu beliau menjadi penasehat Presiden Soekarno pada tahun 1945-1950.

Segala usaha sudah dilakukan oleh pihak keturunan kerajaan maupun pemda Siak untuk membuka brankas tersebut dengan mendatangkan ahli kunci dan orang pintar. Namun, segala upaya yang mereka lakukan tidak ada satu pun yang bisa membuka, bahkan lemari besi tersebut telah dibor, dilas, dicongkel, bahkan didoakan, namun tidak ada yang bisa membukanya. Bahkan ada cerita satu orang pintar yang terpental saat mendoakan lemari besi tersebut menyisakan retakan di salah satu dinding istana.

Lemari Besi Kerajaan Siak
Objek Wisata Alam Gelombang Bono terdapat di Hilir Sungai kampar atau lebih dikenal dengan sebutan Semenanjung Kampar, tepatnya di kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

Bono adalah gelombang besar yang terjadi bersamaan dengan pasang naik dan pasang surut dengan ketinggian puncak gelombangnya mencapai 4-6meter. Rentangan gelombang tersebut hampir selebar Sungai Kampar. Gelombag ini terjadi akibat benturan tiga arus air yang berasal dari Selat Malaka, aut China Selatan dan Aliran Sungai Kampar yang berbenturan dimuara sungai kampar dengan menimbulkan gelombang besar yang menggulung dan menghempas jauh kedalam sungai sehingga dapat menggulung dan menenggelamkan perahu serta kapal-kapal besar maupun kecil dan fenomena ini satu-satunya di Indonesia.


Helat Budaya Tepian Langit di Desa Rantau baru Kecamatan Pangkalan Kerinci
Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci yang biasa disebut dengan Melaka Kecil atau Rantau Baru Bawah, Rantau Baru adalah salah satu potret kampung khas Melayu yang masih relatif terjaga keasrian alamnya. Di sana terdapat sejumlah tasik seperti Danau Karang, Danau Sepunjung dan Danau Buntar yang alam semula jadinya masih cukup baik. Di Danau Sepunjung bahkan masih ada sekumpulan kayu sialang yang dihuni koloni lebah. Masyarakat sekitar masih kerap mengambil madunya. Pengunjung bisa merasakan pengalaman naik pompong menyusuri sungai dan tasik. Untuk menyusuri anak-anak sungai, bisa menggunakan sampan.

Di sepanjang sungai kita akan menemukan kehidupan khas negeri sungai seperti orang menjaring, membawa lukah dan lain sebagainya. Suasana sufi di Rantaubaru juga terwakili oleh adanya bangunan-bangunan suluk untuk mengaji dan lengkap dengan balai silat. Rantaubaru merupakan  gerbang lahir dan berkiprahnya ulama-ulama sufi terkemuka di kawasan Kampar Hilir, bahkan ada pameo yang melekat bagi masyarakat di pelalawan hingga saat ini  kalau mau jadi ulama menetaplah di Rantaubaru atau Melaka Kecil.


Desa Rantau Baru kecamatan pangkalan Kerinci yang merupakan perkampungan sufi, praktis selama 2 hari tanggal 3 dan 4 November 2012 menjadi pusat perhatian Seniman dan Budayawan Riau dan juga media massa baik itu media massa Lokal dan Nasional, dan ini juga tidak luput dari perhatian saya bersama teman-teman Blogger Bertuah Pekanbaru untuk berkunjung ke Desa Rantau Baru untuk menyaksikan pegelaran  Seni dan Budaya Melayu dengan tema “Helat Budaya di Tepian Langit, Ketika Laut Embun Bercerita”.

Akses menuju Desa Rantau Baru






Riau menyimpan banyak keunikan, salah satunya kekayaan cita rasa dalam kuliner khas tanah melayu. Kuliner Tanah melayu patut untuk dicicipi keunikan dan kelezatannya, salah satunya adalah Bolu Rendam. Bolu Berendam memiliki khas berwarna kuning, bolu ini dinamakan berendam karena terlebih dahulu bolu direbus dan kemudian dihidangkan dalam keadaan basah. Bolu Berendam memiliki rasa yang amat manis, berbeda dengan pembuatan bolu lainnya dimana komposisi gula, telur dan tepung seimbang,bolu berendam hanya memerlukan sedikit tepung dan memiliki adonan gula dan telur yang dominan.Menurut riwayat  Bolu Berendam merupakan makanan kesukaan para raja di Kerajaan Indragiri. Bolu Berendam dapat di jumpai di Keluarga Indragiri Hulu dan biasanya mereka menyajikan pada saat Acara Pernikahan, Hari raya Idul Ftri dan Idul Adha.
  




Salah satu kandidat bakal calon gubernur Riau dalam pemilihan Gubernur Riau yang mengemuka saat ini adalah Jon Erizal. Didukung bulat oleh PAN dan anggota Konfederasinya PBR, PAN yang merupakan partai terkuat ketiga di DPRD Riau ini tidak akan mengalami kendala berarti dalam mengusung Jon Erizal sebagai bakal calon Gubernur Riau. Selain dukungan dari DPP PAN di antaranya Ketua Umum sendiri Hatta Rajasa dan pengurus PAN Riau seperti T. Zulmizan Assegaf, dukungan juga dinyatakan oleh DPP PBR dan Pengurus PBR Riau. Bahkan terakhir PKS juga mendeklarasikan dukungan kepada Jon Erizal

Biodata 
Nama : H. Jon Erizal, SE, MBA
Tempat/Tanggal Lahir : Bengkalis, 30 Desember 1961
Orangtua : (Alm) H. Muhammad Yatim Awal (Ayah), Hj. Torlina (Ibu)
Nama Istri : Hj. Rita Benny Latief  
Anak : 
  •  Vasthi  Juwita Permata Erizal, Program Magister (S2), University, Inggris
  •  Azura Fidya Kirana Erizal, mahasiswi Royal Melbourne Institute Technology (RMIT), Australia
  • Vania Madina Erizal, siswi kelas I, SMA Bina Nusantara, Jakarta. 
  • Bangga Alam Pradana Erizal, siswa kelas III  SMP Islam  Al Azhar, Jakarta
Alamat : 
  • Kampung Parit Bangkung, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau
  • Jalan Pertanian, Bengkalis, Riau
  •  Jl. Paus Ujung Ruko VI No. 4 Marpoyan Damai, Pekanbaru.
Pendidikan :
  • SD Negeri 8  Bengkalis, tamat 1974
  •  SMP  Negeri 1  Bengkalis, tamat 1997
  • SMA  Negeri 24 Jakarta, tamat 1981
  • Fakultas Ekonomi, Universitas Jayabaya, Jakarta, tamat 1987
  • Magister  Manajemen, Pascasarjana UGM, Yogyakarta, tamat 2012.
Pekerjaan : Pengusaha bidang perminyakan dan gas.
Jabatan :
  •  Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN)
  •  Ketua Yayasan Masjid Cut Mutia, Jakarta
  • Anggota Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat.




Selasa, 7 Februari 2012, 12 DPC Partai Demokrat Riau sepakat untuk mengusung Mambang Mit, Ketua DPD Demokrat Riau, Caretaker Pengprov PSSI Riau sekaligus Wakil Gubernur Riau sebagai calon Gubernur Riau dari Partai Demokrat. Dengan kursi yang dimiliki oleh Demokrat Riau yang termasuk 2 besar bersama Golkar, maka Mambang Mit merupakan salah satu kandidat bakal calon Gubernur Riau yang hampir dipastikan melaju dalam Pilkada Riau 2013.

Namun demikian Mambang Mit masih menunggu. Ketentuan Pilkada menurut UU sangat menentukan pilihan Mambang Mit. Ini sangat berarti dalam strategi pemenangan. Jika sistem pemilihan melalui anggota DPRD, tentu Mambang mencari cawagub yang memiliki pengaruh kuat di parpol, sebaliknya jika masih menggunakan pilkada langsung, tentu pendamping yang dipilih yang populer di mata masyarakat.
Semenjak kepemimpinan Demokrat di bawah kendali Mambang, prestasi Demokrat dalam pilkada Riau cukup menjanjikan. Jika pimpinan sebelumnya, Zulkifli AS dinilai gagal, yang meskipun calon-calon kepala daerah didukung mayoritas mutlak kursi di DPRD, tapi nyatanya keok, termasuk Pilkada Dumai sendiri yang mengusung Zulkifli AS. Di bawah Mambang, Demokrat memenangkan semua pilkada, di antaranya Pilwako Pekanbaru, Pilbup Kampar dan Pilbup Rohul. Semua keberhasilan ini merupakan motivasi besar bagi tokoh Riau asal Inhu yang biasa dipanggil ayah ini. Dukungan pun bahkan datang dari partai rival, diberitakan Yopi Arianto, Bupati Inhu, sekaligus Ketua DPC Golkar Inhu, memberikan dukungan terhadap Mambang Mit.

Namun demikian, langkah Mambang masih ada halangan. Ada empat kader demokrat yang dinilai potensial menjadi calon gubernur, yakni Mambang Mit, Achmad, Firdaus dan Jefri Noer, sementara Mambang sendiri sebagai bagian dari incumbent dianggap turut bertanggung jawab terhadap masalah kepemimpinan Riau saat ini.


Biografi

Mambang Mit lahir di saat derasnya perjuangan. Saat dilahirkan, ayahnya sedang bergerilya di hutan. Hanya sang paman yang membawa ibunya, Raja Nuraidah yang ada saat dia dilahirkan di Tanah Busuk, Air Molek, 13 April 1949. Oleh sang paman dia diberi nama M. Abdullah Syukur, karena bersyukur atas kelahirannya pada masa sulit itu. Namun, dua bulan kemudian, surat sang ayah, Raja Mit Niat,  mengubah namanya menjadi Raja Mambang Mit.


Pendidikan

Karir

Mambang Mit adalah birokrat asli dari PNS. Saat Rusli Zainal dan Wan Abu Bakar memenangkan pemilihan Gubernur dan dilantik tahun 2004 yang lalu, Rusli Zainal memilih Mambang yang saat itu Sekdako Batam sebagai Sekdaprov Riau. Mambang merupakan bantuan berharga bagi Rusli yang berasal dari swasta karena wakilnya Wan Abu Bakar juga bukan orang pemerintahan. Tetapi, keharmonisannya dengan Mambang menyebabkan hubungannya dengan Wan Abu Bakar retak. Dan pada Pilkada Langsung Riau, Rusli Zainal akhirnya resmi mengusung Mambang Mit menjadi Wakil Gubernur dan menang dengan gemilang.

Senin, 20 Desember 2010 Mambang Mit dilantik oleh Ketua Umum PB PGI Pusat Arifin Panigoro menjadi Ketua Umum Pengprov PGI (Persatuan Golf Indonesia) Riau.

Saat pembekuan Pengprov PSSI Riau yang dipimpin oleh Indra Mukhlis Adnan, yang merupakan calon gubernur Riau dari Golkar. Selama menjadi caretaker, Mambang berhasil meyakinkan ketua PSSI, Johar Arifin sehingga Riau menjadi tuan rumah event sepakbola internasional, Piala Asia U-22.


Penghargaan

Pada Jumat , 25 April 2008, Mambang Mit mendapat penghargaan Bintang Legiun Veteran RI (LVRI) yang diserahkan secara simbolik oleh Ketua DPP LVRI, Soemartono.  (riaucodingcom)


Komplek makam Pendiri Kota Pekanbaru Marhum Pekan merupakan Situs  Cagar Budaya yang terdapat di Kota Pekanbaru , situs ini terletak di kelurahan kampung Bandar kecamatan Senapelan. Komplek makam ini merupakan pemakaman keluarga Kerajaan Siak yang pernah memerintah di Kota Pekanbaru. Dulu masyarakat yang bermukim disekitar komplek makam ini lebih mengenal makam ini dengan sebutan perkuburan Mesjid Raya atau Kuburan Raja. Pada tahun 2004 makam ini dirubah namanya menjadi Komplek Makam Marhum Pekan karena ada Makam Marhum Pekan pendiri Kota Pekanbaru


Dalam komplek makam ini terdapat situs peninggalan sejarah yang sering dikunjungi oleh wisatawan sebagai objek wisata sejarah dan religi yang bernilai tinggi.

Untuk Memperbesar gambar Silahkan diklik gambar


KANTOR BUPATI KABUPATEN PELALAWAN


KANTOR BUPATI KABUPATEN PELALAWAN

Pasca terbakarnya Istana sayap Pelalawan , pariwisata kabupaten pelalawan kehilangan rohnya,tidak lengkap jika berkunjung ke Pellawan tanpa mengunjungi Wisata Alam ombak Bono dan Wisata Sejarah Istana Sayap Pelalawan.  Bupati Pelalawan, HM Harris berjanji akan membangun kembali Istana Sayap Pelalawan.  Pembangunan kembali itu dilakukan agar situs budaya itu tidak hilang. Apalagi, Istana Sayap sudah identik dengan masyarakat Pelalawan. Sebagai bukti bahwa di Pelalawan dahulunya pernah ada sebuah keraajaan yang termasyhur namanya

Pembangunan kembali duplikasi Istana kebanggaan masyarakat Pelalawan tersebut dibiayai oleh pemerintah Kabupaten pelalawan dengan perkiraan biaya 13 milyar.Pembangunan kembali Istana Sayap Pelalawan  akan mulai pada APBD Perubahan tahun 2012 dan kembali dianggarkan  pada APBD tahun 2013. Pembagunan istana Sayap ini diperkirakan berlangsung 2 tahun.


Pemerintah Kabupaten Pelalawan bersama Tokoh masyarakat dan Lembaga Adat Melayu Pelalawan telah
sepakat untuk membangun Istana sayap sesuai dengan bentuk bangunan sebelumnya dan  mengubah  konstruksi bangunannya saja dari bahan bangunan sebelumnya, yang terbuat dari konstruksi kayu menjadi konstruksi dari beton dan bahan konstruksi lainnya yang refresentatif seperti Pemerintah Kabupaten Pelalawan  melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pelalawan telah membuat sebuah rendering dan perencanaan Masterplan Kawasan Tradisional Sejarah Istana Sayap. berikut rendering Perencanaan Pembangunan kembali istaa Sayap Pelalawan. 

                      


Tugu Sempiai merupakan salah satu tugu yang akan hadir di Kecamatan Bandar Petalangan  Kabupaten Pelalawan. Kabupaten Pelalawan mencanangkan tiap kecamatan yang ada di kabupaten Pelalawan memiliki Land Mark. Sebelumnya Pemerintah kabupaten Pelalawan telah membangun Tugu Kijang yang merupakan Land Mark dari Kecamatan Bandar Seikijang 











Tugu Kapau merupakan salah satu tugu yang akan hadir di Kecamatan Kerumutan  Kabupaten Pelalawan. Kabupaten Pelalawan mencanangkan tiap kecamatan yang ada di kabupaten Pelalawan memiliki Land Mark. Sebelumnya Pemerintah kabupaten Pelalawan telah membangun Tugu Kijang yang merupakan Land Mark dari Kecamatan Bandar Seikijang. Pemkab pelalawan juga melakukan pembangunan Tugu Sempiai di Kecamatan Bandar Petalangan.





Kantor Bupati Kabupaten Rokan Hilir Jl. Merdeka No 58 Bagansiapiapi




Maket Kantor Bupati Rokan Hilir

Peradaban sebuah bangsa menjadi bermakna, ketika dia mampu memahami dan mengingatnya dalam memori yang dituangkan pada simbol-simbol peradaban. Dirasakan detak jantung dan napasnya pada kehidupan nyata, serta mampu menghargai simbol, makna yang terkandung di dalamnya. Melalui perilaku dan adab budaya, terkuaklah peradaban yang telah dimiliki.
Sebuah perhelatan bertajuk Wisata Fotografi adalah kegiatan hunting partisipatif pada kawasan prioritas penataan pemukiman sesuia dengan Visi " Menjadikan kelurahan Kampung Bandar Menjadi Kawasan Sejarah dan Budaya Melayu di Kota pekanbaru" dalam perspektif foto-foto mengantarkan kami untuk menelusuri sebuah kejayaan dan peradaban melayu masa lalu di kota Pekanbaru. Kami seakan berada di Pekanbaru masa lalu. Minggu pagi 7 Oktober 2012 kami dipandu oleh bapak Muhammad Thohiran juru pelihara situs kompleks makam Marhum Pekan, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3). Dengan pengeras suara Bapak thohiran mengantarkan kami dan menjelaskan situs sejarah dan pusat budaya masyarakat masa lalu.
Tepian sungai siak tempat dimana kami berdiri dulunya adalah terminal lama pintu kedatangan ke pekanbaru, kini terminal tersebut sudah musnah dan hanya menyisakan sebuah bangunan kecil yang dulunya digunakan sebagai Kursi tunggu bagi penumpang.
TERMINAL KOTA PEKANBARU DI TEPIAN SUNGAI SIAK TEMPO DULU

LOKASI SAAT INI EKS TERMINAL KOTA PEKANBARU DI TEPIAN SUNGAI SIAK