Logo ISG (Islamic Solidarity Games) III Tahun 2013 di Provinsi Riau Indonesia.
Logo 3rd Islamic Solidarity Games Indonesian

LOGO ISG 2013
ISG 2013


3rd Islamic Solidarity Games Indonesia


Filosofi Logo Islamic Solidarity Games (ISG) III  (Logo Philisophy 3rd Islamic Solidarity Games Indonesian)

                             
Berikut filosofi logo ISG III tahun 2013 :
  • Senyum membentuk bintang:
    -  Harmoni dalam kesatuan
    -  Mulia yang berarti ketulusan / sepenuh hati
  •  Bintang segi 5 mencerminkan 5 rukun Islam
  •  Layar perahu yang terkembang, menggambarkan jalan untuk meraih prestasi
  •  Bentuk bumi, di mana Anda berdiri, melihat bintang 
  •  Mosaik, menggambarkan penyebaran keanekaragaman budaya di dunia
                       
Riau adalah Negeri Melayu yang mempesona yang menyimpan sejuta khasanah. Mulai dari poisi Geografisnya yang sangat strategis hingga kekayaan alamnya yang melimpah tak terkira. Negeri ini memiliki wilayah yang membentang dari lereng timur bukit barisan sampai ke selat Malaka. Riau berhadapan langsung dengan Malaysia dan Singapura yang merupakan titik silang alur perdagangan dunia, yaitu Jepang, Hongkong, Korea, Timur Tengah, Eropa dan Australia. Posisi yang sangat strategis ini menempatkan Riau ditengah segi tiga pertumbuhan Indonesia, Singapura dang Malaysia. Riau juga diibaratkan teras Indonesia. Karena berhadapan langsung dengan negara-negara lebih maju seperti Singapura dan Malaysia

Selain memiliki letak yang sangat strategis itu, Riau memiliki pula kekayaan alam yang melimpah, yaitu minyak dan gas bumi, timah, bauksit, emas, batubara, gembut, bahan galian C seperti pasir dan sebagainya. Selain itu, Riau juga memiliki Flora dan Fauna yang beraneka ragam, yang tumbuh dan hidup dihutan-hutan. Diantara Flora itu adalah kayu kulim, sungkai, suntal, jelutung, medang, mentangor, meranti, tembusu, bakau dan sebagainya.

Riau dikenal sebagai Negeri Lancang Kuning. Nama ini merujuk pada kisah kebesaran kerajaan Melayu Riau. Lancang Kuning adalah sejenis kapal layar yang menjadi kapal komando armada perang.  Kapal Lancang Kuning digunakan para raja dan panglima, sebagai ujung tombak menaklukan berbagai daerah jajahan.  Kerajaan Melayu Riau sangat digjaya pada masanya. Lancang Kuning pun dikenang hingga Riau pun perlu namanya untuk diingat orang.

Sedangkan Faunanya, terdiri dari berbagai jenis binatang, diantaranya harimau, badak, beruk, lutung, cigak, siamang, kijang, rusa, kancil, biawak dan berbagai jenis ular serta aneka macam gunung dan unggas (serindit, enggang, elang, puyuh, tiuang, kutilang, gagak, bayan,kakak tua, punai, kurau, bangau dan lain-lain). 

Selain memiliki letak geografis yang sangat strategis dan kekayaan alamnya yang beragam, Provinsi ini juga memiliki peradaban Melayu masa lalu yang gemilang. Diantara kegemilangan itu, yang masih terpelihara dengan baik dan paling menonjol hingga kini adalah bidang kesenian, yaitu Seni Sastra, Seni Tari, Seni Musik, Seni Rupa ,Seni Teater Arsitektur Melayu



Batik Riau
Setelah konflik tentang kain tradisional ini sempat timbul karena klaim yang dilakukan Malaysia, United Nation of Educational, Scientific, and Cultural Organization akhirnya mengukuhkan batik sebagai salah satu budaya warisan dunia asli Indonesia pada 2 Oktober 2009 di Prancis. Corak dan motif batik Indonesia sendiri sangat banyak: ada yang merupakan motif asli dari nenek moyang bangsa kita dan ada juga yang merupakan akulturasi dengan bangsa lain, baik melalui pedagang asing atau penjajah. Dan batik bukan monopoli Jawa, hampir setiap daerah di Indonesia memiliki batiknya masing-masing dengan ciri khas yang berbeda satu sama lain, Batik Riau salah satunya, Batik Riau hadir  melalui ide untuk melestarikan desain dan budaya Riau Melayu melalui kain. Perkembangan Batik Riau telah menyebar ke seluruh Provinsi Riau dan bahkan sudah sampai keluar Riau.Batik Riau yang biasa disebut dengan Batik Tabir hadir dengan beragam corak dan motif dan sebagian besar motifnya didominasi motif flora dan fauna khas riau.
 
                        
                          Batik Riau



Zapin adalah khazanah tarian rumpun Melayu yang menghibur sekaligus sarat pesan agama dan pendidikan. Tari ini memiliki kaidah dan aturan yang tidak boleh diubah namun dari masa ke masa namun keindahannya tak lekang begitu saja. Nikmati dendang musik dan syairnya yang legit.

Tari zapin dikembangkan berdasarkan unsur sosial masyarakat dengan ungkapan ekspresi dan wajah batiniahnya. Tarian ini lahir di lingkungan masyarakat Melayu Riau yang sarat dengan berbagai tata nilai. Tarian indah dengan kekayaan ragam gerak ini awalnya lahir dari bentuk permainan menggunakan kaki yang dimainkan laki-laki bangsa Arab dan Persia. Dalam bahasa Arab, zapin disebut sebagai al raqh wal zafn. Tari Zapin berkembang di Nusantara bersamaan dengan penyebaran agama Islam yang dibawa pedagang Arab dari Hadramaut. 

                     


Pesta Olahraga Negara Negara islam Islamic Solidarity Games III (ISG 2013) digelar di Pekanbaru, Riau selama 12 hari pada 6-17 Juni 2013. Berikut  Jadwal ISG III 2013 (Islamic Solidarity Games)

Jadwal Islamic Solidarity Games (ISG) 2013
                                   
Panitia Islamic Solidaritiy Games (ISG) 2013 Lokal atau disebut dengan INAISGOC melakukan launching dan Rapat Kerja di Hotel Pangeran. Rapat tersebut langsung dipimpin oleh Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Usai rapat Gubernur mengatakan bahwa beberapa pertemuan sebelumnya juga telah dilakukan dan saat ini untuk persiapan tinggal mengikuti dengan ketentuan-ketentuan yang telah disesuikan dengan aturan-aturan. Riau selaku daerah yang dipercaya untuk menjadi tempat pelaksana multi ivent Internasional tersebut hanya tinggal kepada manajemen penyelenggaraan. Untuk venue yang akan dipergunakan nantinya saat ini pun tinggal penyempurnaan saja.
LOGO ISLAMIC SOLIDARITY GAMES (ISG) 2013

Sebagai Kota Serambi Mekkah Riau, Kabupaten Kampar mempunyai banyak cerita tentang Islam. Salah satunya adalah Masjid Jami'. Mesjid yang terletak di Jalan Pasar Usang Desa Tanjung Barulak, Air Tiris Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar ini dibangun pada tahun 1901 Masehi atas prakarsa Engku Mudo Sangkal, seorang ulama yang mengonsolidasikan potensi ninik-mamak dan cerdik-pandai dari 20 kampung di kenegerian Air Tiris. Sebagai panitia pembangunannya adalah yang disebut dengan Ninik Mamak Nan Dua Belas yaitu para ninik-mamak dari berbagai suku yang ada dalam seluruh kampung. Mereka mengerjakannya bersama anak kemenakan, termasuk tukang dari Trengganu, Malaysia, yang membuat mimbar yang dikerjakannya di Singapura. Tahun 1904 masjid ini selesai yang diresmikan dengan meriah oleh seluruh masyarakat Air Tiris dengan menyembelih 10 ekor kerbau.

                   

Arsitektur masjid ini menunjukkan adanya perpaduan gaya arsitektur Melayu dan Cina, dengan atap berbentuk limas, seluruh bagian bangunan terbuat dari kayu tanpa menggunakan besi dan paku
melainkan hanya pasak kayu. Masjid dengan bahan konstruksi utama kayu ini terdiri dari bangunan induk yang ukuran aslinya 30meter X 40meter, mihrab 7meter X 5meter, menara, dengan tinggi bangunan 24meter, serta dilengkapi dengan 2 mimbar, 2 bak untuk mengabil wudhu. Atapnya berupa limas tiga tingkat yang meruncing ke atas dengan tiang dan konstruksi kayu yang masih asli terlihat sangat indah. Demikian pula dindingnya yang miring, penuh dengan ornamen atau ukiran yang mirip dengan ukiran yang terdapat di dalam sebuah masjid di Pahang, Malaysia.  Engku Mudo Sangkal juga menukilkan ukiran di depan mimbar dan pada dua tonggak panjang dalam masjid masing-masing basmallah dan dua kalimah syahadat.
                   
Di dalam salah satu bak  air itu terdapat sebuah batu alam yang besar dan bentuknya seperti kepala kerbau tanpa tanduk dan telinga. Konon batu itu bisa berpindah posisi dengan sendirinya sehingga batu berbentuk kepala kerbau ini begitu disakralkan. Banyak yang mengunjungi mesjid ini hanya untuk mandi dengan air yang ada batu kepala kerbau bahkan mereka bernazar untuk meminta suatu keinginan dan kesembuhan penyakit, mereka mencuci muka atau tangan dengan air dari bak yang berisi kepala kerbau dan dipercaya dapat memberi berkah.
Pelaksanakan Multi Event Olahraga Islamic Solidarity Games sudah didepan waktu, sejumlah persiapan terus dilakukan panitia untuk menyambut  event Islamic Solidarity Games (ISG) Tahun 2013. Tidak saja menyiapkan sarana dan prasarana, penyempurnaan sarana yang ada juga dilakukan agar ajang ini bisa berjalan dengan baik.
                            
GOR Panahan Pekanbaru yang terletak di Kampus UIR yang menjadi venue Panahan terbaik kedua di Asia setelah yang ada di Korea Selatan akan diperbaiki, secara umum, lapangan ini sudah memenuh standar namun ada beberapa hal yang mesti dilakukan renovasi dan penambahan bangunan demi kesempurnaan.
Kelayang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, Indonesia. Dulu, Kelayang adalah nama sebuah desa yang dikenal dengan Keloyang, sedangkan Keloyang berasal dari Kolam Loyang.

Pada suatu masa, Kerajaan Indragiri mengalami zaman keemasannya. Ibukota kerajaan yang menjadi pusat pemerintahan berada di Japura. Semula Japura bernama Rajapura. Rakyat Indragiri hidup dengan sejahtera, tenteram, dan damai. Para datuk memimpin dengan baik dan menjadi teladan bagi seluruh penduduk negeri.

Suatu hari, salah seorang datuk yang bernama Datuk Sakti, pergi menghiliri Sungai Indragiri. Saat itu Sungai Indragiri masih bernama Sungai Keruh. Datuk Sakti ingin melihat kehidupan rakyatnya yang hidup di sepanjang sungai tersebut.
Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura yang terletak di kabupaten Siak  yang telah berdiri ratusan tahun disebut-sebut menyimpan harta tak ternilai baik materil maupun imateril. Uniknya, dibalik keindahan benda-benda yang dipamerkan ada sebuah lemari besi besar yang kokoh dan tidak bisa dibuka. Lemari besi yang tersimpan secara terbuka di bagian belakang istana berwarna hitam dengan ukuran 0,5 x 1,2 meter tampak biasa saja. Di balik dinginnya lemari yang knopnya telah dibongkar dan berbobot sekitar 300 kilogram tersebut ternyata tidak pernah bisa dibuka. Kuncinya dibuang ke laut oleh Sultan Syarif Kasim II Siak yang terakhir, sewaktu beliau menjadi penasehat Presiden Soekarno pada tahun 1945-1950.

Segala usaha sudah dilakukan oleh pihak keturunan kerajaan maupun pemda Siak untuk membuka brankas tersebut dengan mendatangkan ahli kunci dan orang pintar. Namun, segala upaya yang mereka lakukan tidak ada satu pun yang bisa membuka, bahkan lemari besi tersebut telah dibor, dilas, dicongkel, bahkan didoakan, namun tidak ada yang bisa membukanya. Bahkan ada cerita satu orang pintar yang terpental saat mendoakan lemari besi tersebut menyisakan retakan di salah satu dinding istana.

Lemari Besi Kerajaan Siak
Objek Wisata Alam Gelombang Bono terdapat di Hilir Sungai kampar atau lebih dikenal dengan sebutan Semenanjung Kampar, tepatnya di kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

Bono adalah gelombang besar yang terjadi bersamaan dengan pasang naik dan pasang surut dengan ketinggian puncak gelombangnya mencapai 4-6meter. Rentangan gelombang tersebut hampir selebar Sungai Kampar. Gelombag ini terjadi akibat benturan tiga arus air yang berasal dari Selat Malaka, aut China Selatan dan Aliran Sungai Kampar yang berbenturan dimuara sungai kampar dengan menimbulkan gelombang besar yang menggulung dan menghempas jauh kedalam sungai sehingga dapat menggulung dan menenggelamkan perahu serta kapal-kapal besar maupun kecil dan fenomena ini satu-satunya di Indonesia.


Helat Budaya Tepian Langit di Desa Rantau baru Kecamatan Pangkalan Kerinci
Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci yang biasa disebut dengan Melaka Kecil atau Rantau Baru Bawah, Rantau Baru adalah salah satu potret kampung khas Melayu yang masih relatif terjaga keasrian alamnya. Di sana terdapat sejumlah tasik seperti Danau Karang, Danau Sepunjung dan Danau Buntar yang alam semula jadinya masih cukup baik. Di Danau Sepunjung bahkan masih ada sekumpulan kayu sialang yang dihuni koloni lebah. Masyarakat sekitar masih kerap mengambil madunya. Pengunjung bisa merasakan pengalaman naik pompong menyusuri sungai dan tasik. Untuk menyusuri anak-anak sungai, bisa menggunakan sampan.

Di sepanjang sungai kita akan menemukan kehidupan khas negeri sungai seperti orang menjaring, membawa lukah dan lain sebagainya. Suasana sufi di Rantaubaru juga terwakili oleh adanya bangunan-bangunan suluk untuk mengaji dan lengkap dengan balai silat. Rantaubaru merupakan  gerbang lahir dan berkiprahnya ulama-ulama sufi terkemuka di kawasan Kampar Hilir, bahkan ada pameo yang melekat bagi masyarakat di pelalawan hingga saat ini  kalau mau jadi ulama menetaplah di Rantaubaru atau Melaka Kecil.


Desa Rantau Baru kecamatan pangkalan Kerinci yang merupakan perkampungan sufi, praktis selama 2 hari tanggal 3 dan 4 November 2012 menjadi pusat perhatian Seniman dan Budayawan Riau dan juga media massa baik itu media massa Lokal dan Nasional, dan ini juga tidak luput dari perhatian saya bersama teman-teman Blogger Bertuah Pekanbaru untuk berkunjung ke Desa Rantau Baru untuk menyaksikan pegelaran  Seni dan Budaya Melayu dengan tema “Helat Budaya di Tepian Langit, Ketika Laut Embun Bercerita”.

Akses menuju Desa Rantau Baru






Riau menyimpan banyak keunikan, salah satunya kekayaan cita rasa dalam kuliner khas tanah melayu. Kuliner Tanah melayu patut untuk dicicipi keunikan dan kelezatannya, salah satunya adalah Bolu Rendam. Bolu Berendam memiliki khas berwarna kuning, bolu ini dinamakan berendam karena terlebih dahulu bolu direbus dan kemudian dihidangkan dalam keadaan basah. Bolu Berendam memiliki rasa yang amat manis, berbeda dengan pembuatan bolu lainnya dimana komposisi gula, telur dan tepung seimbang,bolu berendam hanya memerlukan sedikit tepung dan memiliki adonan gula dan telur yang dominan.Menurut riwayat  Bolu Berendam merupakan makanan kesukaan para raja di Kerajaan Indragiri. Bolu Berendam dapat di jumpai di Keluarga Indragiri Hulu dan biasanya mereka menyajikan pada saat Acara Pernikahan, Hari raya Idul Ftri dan Idul Adha.
  




Salah satu kandidat bakal calon gubernur Riau dalam pemilihan Gubernur Riau yang mengemuka saat ini adalah Jon Erizal. Didukung bulat oleh PAN dan anggota Konfederasinya PBR, PAN yang merupakan partai terkuat ketiga di DPRD Riau ini tidak akan mengalami kendala berarti dalam mengusung Jon Erizal sebagai bakal calon Gubernur Riau. Selain dukungan dari DPP PAN di antaranya Ketua Umum sendiri Hatta Rajasa dan pengurus PAN Riau seperti T. Zulmizan Assegaf, dukungan juga dinyatakan oleh DPP PBR dan Pengurus PBR Riau. Bahkan terakhir PKS juga mendeklarasikan dukungan kepada Jon Erizal

Biodata 
Nama : H. Jon Erizal, SE, MBA
Tempat/Tanggal Lahir : Bengkalis, 30 Desember 1961
Orangtua : (Alm) H. Muhammad Yatim Awal (Ayah), Hj. Torlina (Ibu)
Nama Istri : Hj. Rita Benny Latief  
Anak : 
  •  Vasthi  Juwita Permata Erizal, Program Magister (S2), University, Inggris
  •  Azura Fidya Kirana Erizal, mahasiswi Royal Melbourne Institute Technology (RMIT), Australia
  • Vania Madina Erizal, siswi kelas I, SMA Bina Nusantara, Jakarta. 
  • Bangga Alam Pradana Erizal, siswa kelas III  SMP Islam  Al Azhar, Jakarta
Alamat : 
  • Kampung Parit Bangkung, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau
  • Jalan Pertanian, Bengkalis, Riau
  •  Jl. Paus Ujung Ruko VI No. 4 Marpoyan Damai, Pekanbaru.
Pendidikan :
  • SD Negeri 8  Bengkalis, tamat 1974
  •  SMP  Negeri 1  Bengkalis, tamat 1997
  • SMA  Negeri 24 Jakarta, tamat 1981
  • Fakultas Ekonomi, Universitas Jayabaya, Jakarta, tamat 1987
  • Magister  Manajemen, Pascasarjana UGM, Yogyakarta, tamat 2012.
Pekerjaan : Pengusaha bidang perminyakan dan gas.
Jabatan :
  •  Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN)
  •  Ketua Yayasan Masjid Cut Mutia, Jakarta
  • Anggota Dewan Pakar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat.




Selasa, 7 Februari 2012, 12 DPC Partai Demokrat Riau sepakat untuk mengusung Mambang Mit, Ketua DPD Demokrat Riau, Caretaker Pengprov PSSI Riau sekaligus Wakil Gubernur Riau sebagai calon Gubernur Riau dari Partai Demokrat. Dengan kursi yang dimiliki oleh Demokrat Riau yang termasuk 2 besar bersama Golkar, maka Mambang Mit merupakan salah satu kandidat bakal calon Gubernur Riau yang hampir dipastikan melaju dalam Pilkada Riau 2013.

Namun demikian Mambang Mit masih menunggu. Ketentuan Pilkada menurut UU sangat menentukan pilihan Mambang Mit. Ini sangat berarti dalam strategi pemenangan. Jika sistem pemilihan melalui anggota DPRD, tentu Mambang mencari cawagub yang memiliki pengaruh kuat di parpol, sebaliknya jika masih menggunakan pilkada langsung, tentu pendamping yang dipilih yang populer di mata masyarakat.
Semenjak kepemimpinan Demokrat di bawah kendali Mambang, prestasi Demokrat dalam pilkada Riau cukup menjanjikan. Jika pimpinan sebelumnya, Zulkifli AS dinilai gagal, yang meskipun calon-calon kepala daerah didukung mayoritas mutlak kursi di DPRD, tapi nyatanya keok, termasuk Pilkada Dumai sendiri yang mengusung Zulkifli AS. Di bawah Mambang, Demokrat memenangkan semua pilkada, di antaranya Pilwako Pekanbaru, Pilbup Kampar dan Pilbup Rohul. Semua keberhasilan ini merupakan motivasi besar bagi tokoh Riau asal Inhu yang biasa dipanggil ayah ini. Dukungan pun bahkan datang dari partai rival, diberitakan Yopi Arianto, Bupati Inhu, sekaligus Ketua DPC Golkar Inhu, memberikan dukungan terhadap Mambang Mit.

Namun demikian, langkah Mambang masih ada halangan. Ada empat kader demokrat yang dinilai potensial menjadi calon gubernur, yakni Mambang Mit, Achmad, Firdaus dan Jefri Noer, sementara Mambang sendiri sebagai bagian dari incumbent dianggap turut bertanggung jawab terhadap masalah kepemimpinan Riau saat ini.


Biografi

Mambang Mit lahir di saat derasnya perjuangan. Saat dilahirkan, ayahnya sedang bergerilya di hutan. Hanya sang paman yang membawa ibunya, Raja Nuraidah yang ada saat dia dilahirkan di Tanah Busuk, Air Molek, 13 April 1949. Oleh sang paman dia diberi nama M. Abdullah Syukur, karena bersyukur atas kelahirannya pada masa sulit itu. Namun, dua bulan kemudian, surat sang ayah, Raja Mit Niat,  mengubah namanya menjadi Raja Mambang Mit.


Pendidikan

Karir

Mambang Mit adalah birokrat asli dari PNS. Saat Rusli Zainal dan Wan Abu Bakar memenangkan pemilihan Gubernur dan dilantik tahun 2004 yang lalu, Rusli Zainal memilih Mambang yang saat itu Sekdako Batam sebagai Sekdaprov Riau. Mambang merupakan bantuan berharga bagi Rusli yang berasal dari swasta karena wakilnya Wan Abu Bakar juga bukan orang pemerintahan. Tetapi, keharmonisannya dengan Mambang menyebabkan hubungannya dengan Wan Abu Bakar retak. Dan pada Pilkada Langsung Riau, Rusli Zainal akhirnya resmi mengusung Mambang Mit menjadi Wakil Gubernur dan menang dengan gemilang.

Senin, 20 Desember 2010 Mambang Mit dilantik oleh Ketua Umum PB PGI Pusat Arifin Panigoro menjadi Ketua Umum Pengprov PGI (Persatuan Golf Indonesia) Riau.

Saat pembekuan Pengprov PSSI Riau yang dipimpin oleh Indra Mukhlis Adnan, yang merupakan calon gubernur Riau dari Golkar. Selama menjadi caretaker, Mambang berhasil meyakinkan ketua PSSI, Johar Arifin sehingga Riau menjadi tuan rumah event sepakbola internasional, Piala Asia U-22.


Penghargaan

Pada Jumat , 25 April 2008, Mambang Mit mendapat penghargaan Bintang Legiun Veteran RI (LVRI) yang diserahkan secara simbolik oleh Ketua DPP LVRI, Soemartono.  (riaucodingcom)