Tampilkan posting dengan label PEKANBARU. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label PEKANBARU. Tampilkan semua posting



Festival Kampung Senapelan merupakan event yang bertujuan mengangkat marwah Melayu, dan event ini ditaja  mahasiswa/i FKIP Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang mengambil mata kuliah Tradisi Melayu & Pembelajaran Budaya Melayu di Universitas Riau dan bersama Riau Heritage. Acara ini bukanlah suatu proyek ataupun bisnis namun murni kreatifitas mahasiswa/i tersebut untuk mengangkat marwah melayu.

Pameran Batik Riau
Berbagai Kuliner Khas Riau

Acara ini berlangsung dari tanggal 20-21 Desember 2014. Akan ada Pameran Photo, Pameran Batik Riau, Wisata kuliner, Syair dan Dongeng, Musikalisasi Puisi, Tarian, Lagu Melayu, serta Permainan Rakyat dan berbagai macam penampilan kesenian, dan berbagai hal yang berhubungan dengan kebudayaan Melayu. Festival ini gratis tanpa dipungut biaya apapun.

Jadwal Festival Kampung Senapelan Hari Pertama
Jadwal Festival Kampung Senapelan Hari Kedua





Sebelum Perang Dunia II pemerintah kolonial Belanda telah membuat rencana pembangunan jaringan jalan rel kereta api yang menghubungkan pantai timur dan pantai barat Sumatera, yang akhirnya akan meliputi seluruh pulau Sumatera. Jalur Muaro ke Pekanbaru adalah bagian dari rencana itu. Tapi hambatan yang dihadapi begitu berat, banyak terowongan, hutan-hutan dan sungai serta harus banyak membangun jembatan. Karena belum dianggap layak, rencana itu tersimpan saja di arsip Nederlands-Indische Staatsspoorwegen (Perusahaan Negara Kereta Api Hindia Belanda).

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942 , Jepang mengetahui rencana Kolonial Belanda. Penguasa militer Jepang melihatnya sebagai jalan keluar persoalan yang mereka hadapi. Pembangunan jalan rel yang menghubungkan Sumatera Barat dan pantai timur Sumatera akan membuat jalur transportasi yang menghindari Padang dan Samudera India yang dijaga ketat kapal perang Sekutu. Jalan kereta api baru itu akan memperluas jaringan Staatsspoorwegen te Sumatra’s Weskust (SSS) sepanjang 215km ke pelabuhan Pekanbaru. Dari sana, melalui Sungai Siak akan mudah mencapai Selat Melaka.

Siapa Pendiri Kota Pekanbaru sebenarnya ? Marhum pekan atau Panglima Gimbam ?

Untuk dapat menjawab pertanyaan diatas, tentunya kita harus mengetahui Sejarah Kota Pekanbaru. Pekanbaru merupakan ibukota Provinsi Riau, yang saat ini menjadi salah satu Kota selain Makassar yang diusulkan menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

Pada masa dahulu Pekanbaru hanya sebuah dusun kecil yang dikenal dengan sebutan Dusun Senapelan, yang dikepalai oleh seorang Batin (kepala dusun). Dalam perkembangannya, Dusun Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki, yang terletak di tepi Muara Sungai Siak. Perkembangan Dusun Senapelan ini erat kaitannya dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Pada masa itu, raja Siak Sri Indrapura yang keempat, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, bergelar Tengku Alam (1766-1780 M.), menetap di Senapelan, yang kemudian membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan Dusun Senapelan (di sekitar Mesjid Raya Pekanbaru sekarang). Tidak berapa lama menetap di sana, Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah kemudian membangun sebuah pekan (pasar) di Senapelan, tetapi pekan itu tidak berkembang. Usaha yang telah dirintisnya tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya, Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru yaitu di sekitar pelabuhan sekarang.
Kalau toilet di bandara bersih, traveler mana yang tidak senang. Untuk itu, penghargaan Sapta Pesona kembali diberikan kepada 20 bandara nasional dan internasional di Indonesia dengan toilet paling bersih.

"Bandara adalah pintu gerbang masuknya wisatawan, baik wisnus atau wisman. Jadi secara nggak langsung, toilet jadi cerminan budaya bangsa sekaligus mencerminkan citra Indonesia," tutur Menparekraf Mari Elka Pangestu dalam acara Penghargaan Toilet Umum Bersih Bandara 2013 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2013).
                                     

Radja Nainggolan akan menyambangi Kota Bertuah Pekanbaru pada tanggal 23 Juni nanti,  Radja Nainggolan merupakan pemain nasional Belgia yang saat ini merumput bersama Tim Serie A Italia Cagliari.

                                                 


Selama di pekanbaru Naingglan mengadakan rangkaian kegiatan, diantaranya Meet and Greet, Gala Dinner dan Coacing Clinic. Coaching clinic akan diadakan di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, peserta yang ingin mengikuti acara  coaching clinic tersebut akan dipungut biaya sebesar Rp 750 ribu per orang dan akan mendapatkan Kaos, Sertifikat bertandatangan Radja nainggolan dan juga Bola. Di acara tersebut  mantan striker Timnas Indonesia dan juga mantan Striker dan kapten Tim PSPS PEKANBARU Kurniawan Dwi Yulianto juga mengikuti coaching clinic .

                         Radja Nainggolan merupakan salah satu pemain muda berbakat keturunan Indonesia yang merumput di Liga Italia Serie A. Kemampuan ciamiknya dalam mengolah bola membuat klub besar seperti  AC Milan, Inter Milan dan Juventus tertarik menggunakan jasanya. Sebelum Radja Nainggolan menjadi pemain top dan bermain diklub besar, ada baiknya kita berphoto bersama Nainggolan dan memiliki koleksi Tanda Tangan Nainggolan dari saat ini, mumpung Nainggolan berada di Kota Pekanbaru. Untuk Meet and Greet bersama nainggolan tiap peserta dipungut biaya sebesar Rp.1.500.000 yang akan dilakukan pada tanggal 24 Juni 2013 pukul 19.00 disalah satu hotel di Pekanbaru. Dan acara Gala Dinner bersama Radja Nainggolan akan dilakukan pada tanggal 25 Juni 2013 dan tiap peserta dipungut biaya Rp.5.000.000.

Untuk pembelian Ticket Meet and Greet, Gala Dinner & Coaching Clinic with Radja Nainggolan di Pekanbaru dapat dilakukan Ticket Box resmi : Akademi Sepak bola Liverpool Building (Jln.Kapling 1/Samarinda no.6A Tangkerang Pekanbaru), Radio Aditya dan Citron Media printing. Buruan Ticket terbatas !

Megah, besar , suci dan tertata dengan rapi begitulah kesan pertama saat kita melihat Pura Agung Jagatnatha Pekanbaru. Pertama kali kita melihat Pura ini,seakan kita berada di Bali. Ornamennya berstil Bali dan ditata sesuai Tri Hita Karana, Pura ini tercatat memiliki pelaba pura terluas dan pura ini bisa saja dikatakan sebagai Pura terbaik dan terbesar sebagai tempat suci pemeluk Hindu yang berada diluar Bali. Pura ini bisa dikatakan paling lengkap di Sumatera. Ada bale kulkul, wantilan untuk perpustakaan dan sekretariat pengempon. Untuk memasuki jaba tengah dan jeroan ada kori gelung. Di jeroan ada sejumlah pelinggih dan bale pawedan.

                            



                     

Bertempat di jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru pada tanggal 18 hingga 19 Mei 2013 digelar sebuah Event dengan tajuk 1 Day With VW II (One Day With Volkswagen), event ini merupakan  acara gathering dan pameran mobil Merk Volkswagen sesumatra ke II.
  Dalam acara ini sebagian besar mobil yang ditampilkan adalah mobil mobil-mobil tua bahkan ada mobil keluaran tahun 1909.  Komunitas VW ini rutin menggelar dan mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan VW Indonesia di berbagai daerah. Dan kali ini Riau menjadi tuan rumah, di Riau ternyata jenis mobil VW terlengkap bila dibandingkan dengan provinsi lainnya di Indonesia.





Event 1 Day With VW II Pekanbaru Riau ini diikuti oleh kolektor mobil VW dari berbagai Kota di Pulau Sumatra seperti Padang, Palembang Medan dll. Menurut salah satu peserta yang berasal dari Padang, menjadi bagian dari komunitas pecinta Volkswagen ini, banyak  memiliki  suka dan manfaatnya, menurutnya ia memiliki banyak teman dan kenalan dari seluruh Indonesia.

Event 1 Day With VW II Pekanbaru Riau ni cukup menarik perhatian masyarakat pekanbaru, banyak warga Pekanbaru yang penasaran dengan mobil antik merk VW bahkan mereka juga tidak ketinggalan untuk berphoto di sekitar mobil VW.








"Hi Indonesia! One of the cities that i will be visiting when I am in Indonesia in June 2013 is Pekanbaru, tulis Radja Nainggolan dalam account twitter milknya @OfficialRadja. Radja Nainggolan merupakan pemain nasional Belgia yang saat ini merumput bersama Tim Serie A Italia cagliari. Pemain berdarah batak ini akan mengunjungi Indonesia pada tanggal 23 Juni mendatang dan akan mendatangi Kota Pekanbaru.
Kedatangan Radja Nainggolan disponsori perusahaan yang bergerak di bidang sport entertainment yaitu Top Sportainment. Dalam akun twitter resminya @TSportainment mengupload photo Radja Nainggolan bersama Direktur yang mengkonfirmasi kedatangan Nainggolan ke Pekanbaru.


                                            

Dalam akun twitternya nainggolan menulis "Hi Indonesia! One of the cities that i will be visiting when I am in Indonesia in June 2013 is Pekanbaru, i'll see you there soon!" tulis Nainggolan.

Selain akan menyambangi Pekanbaru, pemain 24 tahun ini juga berharap dapat mengunjungi Ibukota negara Indonesia Jakarta dan juga kampung halaman leluhurnya medan.


"Other cities that i will be visiting in Indonesia are Jakarta, Medan...hope to see you all soon!"

"I'll tweet the fixed dates & details soon. Re: my upcoming 1st time ever visit to Indonesia, thanks for all your supports !

Radja Nainggolan merupakan salah satu pemain muda berbakat keturunan Indonesia yang merumput di Liga Italia Serie A. Kemampuan ciamiknya dalam mengolah bola membuat klub besar seperti  AC Milan, Inter Milan dan Juventus tertarik menggunakan jasanya.


Welcome Pekanbaru Radja Nainggolan 


Sumber Gambar  :


Car Free Day di Kota Pekanbaru diadakan di Jalan Diponegoro dan jalan Gajah Mada Pekanbaru. Car Free Day pertama kali di Kota pekanbaru diadakan pada tanggal 6 Desember 2009, Car Free Day perdana ini ditaja oleh
Polda Riau dan  Pemprov Riau, saat itu acara diramaikan dengan door prize dan sarapan pagi gratis.
                                        

Car free Day di Kota Pekanbaru dilaksanakan setiap akhir pekan pukul 05:00 hingga 09:00 WIB. Selama waktu tiga jam ini kedua ruas jalan Diponegoro dan Gajah Mada itu bebas kendaraan bermotor. Berbagai macam aktivitas dari warga Kota Pekanbaru tersaji di Car Free Day ini. Ada yang melaksanakan Olahraga dan berjalan kaki, serta ada aksi unjuk kebolehan dari masing-masing komunitas yang ada di Kota Pekanbaru.  Bahkan beberapa corporate ada yang memanfaatkan Car Free Day untuk mempromosikan produk dan jasa mereka.

                     

Pemerintah Provinsi Riau akan membangun sebuah Monumen yaitu Monumen Bahasa Indonesia. Monumen ini nantinya juga berfungsi sebagai Museum. Monumen Bahasa merupakan Simbol bahwa Bahasa Indonesia Berasal dari Bahasa melayu. Dana sekitar Rp 16 milyar telah dipersiapkan untuk membangun tugu bahasa tersebut. Pada awalnya rencana Pembangunan ini ditentang oleh masyarakat Riau bahkan sempat terjadi tarik ulur persetujuan Anggaran Monumen Bahasa ini. 
Walaupun banyak kritikan dilayangkan terhadap pembangunan Monumen Bahasa Indonesia di Riau, namun DPRD Riau menilai, tugu tersebut perlu. Ketua DPRD Riau, Drs HM Johar Firdaus MSi kepada wartawan di Gedung Lancang Kuning, mengatakan pembangunan tersebut jangan dilihat dari segi yang bisa menyudutkan pembangunan Riau, tapi lihatlah dari aspek budaya, bangunan itu berguna untuk anak-cucu yang akan datang. Monumen Bahasa ini nantinya akan dibangun di lokasi Bandar Seni Raja Ali Haji. 

Sumber Photo :
http://pt-findo.com/government/monument-bahasa-indonesia

Gerbang Masuk ke Bandara Sultan Syarif Kasim II

Riau
sedang menyulam kembali masa keemasannya, kini nuansa kemajuan serta perubahan Riau diharapkan dapat terasa saat para tamu baru menginjakkan kakinya digerbang utama kedatangan di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II).
                
Bandara yang dibangun sekitar tahun 1930-an atau sejak zaman Kesultanan Siak , kini telah berubah wajah. Bersolek dengan cantiknya, berdiri dengan gagahnya, demikian indah dan sempurna menuju Bandara berkelas Internasional namun bernuansa lokal Riau. Secara utuh wujud sejatinya Riau tergambar pada desain struktur interior bandara Sultan Syarif kasim II, setiap jengkalnya dibangun dengan menyimpan makna  dan inilah gerbang segala pintu. Bukan hanya sekedar pintu untuk melihat turun naiknya pesawat ataupun pintu untuk semata menyambut tamu. Tapi inilah bandara yang juga menjad pintu untuk menunjukkan kebangkitan Riau dengan segala jati diri negeri Melayu-nya.
Kepak Sayap Burung Serindit
Ada sejarah dari setiap langkah dan niat, begitu pula dibalik wajah baru Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, pada saat baru menjabat menjadi Gubernur riau HM Rusli Zainal igin menjadikan Riau sebagai daerah tujuan investasi, selain itu beliau juga ingi menjadikan Riau sebagai basis budaya melayu dengan segala keunikan dan wujud ke-islaman yang menjadi landasannya. Menurut Gubernur Riau HM Rusli Zainal dengan masuknya investasi maka bergeraklah roda ekonomi,dan apabila roda ekonomi sudah bergerak rakyat akan sejahtera dengan sendirinya. Riau yang kaya namun tertinggal dalam segalanya, dan pastinya nanti akan bisa mengejar segala ketertinggalan .

Pada tahun 2013 nanti provinsi Riau akan memiliki sebuah Bangunan yang dinamakan Museum Perempuan.  Museum Perempuan ini akan dibangun di jalan Sudirman Pekanbaru dan diperkirakan akan dibangun di Lokasi Bandar Seni Raja Ali Haji Purna Lokasi MTQ. Museum ini dibangun dimaksudkan untuk mendokumentasikan hasil-hasil karya perempuan Riau yang sudah mengukir prestasi di berbagai bidang. Diperkirakan bangunan ini sudah dapat digunakan diakhir masa jabatan Gubernur Riau HM Rusli Zainal. Museum Perempuan Riau merupakan bangunan Museum Perempuan pertma yang ada di Indonesia. 



Monumen perjuangan Rakyat riau berada di Jalan Diponegoro Pekanbaru, persis berada didepan Kompleks Gubernuran (Rumah Dinas Gubernur Riau). Di tengah monumen ini terdapat patung TNI dan Rakyat dalam menghadapi penjajah, patung ini berdiri di atas pelataran yang berisi relief perjuangan dan disisi kanan  dan kiri terdapat meriam. 
                               arti dan lambang Monumen Perjuangan Rakyat Riau

Bentuk keseluruhan monumen adalah terbuka yang melambangkan kakraban lingkungan, keserasian dan perpaduan antara monumen dengan alam sekitarnya. Makna yang terkandung di dalamnya, pendekatan dan penghayatan yang se-“resam” antara pemimpin dan rakyat, yang menjadi tulang punggung kesatuan dan persatuan nasional.

                                

Bentuk pelataran monumen adalah “segitiga” yang melambangkan mata anak panah yang mengarah pada satu titik menghadap tiang bendera tempat Sang Saka Merah Putih berkibar di halaman Gubernuran (d/h Gedung Daerah).


Bentuk dasar “dampar” monumen adalah “segilima” dalam 4 (empat) tingkatan yang melambangkan 5 sila dari Pancasila dan juga melambangkan tahun 45 sebagai tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kaki monumen berbentuk segilima yang melambangkan Pancasila dengan lambang sila-sila Pancasila.



Dampar yang menjadi alas patung berbentuk “astakona” atau segi delapan, melambangkan bulan ke delapan yakni bulan Agustus sebagai bulan diproklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia.



Komplek makam Pendiri Kota Pekanbaru Marhum Pekan merupakan Situs  Cagar Budaya yang terdapat di Kota Pekanbaru , situs ini terletak di kelurahan kampung Bandar kecamatan Senapelan. Komplek makam ini merupakan pemakaman keluarga Kerajaan Siak yang pernah memerintah di Kota Pekanbaru. Dulu masyarakat yang bermukim disekitar komplek makam ini lebih mengenal makam ini dengan sebutan perkuburan Mesjid Raya atau Kuburan Raja. Pada tahun 2004 makam ini dirubah namanya menjadi Komplek Makam Marhum Pekan karena ada Makam Marhum Pekan pendiri Kota Pekanbaru


Dalam komplek makam ini terdapat situs peninggalan sejarah yang sering dikunjungi oleh wisatawan sebagai objek wisata sejarah dan religi yang bernilai tinggi.

Peradaban sebuah bangsa menjadi bermakna, ketika dia mampu memahami dan mengingatnya dalam memori yang dituangkan pada simbol-simbol peradaban. Dirasakan detak jantung dan napasnya pada kehidupan nyata, serta mampu menghargai simbol, makna yang terkandung di dalamnya. Melalui perilaku dan adab budaya, terkuaklah peradaban yang telah dimiliki.
Sebuah perhelatan bertajuk Wisata Fotografi adalah kegiatan hunting partisipatif pada kawasan prioritas penataan pemukiman sesuia dengan Visi " Menjadikan kelurahan Kampung Bandar Menjadi Kawasan Sejarah dan Budaya Melayu di Kota pekanbaru" dalam perspektif foto-foto mengantarkan kami untuk menelusuri sebuah kejayaan dan peradaban melayu masa lalu di kota Pekanbaru. Kami seakan berada di Pekanbaru masa lalu. Minggu pagi 7 Oktober 2012 kami dipandu oleh bapak Muhammad Thohiran juru pelihara situs kompleks makam Marhum Pekan, Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3). Dengan pengeras suara Bapak thohiran mengantarkan kami dan menjelaskan situs sejarah dan pusat budaya masyarakat masa lalu.
Tepian sungai siak tempat dimana kami berdiri dulunya adalah terminal lama pintu kedatangan ke pekanbaru, kini terminal tersebut sudah musnah dan hanya menyisakan sebuah bangunan kecil yang dulunya digunakan sebagai Kursi tunggu bagi penumpang.
TERMINAL KOTA PEKANBARU DI TEPIAN SUNGAI SIAK TEMPO DULU

LOKASI SAAT INI EKS TERMINAL KOTA PEKANBARU DI TEPIAN SUNGAI SIAK