Tampilkan postingan dengan label PEKANBARU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEKANBARU. Tampilkan semua postingan
Rumah ini diperkirakan dibangun Tahun 1887 dan didiami oleh H. Yahya seorang getah karet ternama pada masa itu, H. Yahya beserta Istrinya  Zainab memiliki 5 orang anak yaitu H. Abdul Hamid Yahya yang merupaka salah satu pejuang perintis kemerdekaan, Hj. Ramzah Yahya, Kamsah Yahya, Hj Ramnah Yahya dan Nurisah Yahya

Pada masa  Pra Kemerdekaan rumah ini pernah dijadikan basis pejuang Fisabilillah sekaligus menjadi logistik dan dapur umum, namun karena alasan keamanan basis pejuang Fisabilillah tersebut dipindahkan ke Surau Irhaash yang terletak di Jalan Senapelan.

Pasca Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1958 rumah ini difungsikan sebagai salah satu markas sekaligus tempat tinggal Tentara Nasional Indonesia  di era penumpasan pemberontakan PRRI di Sumatera Tengah khususnya Riau.

Rumah ini juga pernah ditempati oleh KH. Muhammad Sech seorang Imam Besar Mesjid Raya Nur Alam (Mesjid Raya)  yang juga menjabat sebagai Kadi yang diangkat langsung oleh Sultan Siak  pada masa Sultan Syarif Kasim II dan beliau merupakan salah satu menantu H. Yahya , selanjutnya rumah ini ditempati oleh Hj Ramnah Yahya  yang bersuamikan H Ibrahim, semasa ditempati oleh Hj. Ramnah Yahya  rumah ini digunakan untuk aktifitas mengajar anak-anak mengaji , bertenun, menekat, dan beliau juga sebagai Mak Andam pernikahan dan kemudian rumah ini ditempati anak Hj. Ramnah Yahya yaitu Yusuf Ibrahim, kemudian setelah Yusuf Ibrahim memiliki Rumah dn rumah ini dibiarkan kosong dan hingga saat ini dimanfatkan oleh Ibu Ibu dan Remaja Putri Kampung Bandar sebagai kegiatan menenun.

Sebuah SPBU yang terletak di Jalan Senapelam Ujung atau hanya berjarak sekitar seratus meter dari Ujung Jembatan Jalan Siak III merupakan SPBU tertua di Kota Pekanbaru.

SPBU ini merupakan SPBU swasta miliki PT NAPCO atau PT Natiotama Pusaka Cotranda .


SPBU ini dioperasikan pada 15 November 1960 itu, saat itu proses pengisian Bakar masih manual tidak automatic seperti saat ini,SPBU ini ketika diesmikan penggunaanya oleh  PT Catex Pacific Indonesia Mantan Walikota Pekanbaru, Dt.Wan Abdur Rahman mendapat kehormatan untuk melakukan pengisian premium ke dalam ke mobil dinasnya BM 11.

Rumah yang berada di Jl. Kesehatan Pekanbaru ini dulunya merupakan Lokasi Markas Heiho dan Kempetai Jepang atau Rumah ini lebih dikenal dengan Rumah Fateh Ali.

Rumah ini milik dari Haji Sulaiman seorang India yang masuk ke Indonesia pada tahun 1823. Haji Sulaiman pada saat itu merupakan salah satu Orang Kaya di Pekanbaru dan menjadi donatur terbesar pembangunan Mesjid Raya dan sekitar 70persen tanah Pekanbaru merupakan milknya.

Bahkan Tanah Caltex merupakan hibah dari Haji Sulaiman,setidaknya ada 191 surat hibah Tanah dari Haji Sulaiman.

Kini rumah ini ditempati oleh keluarga Anita binti Fateh Ali cicit dari  dari Haji Sulaiman India. Dan rumah yang ditempati tersebut atau rumah yang ada pada Gambar dibangun pada tahun 1961 dan bangunan sebelumnya telah terbakar.
 




Kampung Bandar Senapelan sebagai salah satu saksi sejarah kota Pekanbaru. Dahulunya di Kampung Bandar ini terdapat terminal dan kini terminal tersebut menjadi sebuah cerita ke anak cucu dan yang tersisa dari terminal tersebut  hanya dinding beratap dari batu yang merupakan sebuah Halte, dan halte ini terletak dibawah Jembatan Siak III.

Dulunya disekitar terminal juga terdapat jembatan dan jembatan ini merupakan satu-satunya (dan mungkin sebagai jembatan yang pertama melintasi Sungai Siak) sebagai sarana penyeberangan di era 1950 hingga 1970-an yang meghubungkan wilayah Senapelan dan Rumbai melalui Sungai Siak. Jembatan ini dilengkapi dengan fasilitas sebuah terminal oplet (mikrolet) dan halte terminal dimana halte ini digunakan sebagai tempat persinggahan bagi para penyeberang. Dan sebagian besar penyeberang tersebut merupakan Karyawan Caltex Pasific Indonesia (sekarang Chevron Pasific Indonesia).


Dulunya Karyawan Chevron Pasifik Indonesia (dh Caltex) yang akan bekerja ke Rumbai mendominasi pengguna Jembatan ataupun Terminal, dan sebagian karyawan Caltex tersebut menggunakan sepeda dan sepeda tersebut diparkir atau dititipkan di Rumah Rodiah Thaher yang persis berada di Depan Terminal, lalu mereka melajutkan perjalanan ke Rumbai menggunakan Transportasi lain dengan melewati jembatan dan terminal ini berfungsi sebagai terminal transit.




Terdapat sebuah rumah yang merupakan milik Rodiah Taher, dan rumah ini berada di Jalan Meranti yang dulu keberadaanya persis didepan Terminal atau Jembatan Penyeberangan (Jembatan Phonton Sungai Siak), rumah berbentuk panggung ini dibangun pada tahun 1951 dan dibagian kolong rumah dulunya merupakan tempat parkir atau penitipan Sepeda pegawai Caltex yang bekerja di Rumbai. Rumah ini cukuplah mempunyai nilai historis bagi perkembangan Kota Pekanbaru dan juga Caltex tentunya.


Kampung Bandar Senapelan sebagai salah satu saksi sejarah kota Pekanbaru. Dahulunya di Kampung Bandar ini terdapat terminal dan kini terminal tersebut menjadi sebuah cerita ke anak cucu dan yang tersisa dari terminal tersebut  hanya dinding beratap dari batu yang merupakan sebuah Halte, dan halte ini terletak dibawah Jembatan Siak III.

Dulunya disekitar terminal juga terdapat jembatan dan jembatan ini merupakan satu-satunya (dan mungkin sebagai jembatan yang pertama melintasi Sungai Siak) sebagai sarana penyeberangan di era 1950 hingga 1970-an yang meghubungkan wilayah Senapelan dan Rumbai melalui Sungai Siak. Jembatan ini dilengkapi dengan fasilitas sebuah terminal oplet (mikrolet) dan halte terminal dimana halte ini digunakan sebagai tempat persinggahan bagi para penyeberang.
                                 

Dulunya Karyawan Chevron Pasifik Indonesia (dh Caltex) yang akan bekerja ke Rumbai mendominasi pengguna Jembatan ataupun Terminal, dan sebagian karyawan Caltex tersebut menggunakan sepeda dan sepeda tersebut diparkir atau dititipkan di Rumah Rodiah Thaher yang persis berada di Depan Terminal, lalu mereka melajutkan perjalanan ke Rumbai menggunakan Transportasi lain dengan melewati jembatan dan terminal ini berfungsi sebagai terminal transit.

Sejak peresmian pemakaian Jembatan Siak I  pada 19 April 1977, maka terminal transit bagi para pengguna angkutan kota Pekanbaru tempo dulu ini sudah tidak berfungsi lagi.

Kini kawasan di sekitar terminal lama dijadikan taman dan disekitar taman tersebut juga terdapat salah satu Cagar Budaya yaitu Rumah Singgah Sultan Siak.


Halte Terminal Lama Pekanbaru   ini  merupakan Salah Satu Cagar Budaya Tidak Bergerak yang ada di Kota Pekanbaru yang telah mendapat pengakuan dari Balai Pelestarian Cagar  Budaya Sumatera Barat dengan Nomor Register : 06/BCB-TB/B/01/2014.

Video berikut dapat menggambarkan seperti apa kondisi Halte tersebut :

 
Pada zaman Penjajahan Belanda diIndonesia terdapat Departemen Perhubungan atau dikenal dengan istilah Haven Master dan Haven Master ini mengurusi wilayah Perairan, pelabuhan dan saat ini identik dengan syahbandar.

Haven Messter pada dahulu cukup disegani, ia memiliki kekuasaan sebagai syahbandar dan juga kepala bea cukai. Di Pekanbaru dulunya terdapat Haven Meesterdan salah satu Bukti adanya Haven Meester di Pekanbaru adalah Rumah Peinggalan Haven Meester, rumah ini terdapat di Jalan M. Yatim dan sayangnya bangunan ini tidak terawat.
                              

Belanda menempatkan seorang Ontvanger Belanda di Kota Pekanbaru yang memiliki wewenang sebagai Syahbandar yang mempunyai fungsi melaksanakan dan mengawasi keselamatan kapal dan pelayaran dan juga sebagai Kepala Bea Cukai.


Kekuasaan dan kewenangan Haven Meester di Pekanbaru berlangsung hingga Pendudukan Tentara Jepang pada tahun 1942.


Rumah Haven Meester ini  merupakan Salah Satu Cagar Budaya Tidak Bergerak yang ada di Kota Pekanbaru yang telah mendapat pengakuan dari Balai Pelestarian Cagar  Budaya Sumatera Barat dengan Nomor Register : 07/BCB-TB/B/01/2014
Siang itu Udara di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai cukup terik, pakaian yang kami gunakan basah seolah kami bermandi keringat. Latihan Tim PSPS Riau di Stadion pun telah usai, teriknya udara membuat kami kehausan dan Es Cendol Pak Jenggot yang berada di Pertigaan Jalan Jendral Sudirman dan  Jl. Prof. M. Yamin (Belakang Bank Permata) menjadi Tujuan kami sebagai pelepas dahaga.

Akhirnya kami tiba di Es Cendol Pak Jenggot, tempatnya cukup sederhana dengan jualan Ala Kaki Lima dengan gerobak di pinggir jalan serta dengan kursi dan meja kayu panjang yang berada di Lorong Bank Permata.

Es Cendol Pak Jenggot bisa dikatakan kuliner legendaris di Kota Pekanbaru, Pak Ramli dengan Janggutnya yang khas  bercerita kepada kami, bahwa ia telah berjualan sejak tahun 1984 dengan cara berkeliling. Di Tahun 1993 pak Ramli sudah tidak berjualan dengan keliling, ia berjualan dengan menempati lokasi saat ini yaitu di Pertigaan Jl. Jenderal Sudirman dan Jl Prof. M.Yamin.

Es Cendol Pak Jenggot demikian nama yang diberikan oleh pelanggannya karena Pak Ramli memiliki Jenggot dan akhirnya hingga kini nama Cendol Pak Jenggot melekat.

Es Cendol Pak Jenggot cukup spesial, Es ini dijual dengan harga Per Porsi Rp.14.000,- , Cendol yang disajikan dalam sebuah mangkuk cukup banyak dan mampu menjadi pelepas dahaga, cendol ini cukup segara dengan kombinasi buah durian, ketan, tape,  sagu dan lumeran gula enau sehingga rasa manisnya cukup berbeda dengan cendol lainnya.
Video Cendol Pak Jenggot. 


Sumber FacebookTiga Naga Fotball Academy & Soccer School


Klub Sepakbola Tiga Naga (disingkat KS Tiga Naga) asal Pekanbaru menjadi Tim Fenomenal karena  berhasil promosi pada tahun 2019 dan akan berlaga di Liga 2 2020. 

Tiga Naga merupakan Akademi Sepakbola Profesional asal Pekanbaru yang memiliki Fasilitas cukup lengkap, Beberapa waktu lalu kami sempat berkunjung ke Stadion Tumpal Sinaga yang merupakan Training Ground Akademi Sepakbla Tiga Naga  dan Juga Home Base Tim Tiga Naga, Stadion Tumpal Sinaga dengan luas 2hektare, Kualitas rumput bisa kami pastikan inilah Rumput yang terbaik di Sumatera, rumput hijau yang selalu dirawat serasa melihat Rumput Stadion di Eropa, rumput berwarna hijau dibuat bergaris selang seling.

Drainase Stadion cukup baik, drainase ada di lapangan aupun pinggir lapangan, kita tidak perlu khawatir jika hujan terjadi , air akan cepat merembes ke Tanah
Disekitar Stadion terdapat Kolom renang mini untuk underwater treatment, untuk Kualitas penerangan cukup baik, dimana saat Liga Tiga Musim 2019 lalu Tiga Naga mampu menjadi Tuan Rumah yang baik dengan menggelar pertandingan di malam Hari .
 


Berawal dari Akademi Sepak Bola

Tiga Naga melakukan pembinaan pemain Usia Muda dengan melakukan seleksi di berbagai Kota, tujuan mulia dari Sang Pemilik yaitu untuk mencetak pemain berbakat dan tentunya dapat berprestasi di kemudian hari. " Kami Ingin Memberikan Kontribusi Buat Bangsa & Negara Indonesia Melalui Sepak Bola Pembinaan Usia Dini " demikian sebuah Postingan Facebook Akun Tiga Naga Football Academy & Soccer School.

Berawal dari Pembinaan Usia Muda apa yang diimpikan bapak Rudy Sinaga sang Pemilik sudah menjadi kenyataan, Tiga Naga sudah mampu memberikan kontribusi untuk Indonesia, Di Timnas U19 ada Aji Kesuma dan di Timnas U16 ada debutan Wahyu Pratama yang mencetak 2gol saat Indonesia membantai Mariana Utara 15 - 1 dan spesialnya mereka adalah Putra Riau. Saat ini ada 2 orang pemain didikan Tiga Naga yang menjalani Latihan di Klub Liga 2 Spanyol Numancia yaitu Alowisius Sandi Ardiles dan Ignasius Abelard Tegar Pambudi dan beberapa pemain lain yang permah mengikuti Seleksi Tim Nasional Indonesia


Liga 3 2019

Mengawali Musim Liga 3 2019 , KS Tiga Naga Memulai dari Liga 3 Pra Nasional 2019. KS Tiga Naga termasuk dalam grup A yang di huni oleh, KS Tiga Naga, SEL 50 Kota FC,  Persika Karawang dan Persiba Bantul. KS Tiga Naga keluar menjadi juara Grup ditemani Persiba Bantul di posisi Runner-Up dan  berhak lolos ke Liga 3 Nasional 2019.
 
Di Liga 3 Nasional 2019 Babak 32 Besar KS Tiga Naga kembali berada di Grup A bersama Karo United FC,  Persikota Tangerang dan Tim satu Kota Pekanbaru yaitu Tornado FC dan di 32 Besar Liga 3 Nasional 2019 ini KS Tiga Naga kembali keluar sebagai juara grup A serta berhak LOLOS ke babak 16 Besar di temani oleh Karo United FC.
Di 16 Besar Liga 3 Nasional 2019 KS Tiga Naga menghadapi tim asal Kepulauan Riau yaitu 757 Kepri Jaya FC, babak 16 Besar Liga 3 Nasional berlangsung di Stadion Tumpal Sinaga dan laga ini dimenangkan oleh KS Tiga Naga dengan skor tipis 1-0 dan KS Tiga Naga lolos ke 8 Besar Liga 3 Nasional 2019.

Babak 8 Besar Liga 3 Nasional 2019 KS Tiga Naga menempati grup barat bersama PSKC Kota Cimahi, Persidi Idi Rayeuk dan Persekat Kab. Tegal. Pertandingan pertama yang bermain di Stadion Siliwangi melawan Persekat Kab. Tegal., KS Tiga Naga menang dengan skor 2-1, namun sayang dipertandingan kedua KS Tiga Naga harus menelan kekalahan 1-5 dari tuan rumah PSKC Kota Cimahi, Kekalahan ini memaksa KS Tiga Naga harus melakukan pertandingan Hidup Mati melawan Persidi Idi Rayeuk dan Tiga Naga berhasil  memenangkan pertandingan terakhir dengan skor 2-1, dan menempatkan KS Tiga Naga sebagai Runner Up Grup Barat dan berhak mendapatkan tiket promosi ke Liga 2 2020

Tiga Naga tidak berjuang sendirian, Suporter Setia Ultras Draco selalu mendukung. Nama Ultras Draco sediri merupakan nama naga asli andemik sumatera yeng bernama Draco Lizard.

Gambaran singkat tentang perjalanan Tiga Naga yang berawal dari sebuah Akademi Sepak bola menjadi suatu Klub Sepak bola Professional di Liga 2 Indonesia 2020 dapat disaksikan di Video Berikut yang kami kutip dari Akun Resmi Youtuber Tiga Naga : TigaNaga TV






Puluhan  ikan Koi  berseliweran di parit yang temboknya serta Trotoar di Sekitar parit tersebut di cat warna warni dan spontan Pemandangan unik ini menjadi viral bagi warga Kota Pekanbaru




Trotoar dan drainase ini persis berada di depan Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru. Sekitar 30 ekor Ikan Koi ini disebar di parit tersebut, Parit ini menjadi habitat Ikan Koi dan pada parit tersebut diberi pembatas berupa jaring kecil dengan tujuan Ikan tersebut tidak berpindah ke Parit lain, Pemandangan ini menjadi viral bahkan pantauan kami disekitar Trotoar tersebut terlihat beberapa Kendaraan terparkir hanya untuk berswaphoto dan juga memberi makan ikan tersebut.


Sayangnya air dalam parit tersebut tidak terlalu jernih sehingga keberadaan Ikan tidak terlihat begitu jelas. 

Keberadaan Ikan dalam parit di Indonesia merupakan fenomena yang hampir ada di setiap daerah , seperti di Bandung, Banyuwangi dan Yogyakarta, namun di Riau ataupun Pekanbaru ini adalah yang pertama dan semoga Drainase lain dapat disulap menjadi tempat habitat ikan.

Menurut Indra Agus Lukman Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau , ide parit unik ini berasal dari Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau ketika mereka melihat hal demikian di Luar Kota (#)


Salah satu gedung Tua di Pekanbaru. Gedung ini merupakan Museum Penyiaran RRI Pekanbaru. 


Dulunya gedung ini merupakan Gedung RRI Pekanbaru dan saat ini sudah beralih fungsi menjadi Museum Penyiaran, sayangnya museum ini selalu tutup.

Gedung ini dibangun pada tahun 1930 dan merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda di Pekanbaru yang masih tersisa hingga saat ini. Keberadaan gedung RRI Pekanbaru diikuti oleh peristiwa sejarah mulai dari periode pemerintahan kolonial Belanda, pendudukan tentara Jepang, perjuangan Kemerdekaan RI, sampai dengan periode pemberontakan PRRI di Sumatera. Selama 11 tahun (1931-1942), gedung RRI Pekanbaru ini berfungsi sebagai Kantor Controleur Belanda (Komplek Perkantoran Gubernur Jenderal Belanda), merupakan tempat kedudukan Controleur Kampar Kiri yang dipindahkan ke Pekanbaru. Selama 3 tahun (8 Maret 1942 - 15 Agustus 1945), gedung RRI Pekanbaru dijadikan rumah kediaman Riau Syucokan Makino Shuzaburro, seorang Gubernur dari Militer Jepang yang mengepalai Riau Syu dan berkedudukan di Pekanbaru. Pada 1 Maret 1957, gedung ini difungsikan sebagai pusat pemberitaan oleh Tim PENAD (Penerangan Angkatan Darat) dengan tenaga dari RRI Pusat yang dipimpin oleh Kapten Syamsuri dari RTPI Jakarta dalam upaya untuk membebaskan rakyat di wilayah Riau daratan dan Riau lautan yang ketika itu dikuasai oleh Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Tahun 1958, penggunaan gedung diserahkan kepada RRI. Gedung ini berada di pertigaan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Juanda Pekanbaru. 







Pekanbaru dulunya merupakan salah satu pusat Bisnis di Sumatra, dan ini dibuktikan dengan hadirnya Perbankan di Kota Pekanbaru. Bangunan Tua di Jalan Ahmad Yani (dahulu Jalan Bangkinang) merupakan saksi bisu hadirnya sebuah Bank di Kota Pekanbaru, Bangunan tersebut dulunya merupakan Kantor Cabang Bank Nasional, kini Bangunan tua tersebut sudah tidak terawat dan terakhir bangunan tersebut merupakan Kantor Oditurat Militer I-03 Unit Pelaksana Teknis Pekanbaru.









Bank Nasional Abuan Saudagar didirikan pada 27 Desember 1930 di Bukittinggi, dan kiprah Bank ini di Perbankan Nasional berakhir pada  Oktober 1999 dengan nama PT. Bank Nusa Nasional sebagai bank take over (bto) yang dimerger pemerintah bersama 11 bto lainnya menjadi Bank Danamon. 






Festival Kampung Senapelan merupakan event yang bertujuan mengangkat marwah Melayu, dan event ini ditaja  mahasiswa/i FKIP Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang mengambil mata kuliah Tradisi Melayu & Pembelajaran Budaya Melayu di Universitas Riau dan bersama Riau Heritage. Acara ini bukanlah suatu proyek ataupun bisnis namun murni kreatifitas mahasiswa/i tersebut untuk mengangkat marwah melayu.

Pameran Batik Riau
Berbagai Kuliner Khas Riau

Acara ini berlangsung dari tanggal 20-21 Desember 2014. Akan ada Pameran Photo, Pameran Batik Riau, Wisata kuliner, Syair dan Dongeng, Musikalisasi Puisi, Tarian, Lagu Melayu, serta Permainan Rakyat dan berbagai macam penampilan kesenian, dan berbagai hal yang berhubungan dengan kebudayaan Melayu. Festival ini gratis tanpa dipungut biaya apapun.

Jadwal Festival Kampung Senapelan Hari Pertama
Jadwal Festival Kampung Senapelan Hari Kedua





Sebelum Perang Dunia II pemerintah kolonial Belanda telah membuat rencana pembangunan jaringan jalan rel kereta api yang menghubungkan pantai timur dan pantai barat Sumatera, yang akhirnya akan meliputi seluruh pulau Sumatera. Jalur Muaro ke Pekanbaru adalah bagian dari rencana itu. Tapi hambatan yang dihadapi begitu berat, banyak terowongan, hutan-hutan dan sungai serta harus banyak membangun jembatan. Karena belum dianggap layak, rencana itu tersimpan saja di arsip Nederlands-Indische Staatsspoorwegen (Perusahaan Negara Kereta Api Hindia Belanda).

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942 , Jepang mengetahui rencana Kolonial Belanda. Penguasa militer Jepang melihatnya sebagai jalan keluar persoalan yang mereka hadapi. Pembangunan jalan rel yang menghubungkan Sumatera Barat dan pantai timur Sumatera akan membuat jalur transportasi yang menghindari Padang dan Samudera India yang dijaga ketat kapal perang Sekutu. Jalan kereta api baru itu akan memperluas jaringan Staatsspoorwegen te Sumatra’s Weskust (SSS) sepanjang 215km ke pelabuhan Pekanbaru. Dari sana, melalui Sungai Siak akan mudah mencapai Selat Melaka.

Siapa Pendiri Kota Pekanbaru sebenarnya ? Marhum pekan atau Panglima Gimbam ?

Untuk dapat menjawab pertanyaan diatas, tentunya kita harus mengetahui Sejarah Kota Pekanbaru. Pekanbaru merupakan ibukota Provinsi Riau, yang saat ini menjadi salah satu Kota selain Makassar yang diusulkan menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

Pada masa dahulu Pekanbaru hanya sebuah dusun kecil yang dikenal dengan sebutan Dusun Senapelan, yang dikepalai oleh seorang Batin (kepala dusun). Dalam perkembangannya, Dusun Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki, yang terletak di tepi Muara Sungai Siak. Perkembangan Dusun Senapelan ini erat kaitannya dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Pada masa itu, raja Siak Sri Indrapura yang keempat, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, bergelar Tengku Alam (1766-1780 M.), menetap di Senapelan, yang kemudian membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan Dusun Senapelan (di sekitar Mesjid Raya Pekanbaru sekarang). Tidak berapa lama menetap di sana, Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah kemudian membangun sebuah pekan (pasar) di Senapelan, tetapi pekan itu tidak berkembang. Usaha yang telah dirintisnya tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya, Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru yaitu di sekitar pelabuhan sekarang.
Kalau toilet di bandara bersih, traveler mana yang tidak senang. Untuk itu, penghargaan Sapta Pesona kembali diberikan kepada 20 bandara nasional dan internasional di Indonesia dengan toilet paling bersih.

"Bandara adalah pintu gerbang masuknya wisatawan, baik wisnus atau wisman. Jadi secara nggak langsung, toilet jadi cerminan budaya bangsa sekaligus mencerminkan citra Indonesia," tutur Menparekraf Mari Elka Pangestu dalam acara Penghargaan Toilet Umum Bersih Bandara 2013 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2013).
                                     

Radja Nainggolan akan menyambangi Kota Bertuah Pekanbaru pada tanggal 23 Juni nanti,  Radja Nainggolan merupakan pemain nasional Belgia yang saat ini merumput bersama Tim Serie A Italia Cagliari.

                                                 


Selama di pekanbaru Naingglan mengadakan rangkaian kegiatan, diantaranya Meet and Greet, Gala Dinner dan Coacing Clinic. Coaching clinic akan diadakan di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, peserta yang ingin mengikuti acara  coaching clinic tersebut akan dipungut biaya sebesar Rp 750 ribu per orang dan akan mendapatkan Kaos, Sertifikat bertandatangan Radja nainggolan dan juga Bola. Di acara tersebut  mantan striker Timnas Indonesia dan juga mantan Striker dan kapten Tim PSPS PEKANBARU Kurniawan Dwi Yulianto juga mengikuti coaching clinic .

                         Radja Nainggolan merupakan salah satu pemain muda berbakat keturunan Indonesia yang merumput di Liga Italia Serie A. Kemampuan ciamiknya dalam mengolah bola membuat klub besar seperti  AC Milan, Inter Milan dan Juventus tertarik menggunakan jasanya. Sebelum Radja Nainggolan menjadi pemain top dan bermain diklub besar, ada baiknya kita berphoto bersama Nainggolan dan memiliki koleksi Tanda Tangan Nainggolan dari saat ini, mumpung Nainggolan berada di Kota Pekanbaru. Untuk Meet and Greet bersama nainggolan tiap peserta dipungut biaya sebesar Rp.1.500.000 yang akan dilakukan pada tanggal 24 Juni 2013 pukul 19.00 disalah satu hotel di Pekanbaru. Dan acara Gala Dinner bersama Radja Nainggolan akan dilakukan pada tanggal 25 Juni 2013 dan tiap peserta dipungut biaya Rp.5.000.000.

Untuk pembelian Ticket Meet and Greet, Gala Dinner & Coaching Clinic with Radja Nainggolan di Pekanbaru dapat dilakukan Ticket Box resmi : Akademi Sepak bola Liverpool Building (Jln.Kapling 1/Samarinda no.6A Tangkerang Pekanbaru), Radio Aditya dan Citron Media printing. Buruan Ticket terbatas !

Megah, besar , suci dan tertata dengan rapi begitulah kesan pertama saat kita melihat Pura Agung Jagatnatha Pekanbaru. Pertama kali kita melihat Pura ini,seakan kita berada di Bali. Ornamennya berstil Bali dan ditata sesuai Tri Hita Karana, Pura ini tercatat memiliki pelaba pura terluas dan pura ini bisa saja dikatakan sebagai Pura terbaik dan terbesar sebagai tempat suci pemeluk Hindu yang berada diluar Bali. Pura ini bisa dikatakan paling lengkap di Sumatera. Ada bale kulkul, wantilan untuk perpustakaan dan sekretariat pengempon. Untuk memasuki jaba tengah dan jeroan ada kori gelung. Di jeroan ada sejumlah pelinggih dan bale pawedan.

                            



                     

Bertempat di jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru pada tanggal 18 hingga 19 Mei 2013 digelar sebuah Event dengan tajuk 1 Day With VW II (One Day With Volkswagen), event ini merupakan  acara gathering dan pameran mobil Merk Volkswagen sesumatra ke II.
  Dalam acara ini sebagian besar mobil yang ditampilkan adalah mobil mobil-mobil tua bahkan ada mobil keluaran tahun 1909.  Komunitas VW ini rutin menggelar dan mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan VW Indonesia di berbagai daerah. Dan kali ini Riau menjadi tuan rumah, di Riau ternyata jenis mobil VW terlengkap bila dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.





Event 1 Day With VW II Pekanbaru Riau ini diikuti oleh kolektor mobil VW dari berbagai Kota di Pulau Sumatra seperti Padang, Palembang Medan dll. Menurut salah satu peserta yang berasal dari Padang, menjadi bagian dari komunitas pecinta Volkswagen ini, banyak  memiliki  suka dan manfaatnya, menurutnya ia memiliki banyak teman dan kenalan dari seluruh Indonesia.

Event 1 Day With VW II Pekanbaru Riau ni cukup menarik perhatian masyarakat pekanbaru, banyak warga Pekanbaru yang penasaran dengan mobil antik merk VW bahkan mereka juga tidak ketinggalan untuk berphoto di sekitar mobil VW.








"Hi Indonesia! One of the cities that i will be visiting when I am in Indonesia in June 2013 is Pekanbaru, tulis Radja Nainggolan dalam account twitter milknya @OfficialRadja. Radja Nainggolan merupakan pemain nasional Belgia yang saat ini merumput bersama Tim Serie A Italia cagliari. Pemain berdarah batak ini akan mengunjungi Indonesia pada tanggal 23 Juni mendatang dan akan mendatangi Kota Pekanbaru.
Kedatangan Radja Nainggolan disponsori perusahaan yang bergerak di bidang sport entertainment yaitu Top Sportainment. Dalam akun twitter resminya @TSportainment mengupload photo Radja Nainggolan bersama Direktur yang mengkonfirmasi kedatangan Nainggolan ke Pekanbaru.


                                            

Dalam akun twitternya nainggolan menulis "Hi Indonesia! One of the cities that i will be visiting when I am in Indonesia in June 2013 is Pekanbaru, i'll see you there soon!" tulis Nainggolan.

Selain akan menyambangi Pekanbaru, pemain 24 tahun ini juga berharap dapat mengunjungi Ibukota negara Indonesia Jakarta dan juga kampung halaman leluhurnya medan.


"Other cities that i will be visiting in Indonesia are Jakarta, Medan...hope to see you all soon!"

"I'll tweet the fixed dates & details soon. Re: my upcoming 1st time ever visit to Indonesia, thanks for all your supports !

Radja Nainggolan merupakan salah satu pemain muda berbakat keturunan Indonesia yang merumput di Liga Italia Serie A. Kemampuan ciamiknya dalam mengolah bola membuat klub besar seperti  AC Milan, Inter Milan dan Juventus tertarik menggunakan jasanya.


Welcome Pekanbaru Radja Nainggolan 


Sumber Gambar  :