Tampilkan posting dengan label EVENT. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label EVENT. Tampilkan semua posting
Petani Desa Pemandang Kabupaten Rokan Hulu di Riau akan menggelar pesta makan durian  di Pekanbaru. Bagi penggila kuliner khususnya Buah Durian silahkan datang dan menikmati pada Hari Minggu 18 Desember 2016 di Gelanggang Remaja Pekanbaru pada Pukul 18.00-22.00 WIB.
 
Event Ini bukanlah sekedar memakan durian  tapi lebih dari itu, yaitu menjaga sebuah kearifan lokal dari masyarakat Desa Pemandang Kabupaten Rokan Hulu. Acara ini diselenggarakan oleh Kelompok Tani Riau Lestari,  dalam acara ini akan dilakukan 'Deklarasi Haluan Anggota Kelompok Tani Riau Lestari' dan juga agenda lainnya, yaitu Pengenalan Desa Pemandang, Anugrah Kearifan Lokal, serta Pentas Seni.

Pesta durian ini menjunjung tema "Bersama Petani Kita Wujudkan Swasembada Pangan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Riau". Menurut Panitia Pelaksana, durian yang disajikan merupakan durian berkualitas terbaik yaitu  durian montong dan durian mentega (durian jantung dan durian tapa).

Acara ini tidaklah gratis, panitia menawarkan tiket, dimana satu tiket untuk 1orang peserta, untuk harga Tiket Umum sebesar Rp.30.000 sedangkan VIP Rp.100.000, untuk satu paket atau sebanyak 5orang satu meja dikenakan biaya tiket Rp.150.000 dan akan diberikan 8durian untuk 5orang tersebut atau satu paket, dan jika merasa kurang dengan jumlah 8 durian tersebut, peserta  dapat menambah durian lagi, dengan syarat durian tersebut tidak diizinkan untuk dibawa pulang dan hanya untuk dimakan ditempat pelaksanaan, menurut Ela, salah satu penjual tiket ia lebih banyak menjual tiket untuk umum, menurutnya Tiket untuk umum lebih murah dan kualitas durian yang disajikan untuk tiket dan VIP adalah sama. Uang dari penjualan Tiket tersebut merupakan dana untuk durian dan juga transportasi durian dari Desa Pemandang ke Pekanbaru. 

 
                                              


Dengan pesta durian ini, para petani dapat memperkenalkan budaya kearifan lokal dan buah durian asli milik masyarakat. Untuk mengumpulkan buah durian sebanyak 4.000 buah, panitia sudah berkoordinasi dengan masyarakat desa supaya dua hari menjelang hari H, buah durian tidak boleh dijual pada siapapun.

“Untuk mendapat 4.000 durian, kami hanya kumpulkan dua hari saja, dan masyarakat desa sudah sepakat. Inilah bentuk kearifan lokal kami. Dan jangan salah, di desa itu kalaupun ada warga yang tak punya pohon durian, dia boleh menikmati durian dari tetangganya, dan gratis. Kearifan lokal inilah yang mesti kita lestarikan,” ujar Purnomo panitia pelaksana melalui percakapan telpon.
 
Sementara itu salah seorang penjual tiket, ela menyatakan bahwa ia protes karena beberapa media online memberitakan bahwa event ini berlangsung hari sabtu, ngak mungkin dong pak event ini digelar bersamaan dengan Final Piala AFF Indonesia vs Thailand.

Jika Anda penasaran mencicipi bagaimana wangi aroma dan legit lezatnya rasa durian khas Rohul silahkan datang keacara ini dan untuk pembelian tiket dapat menghubungi Ela di 082386942191. (pn)
Pertumbuhan pengguna Internet atau melek internet di Indonesia kian meningkat dan ini terjadi seiring kebutuhan informasi dan tentunya dengan perkembangan teknologi. Dan ini merupakan peluang yang cukup besar bagi blogger dan pengelola media online, namun selama ini blogger dan pengelola media online kesulitan untuk berkembang karena kalah dengan media-media besar, terutama dalam memperoleh traffic ataupun iklan.

Menyikapi hal terebut diatas UC Web yang difasilitasi oleh Aliansi Jurnalis Independensi (AJI) pada Festival Media 2016 Sabtu tanggal 19 November 2016  di Kota Pekanbaru, mengadakan kumpul bersama dengan mengusung tema "How to Monetize Your Blog and Web“, 

UCWeb, sendiri merupakan bagian dari Alibaba Group yang beberapa waktu lalu telah meluncurkan UC News di Indonesia. UC News merupakan platform didukung oleh teknologi ‘big data’ yang menyajikan berita pilihan dan terpopuler dengan berita nasional dan internasional, teknologi, hiburan, film, gaya hidup, travelling, kesehatan, humor,  dan lain-lain. 

Ketua AJI Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Suwarjono atau yang biasa disapa Mas Jono yang merupakan Pemimpin Redaksi Suara.com, menjelaskan acara ini merupaka jawaban dari  kebutuhan nyata dari para blogger dan pengelola media online untuk menghasilkan pendapatan. Sehingga mereka bisa terus mempublikasikan konten-konten bermutu di internet (Content is King) , bahkan Mas Jono buka-bukaan mengenai Traffic kunjungan perhari website yang ia kelola serta penghasilan perbulannya.

Sementara dari UC Web hadir sebagai pembicara Marcos Federal, Senior Business Manager of UC Web (Alibaba Group) dan dalam suatu perbincangan Marcos menyampaikan bahwa Pekanbaru merupakan kota tempat ia lahir dan dibesarkan, selain itu juga menjadi pemateri Ghanniy Fitra, Senior BD Manager Alibaba. Marcos dan Ghanniy menyampaikan bagaimana  cara monetisasi blog dan media dan mereka juga menyampaikan bahwa  UC News  telah bekerjasama dengan banyak media di Indonesia, dan UC News membuka kesempatan untuk bekerjasama dengan blogger terutama blogger dan pengelola media  penyedia konten lokal.

Selain itu hadir juga sebagai pembicara selebgram Goizza, goizza menjelaskan bagaimana ia memulai menjadi Selebgram, dan menjelaskan tips dan trik menghasilkan uang melalui instagram, bahkan ia juga menyebutkan tarif untuk endorse di Akun Instagramnya. Acara ini berlangsung dengan  sukses, dan ini ditandai dengan antusiasnya peserta dengan mengajuka berbagai pertanyaan kepada narasumber.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman me-Launching Calender of Event Riau 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Kamis malam (17/3).

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut baik diluncurkan Calender of Event Riau 2016 sebagai wujud tekad Provinsi Riau menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan (selain minyak bumi dan kelapa sawit yang selama ini sebagai sumber utama) sekaligus dalam rangka mendukung program Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia mewujudkan target tahun ini kunjungan 12 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan pergerakan 260 juta wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

Untuk mendukung target pariwisata nasional tersebut, Provinsi Riau telah menetapkan sejumlah event unggulan pariwisata dalam Calander of Event Riau 2016 dengan mengandalkan potensi berupa daya tarik alam (nature), budaya (culture) dan daya tarik wisata buatan (man-made) antara lain festival budaya Pacu Jalur dan Bakar Tongkang serta Festival Bekudo Bono yang telah mendunia.

“Pilihan Riau menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan adalah pilihan yang sangat tepat, karena bila tetap mengandalkan pada minyak dan CPO, yang selama ini menjadi andalan Provinsi Riau, ke depan kedua komoditas ini kenderungannya terus menurun. Tahun 2020 mendatang penghasilan devisa dari minyak trennya akan menuruntajam begitu pula dari CPO trennya hanya mendatar saja, sedangkan pariwisata trennya meningkat dan akan menjadi penghasil devisa terbesar mencapai Rp 240 triliun ,” kata Menpar Arief Yahya.
 
Menpar Arief Yahya menjelaskan, Provinsi Riau memiliki potensi pariwisata berupa daya tarik budaya (culture), alam (nature), dan buatan (manmade). Potensi ini tinggal ditingkatkan dengan strategi pemasaran dan promosinya yang mengacu pada strategi yang dijalankan oleh Kemenpar dengan pendekatan DOT (Destination, Origin, dan Time) serta BAS (Brandidng/PR-ing, Advertising, dan Selling). “Selain itu tiga komponen; aksesbilitas, atraksi, dan amenities yang akan membentuk produk pariwisata di Riau semakin berkualitas dan memiliki daya saing tinggi, harus dibangun dan ditingkatkan,” kata Arief Yahya. 
Bono Sungai Kampar,salah satu andalan wisata riau yang telah mendunia

Menpar Arief Yahya mengatakan, Riau mempunyai atraksi antara lain festival budaya Pacu Jalur dan Bakar Tongkang, sebuah tradisi yang telah berjalan seabad lebih, telah mampu mengundang banyak wisatawan termasuk wisman dari etnis Tionghoa yang mencapai 20 ribu wisman. Riau juga memiliki event wisata petualangan (adventure tourism) dan wisata olahraga (sport tourism) ke depan perlu digencarkan strategi pemasaran dan promosinya. 

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, Riau yang juga mendapat sebutan sebagai “Bumi Lancang Kuning” selama ini identik dengan minyak bumi, hamparan kebun kelapa sawit atau sebuah kawasan berkembang dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia Bagian Barat. Kekayaan sumber daya alam yang telah memberi berkah itu telah bertemu dengan keinginan kuat dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menghadirkan terobosan baru .yakni di sektor pariwisata. “Bumi Lancang Kuning kini sedang berbenah mengembangkan layarnya dengan menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian. Kami harapkan sektor ini akan mampu memberikan kontribusi positif terhadap sector lainnya,” kata Arsyadjuliandi Rachman.

Gubernur Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, peformansi Provinsi Riau di sektor pariwisata pada 2015 yang lalu cukup menggembirakan dengan aktif berpartisipasi di berbagai event pariwisata nusantara dan mancanegara di antaranya berhasil meraih predikat The best untuk penampilan seni dan budaya yang dilombakan pada China ASEAN Expo 12th di Nanning, China mewakili Indonesia.
(sumber : Siaran PersLaunching Calendar of Event Riau 2016/Kemenrian Pariwisata)
Jalur Andalan Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu berhasil mendapatkan Piala Bergilir  Menteri Pariwisata RI, Tuah kalajengking Muda Indragiri keluar sebagai Juara Event Pacu Jalur Tahun 2015 di Tepian Narosa Sungai Indragiri Taluk Kuantan. Di final Tuah kalajengking Muda Indragiri mengalahkan Jalur dari Pintu Gobang Kari Kuantang Tengah yaitu Tuah Koghi Dbalang Ghajo. 

Berikut Daftar Juara Festival pacu Jalur Tahun 2015 di Taluk Kuantan :
  1. Tuah kalajengking Muda Indragiri (Inhu)
  2. Tuah Koghi Dbl Ghajo (KT)
  3. Palimo Olang Putie (HK)
  4. Puti Mandi Mayang Terurai (KM)
  5. Sijontiak Lawik (CRT)
  6. Putri Bungsu Dbl Hitam (Inhu)
  7. Linggar Jati RAPP (PGn)
  8. Siposan Rimbo RAPP (PGN)
  9. Juragan Kuantan (GT)
  10. Sialang Soko (Inhu)
  11. Meriam Onggang Parau (KH)
Festival Kampung Senapelan merupakan event yang bertujuan mengangkat marwah Melayu, dan event ini ditaja  mahasiswa/i FKIP Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang mengambil mata kuliah Tradisi Melayu & Pembelajaran Budaya Melayu di Universitas Riau dan bersama Riau Heritage. Acara ini bukanlah suatu proyek ataupun bisnis namun murni kreatifitas mahasiswa/i tersebut untuk mengangkat marwah melayu.

Pameran Batik Riau
Berbagai Kuliner Khas Riau

Acara ini berlangsung dari tanggal 20-21 Desember 2014. Akan ada Pameran Photo, Pameran Batik Riau, Wisata kuliner, Syair dan Dongeng, Musikalisasi Puisi, Tarian, Lagu Melayu, serta Permainan Rakyat dan berbagai macam penampilan kesenian, dan berbagai hal yang berhubungan dengan kebudayaan Melayu. Festival ini gratis tanpa dipungut biaya apapun.

Jadwal Festival Kampung Senapelan Hari Pertama
Jadwal Festival Kampung Senapelan Hari Kedua





Ihsan seorang remaja tanggung Mahasiswa UIN sedang asyik melihat satu persatu photo, karikatur dan blog di Atrium Rokan Mall SKA Pekanbaru. Sembari menenteng kamera DSLR miliknya,Ihsan sangat antusias menjelaskan photo-photo tersebut kepada pengunjung lain. Ternyata Ihsan merupakan salah satu team dari Kesah Asap yang menaja Pameran Photo, Karikatur dan Blog. Acara ini berlagsung dari tanggal 4 hingga 12 April 2014. Dan Opening Ceremonynya dilakukan pada tanggal 5 April.  Acara ini adalah bentuk protes dengan cara yang kreatif dari masyarakat Riau yang sudah bosan  dengan penderitaan asap selama 17 tahun terakhir.

Kesah Asap Pameran Foto, Karikatur dan Blog ini bertajuk I Love The Blue , mungkin I Love The Blue bermakna kami rindu atau cinta dengan Langit Biru, maklum selama beberapa bulan terakhir langit Pekanbaru dan Kabupaten/kota lainnya di Riau dipenuhi Kabut asap , sehingga warga Riau sangat merindukan langit biru yang jernih dengan awan putih dan sinar mentari yang indah. Alih-alih melihat langit biru, apa yang mereka lihat sehari-hari di luar rumah saat ini hanyalah kabut asap tebal yang bahkan untuk bernafas saja cukup susah dan mentaripun enggan untuk tersenyum dipagi hari,matahari berubah warna menjadi oren ataupun sama sekali tidak terlihat begitupula dengan rembulan malam yang enggan menampakkan dirinya.
Photo Kiriman dari Masyarakat
source : http://www.kicauanvina.com/2014/04/event-i-love-blue-kesah-asap-edisi-riau.html
Bencana Kabut asap diriau adalah bencana tahunan yang terus terjadi, lebih kurang selama 17tahun bencana ini selalu ada, semenjak tahun 1997 hingga 2014 kabut asap terlalu terjadi, bencana ini disebabkan musim kemarau dan juga pola ataupun cara pihak tertentu yang sengaja membakar hutan ataupun lahan, dengan cara membakar mereka akan menghemat waktu dan biaya.

Melihat kenyataan tersebut, beberapa anak muda kreatif yang dipelopori Oleh Enje, Mas Shodik Purnomo dkk tergerak untuk melakukan aksi protes melalui Pamran Photo, Karikatur dan Tulisan (blog). Hingga akhirnya lahir KESAH ASAP. Kesah Asap merupakan bentuk keprihatinan masyarakat Riau untuk berbuat sesuatu terhadap bencana asap yang selalu terjadi setiap tahun dibumi Lancang Kuning. Pameran Kesah Asap ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian semua pihak untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. 
Salah Satu Karikatur dari SIKARI
source : http://www.kicauanvina.com/2014/04/event-i-love-blue-kesah-asap-edisi-riau.html

Berdasarkan pantauan kami dilokasi pameran, photo yang ditampilkan merupakan photo kiriman dari masyarakat  Riau dari berbagai daerah yang terkena bencana asap,bahkan juga ada salah satu photo kiriman dari Warga Jepang dan juga beberapa Photo dari Satgas Karhutla Riau. Pameran Kesah Asap ini melibatkan sejumlah anak muda kreatif dari Komunitas SIKARI yang memberikan kaikatur terbaik mereka mengenai asap Riau dn juga tulisan-tulisan dari Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru, tidak hanya pameran, kesah asap ini juga menampilkan Talkshow, performance musik, dan juga penampilan menarik dari Stand Up Comedy Pekanbaru.
                                          Tulisan dari Anggota Blogger Bertuah Pekanbaru                                                                               
Melalui Akun Facebooknya Shodik Purnomo salah satu penggiat Kesah Asap mengatakan "kami hanya ingin Pameran ini 1x saja, dan ini yg terakhir" dan Semoga ini menjadi yang pertama dan terakhir kalinya dan tahun depan sudah tidak ada lagi asap dan tidak ada lagi Pameran Kesah Asap Riau. 

 
Bono Sungai Kampar merupakan rahasia alam dan fenomena alam yang unik yang berada di kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Bono Sungai Kampar memiliki suara menderu yang dasyat . Ombak Bono Sungai Kampar merupakan gelombang yang panjang yang panjangnya mampu mencapai 60km dengan kecepatan rata-rata  40 km per jam dengan ketinggian gelombang mencapai 6meter.


Kini Pemerintah kabupaten pelalawan dan pemerintah pusat melalui kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berusaha mempromosikan Bono Sungai Kampar menjadi Ikon Wisata Alam di Indonesia. Bahkan pemerintah Pusat dan daerah khususnya Kabupaten pelalawan  berkomitmen untuk mewujudkan Wisata Bono menjadi Wisata Tujuan Internasional.

Dalam sebuah acara Focus Discussion Grup (FGD) dengan tema Membangun Kesepahaman dan Kesepakatan Bersama dalam Upaya Pengembangan Wisata Bono menjadi Ikon Wisata Internasional, yang diselenggarakan di Hotel Pangeran Pekanbaru pada tanggal 31 Mei 2012 lalu dicapai suatu kesepakatan dan komitmen untuk menyegerakan pengembangan pariwisata bono sebagai kawasan wisata dunia dari Riau. Termasuk diantaranya pembentukan tim nasional di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. dan WISATA BONO DIHARAPKAN MENJADI WISATA FENOMENA ALAM YANG LANGKA DIDUNIA DAN DAPAT MENJADI IKON WISATA DUNIA PADA TAHUN 2015.
                    


Berbagai upaya promosi telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten pelalawan diantaranya dengan mengundang surfer Indonesia dan Asing untuk datang ke Wisata Bono Sungai Kampar dan mendokumentasikan aktivitas peselancar tersebut. Tiap tahunnya Pemerintah Kabupaten pelalawan juga rutin menyelenggarakan event budaya Tirta Bono. Bahkan baru-baru ini Pemkab Pelalawan mengadakan sebuah acara Bono Offroad Extreme 2013. Melalui Bono Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan menyapa Indonesia dan Dunia untuk hadir menyaksikan dan merasakan dasyatnya ombak di Sungai Kampar.

Tidak hanya itu saja, di Tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga menyelenggarakan Acara Festival Bekudo Bono 2013, Festival Bekudo Bono 2013 merupakan edisi perdana, dan selanjutnya Festival ini akan dilaksanakan secara rutin tiap tahunnya.



Festival Bekudo Bono 2013 ini mengambil tajuk 7 Days for 7 Ghosts, Festival Bekudo Bono 2013 tidak hanya berselancar,tetapi juga ada kegiatan lain seperti lomba memancing, Selancar Bono, Bekudo Bono (Arung Bono), Photo Contest, Pameran Produk Lokal dan Bazar serta Pergelaran Seni dan Budaya (Tirta Bono).

                      

Festival bekudo bono 2013 diawali dengan Lomba Memancing pada tanggal 16 November 2013, dan pada tanggal 17 November pembersihan dan penghijauan di sekitar lokasi wisata Boo sungai kampar dan juga diadakan pameran produk lokal dan bazar yang bertempat di SMPN 1 Teluk Meranti dan malam harinya bertempat di salah satu rumah makan di Pekanbaru diadakan Konferensi Pers dan gala Dinner bersama ,panitia, juri, perselancar dan media peliput festival bekudo 2013, keesokan harinya diadakan Ritual Adat Semah Sungai dan Doa Bersama serta dimulai pelaksanaan Photo Contest, dan pada Tanggal 19 November 2013 Festival ini secara Resmi dibuka oleh Wakil menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia
Dr. Sapta Nirwandar, dan Pada tanggal 19 juga telah dilangsungkan Lomba Selancar yang dibagi dalam 2 kelas yaitu Kelas Pemula (amatir) yang diikuti oleh 38 Perselancar Lokal Teluk Meranti dan Kelas Profesional yang diikuti Peselancar nasional seperti Marlon Gerber, Pepen Hendrik, Dedi Gun, Varun Tanjung dan Aldino, selain lomba berselancar juga dilakukan Lomba Bekudo Bono (Arung Bono), lomba bekudo ini dilakukan oleh 2 orang dengan menggunakan sampan, pendayung sampan berusaha mendahului ombak bono dan yang lebih dahulu sampai di finish dialah menjadi pemenang, dahulu bekudo bono ini sering dilakukan warga Teluk Meranti, kini sudah jarang dilakukan, diharapkan dengan dilakukannya Festival Bekudo Bono ini, tradisi lama Bekudo Bono tetap terjaga. Jika pada siang hari kita bisa menyaksikan Berselancar dan Bekudo Bono,maka pada malam harinya Pegelaran Tirta Bono (Seni dan Budaya) menjadi suguhan yang menarik untuk dapat disaksikan sembari membeli produk-produk lokal Teluk Meranti

Siak Sri Indrapura - Pembalap Nasional Indonesia dari Tim ISSI DKI Jakarta Ryan Ariehaan keluar sebagai juara Lomba Balap Sepeda Tour de Siak 2013 setelah berhasil mempertahankan kaos kuning pada Etape III Tour de Siak 2013. Dari Tiga Etape yang diperlombakan Ryan berhasil menjadi yang terbaik di kelas General Individual Classification pada 2 Etape,masing-masing pada Etape II dan III.


Etape III Tour de Siak merupakan Etape pamungkas Tour de Siak 2013 dan  merupakan yang terjauh serta terberat karena wilayah yang sedikit berbukit dan berliku dan menempuh perjalanan sejauh 182,12km. Para pembalap menempuh perjalanan menuju  Perawang,mereka akan disuguhi keindahan panorama alam Siak dari atas Jembatan Sultan Syarif Hasyim. 


Ryan menyelesaikan tiga etape lomba Tour de Siak dengan total catatan waktu 10:25:35, dengan hasil tersebut, Ryan didaulat menjadi  pembalap nasional terbaik  Tour de Siak 2013. Pada Etape III ini Pembalap Thailand
Thurakit Boonratanathanakorn berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4:16:44, atau selisih 30 detik dari rombongan besar di belakangnya, namun total catatan waktunya belum bisa mengungguli waktu Ryan Ariehaan.

Sementara itu, kaos hijau tetap dipertahankan oleh pebalap Indonesia dari tim United Bike Kencana, Fatahillah Abdullah, setelah menjadi yang terbaik pada kategori sprint dengan total 11 poin, selisih satu poin dari pebalap Indonesia dari Custom Cycling Club Aldi Apriani.

                          
 
Kecelakaan mewarnai Finish Etape III,beberapa meter menjelang garis finish, terjadi kecelakaan yang disebabkan senggolan antar pebalap dan sebanyak 8 pembalap terjatuh.

Berikut Hasil Lengkap Etape III Tour de Siak 2013 :
Stage Individual Classification
Thurakit Boonratanatanakdi  (Thailand National Team)
Abdul Gani (Binong Baru Club Pessel)
Setthawut Yordsuwan (Thailand National Team)
Nur Fathoni (Team Siak Antangin)
Projo Waseso (United Bike Kencana)
Muhammad Elmi Jumari  (Persatuan Lumba Basikal Selangor)
Arin Iswana (Dodol Picnic Garut)
Hamdan Hamdun (Persatuan Lumba Basikal Selangor)
Sahrin Amir (Persatuan Lumba Basikal Selangor)


Stage Indonesian Individual Classification
Heksa Priya Prasetya Custom Cycling Club
Abdul Gani (Binong Biru Club Pessel)
Nur Fathoni (Team Siak Antangin)


General Individual Classification (Yellow Jersey)
  
    
 
Ryan Ariehaan  (ISSI DKI Jakarta)


General Indonesia Classification (Red & White Jersey)
Ryan Ariehaan  (ISSI DKI Jakarta)


Intermediate Sprint 1
Projo Waseso (United Bike Kencana)
Aldi Apriani    (Custom Cycling Club)
Rastra Patria (Traslibas Cycling Team Sidoarjo)
Tobin Angus   
(OCBC Search 2 Retain Team)


Intermediate Sprint 2
Fatahillah Abdullah (United Bike Kencana)
Nur Fathoni (Team Siak Antangin)
Aldi Apriani    (Custom Cycling Club)
Kritsada Changpad  (Thailand National Team)


Best Sprinters Classification - Point (Green Jersey)
Fatahillah Abdullah (United Bike Kencana)
Aldi Apriani    (Custom Cycling Club)
Ryan Ariehaan  (ISSI DKI Jakarta)




Tour de Siak 2013 telah menyelesaikan Etape II pada hari Sabtu 14 September 2013. Etape II yang dimulai dari depan Istana Siak pada dan finish di depan RSUD Pemkab Siak dengan jarak tempuh 154,18km yang melintasi Rute Siak - Dayun sebanyak tiga putaran dan secara Individual didominasi oleh  atlet Indonesia.


Tour de Siak 2013 pada hari Jumat 13 September 2013, telah menyelesaikan etape I. Etape I Tujuan Siak - Sei Apit menempuh jarak 115,45 km. Etape I dikuasai pembalap dari luar Riau, berikut hasil lengkap Etape I Tour de Siak 2013.


                        


Stage Individual Classification
1  Projo Waseso - United Bike Kencana 
2  Arin Iswana - Dodol Picnic Garut 
3  Rastra Partia - Translibas Cycling Team Sidoarjo 
4  Tobin Angus - OCBC Search 2 Setain Team
5  Sama'i - Translibas Cycling Team Sidoarjo
6  Bambang Suryadi - United Bike Kencana 
7  Hartono Gunawan - Pengprov ISSi Jateng
8  Jamaluddin Novardianto - Binong Baru Club Pessel
9  Setthawut Yordsuwan - Thailand Nastional Team
10 Ayop Isa - Bahrain Team
 
Stage Indonesian Individual Classfication (Red & White Jersey)
1  Projo Waseso - United Bike Kencana 
2  Arin Iswana - Dodol Picnic Garut 
3  Rastra Partia - Translibas Cycling Team Sidoarjo
 
Intermediate Sprinters Classification - Point (Green Jerse)
1  Fatahillah Abdullah United Bike Kencana 
2  Rastra Partia - Translibas Cycling Team Sidoarjo
3  Parno - TKFC Bike 
4  Aiman Cahyadi - Pengprov ISSI Jakarta
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan menggembangkan salah satu produk baru pariwisata yaitu Pariwisata Syariah. Pengembangan Pariwisata Syariah ini akan diterapkan pada empat jenis komponen usaha pariwisata, yaitu: perhotelan, restoran, biro atau jasa perjalanan wisata, dan spa. Selain keempat jenis usaha pariwisata tersebut, sarana penunjang pariwisata lainnya juga akan diikutsertakan.

Pengembangan Pariwisata Syariah Indonesia ini mengacu pada estimasi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara Muslim ke Indonesia yang tidak hanya berasal dari Timur Tengah namun juga dari Eropa. Hingga tahun ini Ditjen Pemasaran Pariwisata, Kemenparekraf mencatat kunjungan wisatawan Muslim ke Indonesia mencapai 1.270.437 orang per tahun yang mayoritas berasal dari Arab Saudi, Bahrain, Malaysia, Singapura dan Perancis. Selain itu, Indonesia juga berkaca pada negara-negara di Asia seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Korea, Jepang, Taiwan, bahkan Chinayang sudah terlebih dahulu mengembangkan pariwisata syariah.

Dalam pengembangan pariwisata syariah, Kemenparekraf menggandeng Dewan Syariah Nasional (DSN), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU). Mereka akan bekerjasama untuk mengembangkan potensi dan standar pariwisata yang menjunjung tinggi budaya dan nilai-nilai Islami. Standar pariwisata syariah ini nantinya akan dituangkan dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Tujuan pariwisata syariah adalah meningkatkan kunjungan wisatawan dalam maupun luar negeri untuk menggunjungi berbagai destinasi maupun atraksi pariwisata yang memiliki nilai-nilai Islami, yang tersebar di seluruh Indonesia. Beberapa daerah tersebut diantaranya adalah: Aceh, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makassar, Yogyakarta dan Lombok.Tujuan lainnya adalah untuk mendorong tumbuh kembang bisnis syariah dalam industri pariwisata.

Pariwisata syariah ini rencananya akan diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam launchingnya di acara Indonesia Halal Expo (Indhex) 2013 pada 30 Oktober - 2 November 2013 bertempat di Jakarta Internasional Expo, Jakarta. Dalam acara tersebut berbagai usaha-usaha pariwisata yang memenuhi standar syariah akan ikut dipamerkan pada pengunjung.

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan basis pemeluk Islam terbesar di dunia sehingga tidak heran memiliki begitu banyak destinasi dan atraksi wisata dengan sejarah, budaya dan nilai-nilai Islami contohnya seperti masjid, pesantren atau makam bersejarah. Karena alasan inilah yang membuat Indonesia mampu mengembangkan pariwisata syariah. Pariwisata syariah juga sebenarnya tidak hanya mencakup destinasi dan atraksi pariwisata dengan nilai-nilai Islami semata, lebih dari itu, pariwisata syariah memiliki ruang lingkup yang sangat luas. (indonesia.travel)
Kabupaten Kampar merupakan Serambi Mekahnya Provinsi Riau yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi Islam yang mengakar. Perpaduan tradisi budaya dan Islam menghampiri hampir seluruh aktivitas kegiatan masyarakat kampar.

Ada sebuah tradisi yang cukup unik di masyarakat Kampar yaitu Hari Rayo Onam " Hari Raya Enam. Hari raya enam merupakan hari raya setelah melaksanakan puasa enam hari di bulan syawal atau tepatnya
pada tanggal 7 syawal. Sebagian besar masyarakat Kampar lebih menganggap dan meriahkan  hari raya enam dibandingkan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal. Hari raya enam ini menurut ninik mamak setempat merupakan hari raya berbagi dan bersilaturrahmi antar sesama baik itu sesama warga setempat maupun dengan warga perantau yang sudah lama meninggalkan kampung halamannya.

                                      

Pada perayaan Hari Raya Enam,perantau asal kampar  wajib pulang kampung, dan harus membawa semua anggota keluarganya dari rantau untuk memperkenalkan sanak saudaranya di kampung halaman. Setiap pelaksanaan acara hari raya enam ini biasanya selalu diisi dengan acara tradisi dan hiburan. Seperti pelaksanaan tahun ini, dari paginya semua warga tersebut berkumpul di salah satu mesjid kemudian mengarak-arak anak yatim kemudian berkumpul dipinggir sungai kampar sambil melakukan makan bersama anak yatim dan seluruh warga perantau yang datang.

Setelah acara jamuan makan diadakan, selanjutnya diadakan pesta rakyat bagi anak-anak generasi muda untuk mempererat tali persaudaraan diantara mereka dengan acara pacu goni dan panjat pinang serta tarik tambang.

DIbeberapa desa di kecamatan bangkinang Seberang, Kecamatan Tambang, Kecamatan Bangkinang Barat dan tempat lainnya di Kabupaten , di H
ari Raya Enam mereka melakukan tradisi ziarah kubur, dan ziarah kubur ini hanya dilakukan oleh kaum laki – laki, mereka masih mempercayai bahwa orang yang telah meninggal dunia masih mempunyai hubungan dengan orang yang masih hidup terutama orang – orang yang dekat dengannya seperti anak – anak dan keluarganya. Untuk menjalin hubungan tersebut maka terjadilah tradisi Ziarah kubur ini yang bertujuan untuk mendoakan para arwah / roh dari orang – orang yang telah meninggal dunia sehingga jiwanya merasa tenang dan tentram didalam kubur.

Ziarah Kubur ini didasari tradisi agama dan kearifan lokal masyarakat Kampar.  Dari tradisi agama, ziarah kubur merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan
oleh nabi Muhammad SAW, karena dengan memberikan doa kepada orang – orang yang telah meninggal dunia mereka percaya dapat memberikan perlindungan dalam kehidupan mereka, dan dengan berziarah kubur, mereka akan lebih mengingat mati dengan demikian dapat meningkatkan keimanan kepada Allah seolah – olah mereka akan mati besok pagi. Sedangkan dari kearifan lokal atau tradisi adat istiadat ziarah kubur ini merupakan suatu kebiasaan ( tradisi ) yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka yang sesuai dengan ajaran Islam. Selain itu tradisi ziarah kubur juga  dapat mempererat hubungan diantara sesama kaum kerabat yang sudah lama terhenti karena kesibukan masing – masing.

Dibeberapa tempat di Kabupaten Kampar ziarah kubur pada hari raya enam, diawali dengan berkumpul disuatu tempat kemudian  bersama- sama melakukan ziarah, berkeliling dari satu kuburan ke kuburan lainnya. Dan ziarah kubur biasaya ditutup dengan makan bersama “Makan Bajambau” (hidangan ditalam).
Kredit Photo : BBM Faiz Helmi Jopang.




Jika Sumatra Barat mempunyai Tour de Singkarak, dan Perancis memiliki Tour de France. Kabupaten Siak dan Provinsi Riau nantinya bakal memiliki event yang sama yaitu  Tour de Siak. Tour de Siak yang pertama nantinya  yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 - 15 September 2013. Event ini  merupakan ajang promosi Wisata Daerah Kabupaten Siak dan Riau pada umumnya, acara ini akan dimulai dengan fun bike dan lomba fotografi sebelum memasuki acara puncak Tour de Siak 2013.



Tour de Siak yang dilaksanakan oleh Pengcab Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Siak mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, salah satunya dari  Wakil Menteri Sapta Nirwandar, menurut Wakil Menteri pada tanggal yang sama akan diadakan festival Toba, dimana festival tersebut merupakan festival tahunan yang telah menjadi agenda besar Provinsi Sumatra Utara, Event tersebut menarik ribuan wisatawan domestik dan mancanegara. dimana keriuhan Festival Toba tersebut sangat terasa. Dan Wakil menteri dan Bupati Siak berharap Festifal Toba dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam mempromosikan daerah Siak tentunya, selain itu Wakil Menteri Pariwisata juga berpendapat bahwa bahwa wilayah geografis Kabupaten Siak memiliki potensi luar biasa, dimana dengan adanya Event Tour De Siak tersebut juga dapat mempromosikan Sungai Siak, dengan menggelar pasar terapung. Ajang tersebut tentunya bisa mengangkat potensi siak yang ada, diantaranya sungai siak, seperti terkenalnya sungai-sungai di Bangkok.


Siak bisa dijadikan sebagai sport tourism ataupun pemaparan budaya lewat ajang ''Siak Bermadah'', Siak bisa memfungsikan sungai karena dinilai sangat bisa dijadikan sumber daya tarik wisata, kegiatan kayak, sepeda balap dan lain-lain bisa dijadikan sebagai tempat wisata dengan komersial tinggi. Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi sangat mengharapkan bahwa ''Tour de Siak'' akan disokong penuh oleh segenap lapisan masyarakat Kabupaten Siak. Jika sukses, Tour de Siak akan dijadikan kalender nasional

Gubernur Riau H.M. Ruslis Zainal, berharap pelaksanaan Tour de Siak dapat menjadi magnet bagi Siak untuk mempromosikan wilayahnya. Dalam hal promosi tak hanya pariwisata, namun sektor UMKM, investasi dan lainnya ikut terkena dampaknya, dan Gubri juga berpesan pada panitia pelaksana agar event ini dikemas secara baik, dan lakukan sosialisasi agar publik mengetahuinya.

Direncanakan nantinyaTour de Siak yang  pertama ini akan memberikan Multiplier Efek yang besar. Bayangkan saja, tour yang mengggunakan sepeda ini diikuti peserta dari luar Riau bahkan ada juga daerah tetangga.

Rute Tour de Siak yang dipersiapkan pun sangat unik dan memiliki daya tarik tersendiri, terutama dalam rute yang dilalui melewati tiga jembatan oleh para peserta. Mereka dapat menikmati panorama alam, dan juga potensi keunggulan yang ada di Siak, seperti perkebunan sawit, sungai, padi, istana dan lainnya. 




Etape I
Start Hari Jumat pukul 14.00 tanggal 13 September 2013 didepan Istana Siak dan akan melintasi kawasan Agrowisata Bunga Raya (lumbung padi terbesar di Provinsi Riau) selanjutnya melintasi Jembatan Sultan Abdul Jalil Rahmatsyah yang merupakan jembatan terpanjang di Riau (±1650 meter) menuju Sungai Apit yang terkenal dengan produksi nenas dan udang galah, selanjutnya kembali ke Kota Siak.


Etape II (154,18 Km)
Tanggal 14 September 2013 : Etape II melintasi jalan penghubung antara Kota Siak dan Kecamatan Dayun. Kecamatan Dayun sendiri adalah kawasan pusat pengeboran minyak bumi yang dikelola oleh perusahaan daerah (PT Bumi Siak Pusako) bekerjasama dengan Pertamina. Selain itu Dayun juga terkenal dengan Wisata Alam Kawasan Suaka Marga satwa Danau Zamrud, serta daerah penghasil Salak Pondoh Siak, hamparan perkebunan Kelapa sawit milik PTPN V.


Etape III (182,12 km)
Tanggal 15 September 2013 : Etape III sebagai etape pamungkas Tour de Siak 2013 merupakan yang terjauh serta terberat karena wilayah yang sedikit berbukit dan berliku. Dimulai pukul10.00 wib dari Kota Siak melewati jalanan bekas jalanan pertambangan minyak yang dulu bernama Caltex, dimana disisi jalan tersebut terdapat pipa minyak berukuran besar sepanjang rute. Sebelum memasuki Kota Perawang peserta akan menyaksikan keindahan panorama alam Siak dari atas Jembatan Sultan Syarif Hasyim. Dari sini akan terlihat Kota Perawang, sebuah Kota Industri yang pesat dengan populasi terpadat di Kabupaten Siak dimana berbagai macam perusahaan besar bermukim disana, salah satunya adalah perusahaan kertas PT. Indah Kiat Pulp and Paper dari Grup Sinar Mas yang merupakan salah satu raksasa industri pulp dan kertas di Asia





Informasi Tour de Siak :
http://tourdesiak.com/
https://twitter.com/tourdesiak
https://www.facebook.com/tourdesiak 

(Diolah dari berbagai sumber)