Tampilkan posting dengan label SIAK. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label SIAK. Tampilkan semua posting
Makam Putri Kaca Mayang berada di Desa Gasib Kecamatan Koto Gasib Kabupaten Siak, untuk menjumpai makam ini tidaklah begitu sulit. Dari Pekanbaru menuju pemakaman ini dapat ditempuh dengan perjalanan 2jam. Panduan yang paling mudah untuk menemui makam ini adalah Tugu Perbatasan Kecamatan Tualang dan Koto Gasib. Berselang 1 km dari tugu perbatasan tersebut dapat kita jumpai sebuah Tugu yang berbentuk mahkota dan juga Rambu Petunjuk Informasi  Makam Putri Kaca Mayang, dan dari tugu tersebut perjalanan kita lanjutkan kearah dalam menuju areal Pabrik Kelapa Sawit PT Kimia Tirta Utama, diperkirakan jarak dari Tugu  ke Makam Putri Kaca Mayang sejauh 10km.



Akses menuju Makam ini bisa dikatakan cukup baik, karena jalan yang kita lalui adalah jalan milik perusahaan. Sepanjang perjalanan menuju Makam kita akan menjumpai perkebunan Kelapa Sawit dan juga infrastruktur milik perusahaan.




Konon Putri kaca mayang merupakan Putri yang cantik dan merupakan Putri dari Raja Gasib. Keberadaan Putri kaca Mayang dianggap sebagai sosok yang misterius bagi warga Gasib, menurut warga Gasib dulunya di sekitar Makam utri kaca Mayang ditemukan benteng dan juga bekas puing-puing kerajaan, namun kini semuanya telah sirna dan hilang, karena minimnya pengetahuan masyarakat sekitar mengenai Sejarah dan Cagar Budaya.



Kini nama Putri Kaca Mayang dijadikan sebuah nama tempat hiburan di Kota Pekanbaru,yaitu Taman Ria Putri Kaca Mayang, namun keberadaan taman ini konon kan digusur, Taman Ria Putri Kaca Mayang akan dijadikan sebuah Taman Kota nantinya.

Bagi yang penasaran dengan kisah Putri Kaca Mayang bisa membaca Artikel Siapa Pendiri Kota Pekanbaru sebenarnya ? dan juga dapat melihat Video Singkat berikut mengenai Misteri Kerajaan Gasib dan Putri Kaca Mayang.

Siapa Pendiri Kota Pekanbaru sebenarnya ? Marhum pekan atau Panglima Gimbam ?

Untuk dapat menjawab pertanyaan diatas, tentunya kita harus mengetahui Sejarah Kota Pekanbaru. Pekanbaru merupakan ibukota Provinsi Riau, yang saat ini menjadi salah satu Kota selain Makassar yang diusulkan menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia.

Pada masa dahulu Pekanbaru hanya sebuah dusun kecil yang dikenal dengan sebutan Dusun Senapelan, yang dikepalai oleh seorang Batin (kepala dusun). Dalam perkembangannya, Dusun Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki, yang terletak di tepi Muara Sungai Siak. Perkembangan Dusun Senapelan ini erat kaitannya dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Pada masa itu, raja Siak Sri Indrapura yang keempat, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, bergelar Tengku Alam (1766-1780 M.), menetap di Senapelan, yang kemudian membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan Dusun Senapelan (di sekitar Mesjid Raya Pekanbaru sekarang). Tidak berapa lama menetap di sana, Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah kemudian membangun sebuah pekan (pasar) di Senapelan, tetapi pekan itu tidak berkembang. Usaha yang telah dirintisnya tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya, Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru yaitu di sekitar pelabuhan sekarang.
Sebuah kerajaan Melayu Islam terbesar di Riau telah meninggalkan jejak yang cantik di bumi melayu dan nusantara, Istana  Siak, itulah nama yang biasa disebut. Ini adalah kunjungan kesekian kalinya bagi saya,namun tidak pernah bosan untuk berkunjung kembali, kunjungan ini begitu spesial, karena kami membawa turis lokal berkunjung ke Istana Siak, ini adalah kunjungan pertama mereka, dan dikunjungan pertamanya turis tersebut mendokumentasikan Istana Siak dalam bentuk Liputan Video Dokumenter Singkat Ala Bertuah TVRasa penat menempuh perjalanan 3 Jam dari Pekanbaru hilang seketika ketika kami melewati sebuah jembatan Megah Jembatan Tengku Agung Sulthanah Latifah. Secara eksplisit jebatan ini menggambarkan masa keemasan dan Kejayaan Kerajaan Siak tempo dulu. Panorama hamparan kebun sawit berubah menjadi pemandangan nuansa melayu ketika kami melewati jembatan tersebut.
Jembatan Tengku Agung Sulthanah Latifah












Gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 11 Agustus 2007,bersamaan dengan Peresmian Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah

                             








Siak Sri Indrapura - Pembalap Nasional Indonesia dari Tim ISSI DKI Jakarta Ryan Ariehaan keluar sebagai juara Lomba Balap Sepeda Tour de Siak 2013 setelah berhasil mempertahankan kaos kuning pada Etape III Tour de Siak 2013. Dari Tiga Etape yang diperlombakan Ryan berhasil menjadi yang terbaik di kelas General Individual Classification pada 2 Etape,masing-masing pada Etape II dan III.


Etape III Tour de Siak merupakan Etape pamungkas Tour de Siak 2013 dan  merupakan yang terjauh serta terberat karena wilayah yang sedikit berbukit dan berliku dan menempuh perjalanan sejauh 182,12km. Para pembalap menempuh perjalanan menuju  Perawang,mereka akan disuguhi keindahan panorama alam Siak dari atas Jembatan Sultan Syarif Hasyim. 


Ryan menyelesaikan tiga etape lomba Tour de Siak dengan total catatan waktu 10:25:35, dengan hasil tersebut, Ryan didaulat menjadi  pembalap nasional terbaik  Tour de Siak 2013. Pada Etape III ini Pembalap Thailand
Thurakit Boonratanathanakorn berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4:16:44, atau selisih 30 detik dari rombongan besar di belakangnya, namun total catatan waktunya belum bisa mengungguli waktu Ryan Ariehaan.

Sementara itu, kaos hijau tetap dipertahankan oleh pebalap Indonesia dari tim United Bike Kencana, Fatahillah Abdullah, setelah menjadi yang terbaik pada kategori sprint dengan total 11 poin, selisih satu poin dari pebalap Indonesia dari Custom Cycling Club Aldi Apriani.

                          
 
Kecelakaan mewarnai Finish Etape III,beberapa meter menjelang garis finish, terjadi kecelakaan yang disebabkan senggolan antar pebalap dan sebanyak 8 pembalap terjatuh.

Berikut Hasil Lengkap Etape III Tour de Siak 2013 :
Stage Individual Classification
Thurakit Boonratanatanakdi  (Thailand National Team)
Abdul Gani (Binong Baru Club Pessel)
Setthawut Yordsuwan (Thailand National Team)
Nur Fathoni (Team Siak Antangin)
Projo Waseso (United Bike Kencana)
Muhammad Elmi Jumari  (Persatuan Lumba Basikal Selangor)
Arin Iswana (Dodol Picnic Garut)
Hamdan Hamdun (Persatuan Lumba Basikal Selangor)
Sahrin Amir (Persatuan Lumba Basikal Selangor)


Stage Indonesian Individual Classification
Heksa Priya Prasetya Custom Cycling Club
Abdul Gani (Binong Biru Club Pessel)
Nur Fathoni (Team Siak Antangin)


General Individual Classification (Yellow Jersey)
  
    
 
Ryan Ariehaan  (ISSI DKI Jakarta)


General Indonesia Classification (Red & White Jersey)
Ryan Ariehaan  (ISSI DKI Jakarta)


Intermediate Sprint 1
Projo Waseso (United Bike Kencana)
Aldi Apriani    (Custom Cycling Club)
Rastra Patria (Traslibas Cycling Team Sidoarjo)
Tobin Angus   
(OCBC Search 2 Retain Team)


Intermediate Sprint 2
Fatahillah Abdullah (United Bike Kencana)
Nur Fathoni (Team Siak Antangin)
Aldi Apriani    (Custom Cycling Club)
Kritsada Changpad  (Thailand National Team)


Best Sprinters Classification - Point (Green Jersey)
Fatahillah Abdullah (United Bike Kencana)
Aldi Apriani    (Custom Cycling Club)
Ryan Ariehaan  (ISSI DKI Jakarta)




Tour de Siak 2013 telah menyelesaikan Etape II pada hari Sabtu 14 September 2013. Etape II yang dimulai dari depan Istana Siak pada dan finish di depan RSUD Pemkab Siak dengan jarak tempuh 154,18km yang melintasi Rute Siak - Dayun sebanyak tiga putaran dan secara Individual didominasi oleh  atlet Indonesia.


Tour de Siak 2013 pada hari Jumat 13 September 2013, telah menyelesaikan etape I. Etape I Tujuan Siak - Sei Apit menempuh jarak 115,45 km. Etape I dikuasai pembalap dari luar Riau, berikut hasil lengkap Etape I Tour de Siak 2013.


                        


Stage Individual Classification
1  Projo Waseso - United Bike Kencana 
2  Arin Iswana - Dodol Picnic Garut 
3  Rastra Partia - Translibas Cycling Team Sidoarjo 
4  Tobin Angus - OCBC Search 2 Setain Team
5  Sama'i - Translibas Cycling Team Sidoarjo
6  Bambang Suryadi - United Bike Kencana 
7  Hartono Gunawan - Pengprov ISSi Jateng
8  Jamaluddin Novardianto - Binong Baru Club Pessel
9  Setthawut Yordsuwan - Thailand Nastional Team
10 Ayop Isa - Bahrain Team
 
Stage Indonesian Individual Classfication (Red & White Jersey)
1  Projo Waseso - United Bike Kencana 
2  Arin Iswana - Dodol Picnic Garut 
3  Rastra Partia - Translibas Cycling Team Sidoarjo
 
Intermediate Sprinters Classification - Point (Green Jerse)
1  Fatahillah Abdullah United Bike Kencana 
2  Rastra Partia - Translibas Cycling Team Sidoarjo
3  Parno - TKFC Bike 
4  Aiman Cahyadi - Pengprov ISSI Jakarta
Jika Sumatra Barat mempunyai Tour de Singkarak, dan Perancis memiliki Tour de France. Kabupaten Siak dan Provinsi Riau nantinya bakal memiliki event yang sama yaitu  Tour de Siak. Tour de Siak yang pertama nantinya  yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 - 15 September 2013. Event ini  merupakan ajang promosi Wisata Daerah Kabupaten Siak dan Riau pada umumnya, acara ini akan dimulai dengan fun bike dan lomba fotografi sebelum memasuki acara puncak Tour de Siak 2013.



Tour de Siak yang dilaksanakan oleh Pengcab Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Siak mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, salah satunya dari  Wakil Menteri Sapta Nirwandar, menurut Wakil Menteri pada tanggal yang sama akan diadakan festival Toba, dimana festival tersebut merupakan festival tahunan yang telah menjadi agenda besar Provinsi Sumatra Utara, Event tersebut menarik ribuan wisatawan domestik dan mancanegara. dimana keriuhan Festival Toba tersebut sangat terasa. Dan Wakil menteri dan Bupati Siak berharap Festifal Toba dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam mempromosikan daerah Siak tentunya, selain itu Wakil Menteri Pariwisata juga berpendapat bahwa bahwa wilayah geografis Kabupaten Siak memiliki potensi luar biasa, dimana dengan adanya Event Tour De Siak tersebut juga dapat mempromosikan Sungai Siak, dengan menggelar pasar terapung. Ajang tersebut tentunya bisa mengangkat potensi siak yang ada, diantaranya sungai siak, seperti terkenalnya sungai-sungai di Bangkok.


Siak bisa dijadikan sebagai sport tourism ataupun pemaparan budaya lewat ajang ''Siak Bermadah'', Siak bisa memfungsikan sungai karena dinilai sangat bisa dijadikan sumber daya tarik wisata, kegiatan kayak, sepeda balap dan lain-lain bisa dijadikan sebagai tempat wisata dengan komersial tinggi. Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi sangat mengharapkan bahwa ''Tour de Siak'' akan disokong penuh oleh segenap lapisan masyarakat Kabupaten Siak. Jika sukses, Tour de Siak akan dijadikan kalender nasional

Gubernur Riau H.M. Ruslis Zainal, berharap pelaksanaan Tour de Siak dapat menjadi magnet bagi Siak untuk mempromosikan wilayahnya. Dalam hal promosi tak hanya pariwisata, namun sektor UMKM, investasi dan lainnya ikut terkena dampaknya, dan Gubri juga berpesan pada panitia pelaksana agar event ini dikemas secara baik, dan lakukan sosialisasi agar publik mengetahuinya.

Direncanakan nantinyaTour de Siak yang  pertama ini akan memberikan Multiplier Efek yang besar. Bayangkan saja, tour yang mengggunakan sepeda ini diikuti peserta dari luar Riau bahkan ada juga daerah tetangga.

Rute Tour de Siak yang dipersiapkan pun sangat unik dan memiliki daya tarik tersendiri, terutama dalam rute yang dilalui melewati tiga jembatan oleh para peserta. Mereka dapat menikmati panorama alam, dan juga potensi keunggulan yang ada di Siak, seperti perkebunan sawit, sungai, padi, istana dan lainnya. 




Etape I
Start Hari Jumat pukul 14.00 tanggal 13 September 2013 didepan Istana Siak dan akan melintasi kawasan Agrowisata Bunga Raya (lumbung padi terbesar di Provinsi Riau) selanjutnya melintasi Jembatan Sultan Abdul Jalil Rahmatsyah yang merupakan jembatan terpanjang di Riau (±1650 meter) menuju Sungai Apit yang terkenal dengan produksi nenas dan udang galah, selanjutnya kembali ke Kota Siak.


Etape II (154,18 Km)
Tanggal 14 September 2013 : Etape II melintasi jalan penghubung antara Kota Siak dan Kecamatan Dayun. Kecamatan Dayun sendiri adalah kawasan pusat pengeboran minyak bumi yang dikelola oleh perusahaan daerah (PT Bumi Siak Pusako) bekerjasama dengan Pertamina. Selain itu Dayun juga terkenal dengan Wisata Alam Kawasan Suaka Marga satwa Danau Zamrud, serta daerah penghasil Salak Pondoh Siak, hamparan perkebunan Kelapa sawit milik PTPN V.


Etape III (182,12 km)
Tanggal 15 September 2013 : Etape III sebagai etape pamungkas Tour de Siak 2013 merupakan yang terjauh serta terberat karena wilayah yang sedikit berbukit dan berliku. Dimulai pukul10.00 wib dari Kota Siak melewati jalanan bekas jalanan pertambangan minyak yang dulu bernama Caltex, dimana disisi jalan tersebut terdapat pipa minyak berukuran besar sepanjang rute. Sebelum memasuki Kota Perawang peserta akan menyaksikan keindahan panorama alam Siak dari atas Jembatan Sultan Syarif Hasyim. Dari sini akan terlihat Kota Perawang, sebuah Kota Industri yang pesat dengan populasi terpadat di Kabupaten Siak dimana berbagai macam perusahaan besar bermukim disana, salah satunya adalah perusahaan kertas PT. Indah Kiat Pulp and Paper dari Grup Sinar Mas yang merupakan salah satu raksasa industri pulp dan kertas di Asia





Informasi Tour de Siak :
http://tourdesiak.com/
https://twitter.com/tourdesiak
https://www.facebook.com/tourdesiak 

(Diolah dari berbagai sumber)


Bumi perkemahan Tahura SSH berada di kawasan taman Hutan raya Sultan Syarif Hasyim. Bumi Perkemahan ini  berada sekitar 2 km dari pendopo Taman Hutan raya Sulta Syarif Hasyim . Area ini cukup luas untuk menampung ratusan pengunjung. Bumi Perkemahan ini memiliki sarana dan fasilitas yang cukup lengkap, namun kondisinya sangat tidak terawat.

                               


Di Bumi Perkemahan Tahura SSH terdapat penginapan dengan kapasitas sekitar 40 orang, pendopo besar yang bisa menampung lebih dari 100 orang, lapangan bola, dan 2 toilet umum masing-masing dengan 12 ruang, yang menjadi kendala utama pada area Bumi Perkemahan Tahura SSH ini adalah sumber air bersih.

Penginapan di Bumi Perkemahan tahura SSH
Pendopo di Bumi Perkemahan Tahura SSH
Penampakan Samping Pendopo di Bumi Perkemahan Tahura SSH
Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (TAHURA SSH) ini di ditetapkan sebagai kawasan konservasi berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 349/Kpts-II/1996 tanggal 05 Juli 1996 dengan luas 5.920Ha. Setelah di lakukan tata batas definitife oleh Sub BIPHUT Pekanbaru dan temu gelang luas kawasan Hutan Raya ini menjadi 6.172 Ha dan telah ditetapkan dengan SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 348/Kpts-II/1999 tanggal 26 Mei 1999. Kawasan ini merupakan perubahan fungsi dari Hutan Wisata Minas seluas 1.821 Ha dan Hutan Produksi terbatas seluas 4.099 Ha yang secara administrasi pemerintahan terletak di Kecamatan Minas Kabupaten Siak, Kecamatan Tapung Hilir  Kabupaten Kampar dan Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Dan Secara geografis berada pada posisi : 0037’ – 0044’ LU dan 101020’ – 101028’ BT
 



FLORA:
Salah satu yang menjadi daya tarik Tahura SSH adalah selain dekat dengan kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau, Tahura SSH memiliki keragaman jenis flora yang cukup tinggi. Keanekaragaman jenis Tahura SSH sangat mewakili suatu kondisi hutan dengan tipe hutan hujan dataran rendah. Tercatat + 127 jenis flora yang merupakan tumbuhan asli hutan Tahura SSH yang didominasi dari family Dipterocarpaceae, Lauraceae, Euphorpeaceae, Anacardiaceae, Guttiferae, Sapotaceae, Myrtaceae, meranti (Shorea sp), sendok sendok (Endoserpum sp), keruing (Dipterocarpus spp). marpoyan, sialang dll.

Bingung hendak kemana menghabiskan waktu liburan di Kota Pekanbaru dan sekitarnya ? Salah Satu Pusat Pelatihan Gajah yang ada di Riau tepatnya di Kecamatan Minas Kabupaten Siak, bisa menjadi salah satu alternatif tempat wisata keluarga.

Pusat Latihan Gajah Riau yang berada di Minas ini berlokasi di Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasim yang dibawah pengawasan Kementerian kehutanan Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Balai  Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau. Terdapat 22 ekor gajah yang berada di Pusat latihan Gajah Minas ini.

                                            

Keberadaan Gajah di provinsi Riau sangat memprihatinkan. Konflik antara Manusia dan Gajah sering terjadi, sudah ada beberapa manusia yang menjadi korban keganasan gajah, begitupun dengan gajah, sudah tidak terhitung Gajah yang mati kemudian gadingnya diambil untuk dikomersilkan seperti yang terjadi di taman nasional tesso Nillo. Konflik Gajah dan Manusia tidak berkesudahan akibat ketidakseimbangan ekosistem yang ada. Konversi hutan alam menjadi lahan perkebunan menjadi penyebab utama munculnya konflik tersebut, gajah dan hewan lain kehilangan  habitat aslinya.

 
Perjalanan menuju Pusat Latihan Gajah Minas tidaklah sulit,karena kita akan dibantu dengan panduan papan nama petunjuk arah. Dari Kota Pekanbaru perjalanan menuju lokasi Pusat Latihan gajah dapat ditempuh dengan waktu lebih kurang 60menit. Dari Kota Pekanbaru perjalanan kita lakukan melewati  Rumbai menuju Minas Kabupaten Siak, setelah melewati Hotel Rindu Sepadan, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasim kira-kira sekitar 8km dari lokasi itu kita akan melewati Persimpangan menuju Perawang dan sekitar 1km dari Simpang Perawang di sisi kiri jalan ,kita  akan menemukan plang nama Pusat Latihan Gajah (PLG Minas).
                                

Hamparan Kebun Sawit dan Pipa Gas akan menemani kita hingga menuju lokasi

Lokasi Pusat Latihan Gajah. Jalan tanah kuning yang keras akan kita lalui hingga nanti akan bertemu sebuah gapura bertuliskan Selamat datang di Pusat Latihan Gajah. Jangan khawatir untuk tersesat ataupun nyasar karena adanya petunjuk arah menuju Lokasi Pusat Latihan Gajah.
Selama di Pusat Latihan Gajah, kita dapat berinteraksi dengan gajah-gajah liar yang telah di latih untuk bersahabat dengan manusia. Kalau ke Pusat Latihan Gajah jangan lewatkan momen saat gajah dimandikan oleh pawangnya, serta saat gajah minum susu, uniknya gajah yang ada di Pusat Latihan Gajah Minas hanya mengkonsumsi susu merk tertentu saja, jika ia mengkonsumsi susu merk lain menurut para pawang gajah tersebut akan sakit perut.



Jika kita ke Pusat Latihan Gajah Minas sangat disarankan untuk pergi pagi hari dan sore hari untuk menyaksikan gajah -gajah digiring oleh pawangnya untuk mandi di sungai dan kemudian gajah akan digiring kehutan. Jangan sampai terlewatkan momen untuk berpoto bersama gajah, atau jika perlu kita turut memberikan gajah tersebut makan
, dan menaiki gajah, namun kita mesti tetap berhati-hati dan waspada tapi kekhawatiran kita akan sedikit berkurang karena pawang gajah akan setia mendampingi gajah.

Di Pusat Latihan gajah Minas ini kita juga dapat mewancarai pawang, mendokumentasikan Gajah dengan liputan pembuatan film dokumenter, namun untuk meliput ativitas gajah dan membuat film, terlebih dahulu kita harus mengantongi izin dari
Balai  Besar Konservasi Sumber daya Alam Riau.

 

Gubernur Riau Rusli Zainal pada hari Jumat tanggal 14 Desember 2012  meresmikan Jembatan Teluk Masjid yang dinamakan Jembatan Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah. jembatan ini beada di Desa Sungai tengah kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak. Jembatan ini memiliki bentangan (jarak tiang ke tiang) sepanjang 250 meter yang merupakan terpanjang di Indonesia saat ini, sebelumnya jembatan yang memiliki bentang terpanjang dipegang oleh Jembatan Rumpiang, Kalimantan Selatan, selebar 200 meter. 
Rendering Jembatan Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah (Forum Skyscrapercity Riau)

Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura yang terletak di kabupaten Siak  yang telah berdiri ratusan tahun disebut-sebut menyimpan harta tak ternilai baik materil maupun imateril. Uniknya, dibalik keindahan benda-benda yang dipamerkan ada sebuah lemari besi besar yang kokoh dan tidak bisa dibuka. Lemari besi yang tersimpan secara terbuka di bagian belakang istana berwarna hitam dengan ukuran 0,5 x 1,2 meter tampak biasa saja. Di balik dinginnya lemari yang knopnya telah dibongkar dan berbobot sekitar 300 kilogram tersebut ternyata tidak pernah bisa dibuka. Kuncinya dibuang ke laut oleh Sultan Syarif Kasim II Siak yang terakhir, sewaktu beliau menjadi penasehat Presiden Soekarno pada tahun 1945-1950.

Segala usaha sudah dilakukan oleh pihak keturunan kerajaan maupun pemda Siak untuk membuka brankas tersebut dengan mendatangkan ahli kunci dan orang pintar. Namun, segala upaya yang mereka lakukan tidak ada satu pun yang bisa membuka, bahkan lemari besi tersebut telah dibor, dilas, dicongkel, bahkan didoakan, namun tidak ada yang bisa membukanya. Bahkan ada cerita satu orang pintar yang terpental saat mendoakan lemari besi tersebut menyisakan retakan di salah satu dinding istana.

Lemari Besi Kerajaan Siak
Rumah Tuan Kadi Zakaria yang berada di jalan Senapelan Gang Pinggir merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Siak masa lalu. Rumah peninggalan Tuan Kadi Zakaria memang sudah dipugar tapi tak mengubah bentuk asli bangunan, rumah ini terlihat megah dengan arsitektur Eropa masa lalu, konon rumah ini diarsiteki oleh arsitek yang membangun Istana Siak. Rumah ini dulunya menjadi pesanggrahan atau rumah persinggahan Sultan Syarif Kasim II ketika bertandang ke Pekanbaru,bahkan ada kamar khusus Sultan. Bahkan di rumah itu juga berbagai persoalan dan strategi menata Bandar Senapelan selalu dibahas. ‘’Itu rumah kenangan masa lalu Sultan Siak,’’ ucap H Syahril Rais  yang kini menempati rumah Tuan Kadi Zakaria disela acara Wisata Fotografi Kampung Bandar.

                              

Mountain Bike Park Kabupaten Siak merupakan salah satu arena Balap Sepeda khususnya Sepeda Alam yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Siak.

                        

 
                       

Arena Montain Bike Park ini terletak di Desa Kerinci kanan Kecamatan kerinci Kanan Kabupaten Siak. Arena ini dipersiapkan khusus untuk Pekan Olahraga Nasional XVIII dan Pergelaran Islamic Solidarity Games tahun 2013 nanti. 

                         

                        
Di tengah isu meluasnya polusi asap ke negara tetangga, Malaysia, akibat kebakaran lahan di Riau pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi riaumenetapkan Giam Siak Kecil-Bukit Batu di Provinsi Riau sebagai cagar biosfer. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Endang Sukara yang juga menjabat Ketua Komite Nasional Program Man and the Biosphere-UNESCO Indonesia mengatakan, penetapan dilakukan pada sidang ke-21 Session of the International Coordinating Council of the Man and the Biosphere Programme- UNESCO di Jeju Korea Selatan.



Cagar biosfer ini ada di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak, Provinsi Riau, yang antara lain diajukan Sinar Mas Forestry, yang mengalokasikan 72.255 hektar dari areal hutan produksinya untuk hutan konservasi permanen. Kawasan ini adalah koridor ekologi yang menggabungkan dua suaka margasatwa, yaitu Giam Siak Kecil (84.967 ha) dan Bukit Batu (21.500 ha). 



Menurut Direktur Program Komite Nasional Program MAB Indonesia Y Purwanto, di tempat itu ditemukan 159 jenis burung, 10 jenis mamalia, 13 jenis ikan, 8 jenis reptil, serta 52 jenis tumbuhan langka dan dilindungi, antara lain anggrek dan ramin. Satwa yang dilindungi yang ada di sana di antaranya buaya senyulong dan burung rangkong. Untuk penelitian akan dibangun dua stasiun riset.



Dibandingkan dengan bentuk pengelolaan kawasan konservasi, konsep cagar biosfer, kata Endang, adalah sistem pengelolaan terpadu dan menyeluruh, memungkinkan pemanfaatan berkelanjutan dan pelibatan masyarakat sekitar dalam pengelolaannya.




Sumber :

Danau Zamrud  berada di Desa Zamrud, Kecamatan Siak Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau yang berjarak sekitar 200 kilometer dari ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru. Danau ini berada di hamparan ladang minyak bumi Coastal Plan Pekanbaru (CPP) Block yang dikelola pemerintah daerah Kabupaten Siak



Di sekitar Kawasan Zamrud ditemukan berbagai jenis satwa langka seperti ikan arwana emas (Schleropages formasus), ikan Balido, harimau sumatera (Pantheratigris sumatrensis), beruang merah (Helarctos malayanus), serta beraneka ragam jenis ular. Bahkan kicauan burung Serindit (Loriculus galgulus), yang menjadi ikon Provinsi Riau juga dapat ditemukan di kawasan ini. Uniknya lagi, pada saat sore hari ketika matahari mulai terbenam para penghuni kawasan Zamrud seperti burung elang, kera, dan harimau mulai menampakkan diri satu persatu. Kawasan danau zamrud didominasi oleh tumbuhan rawa seperti bengku, rengas dan pisang-pisang.
Serentak Menyusun Jemari
Salah dan khilaf maaf diberi
Kain Songket Melayu Berseri
Tenunan Asli Karya Anak Negri

Assalammualaikum awal bermula salam
Shalawat dan salam kepada junjungan kita
Ya Nabi Muhammad

Langkah rentak rajut bertingkah
Sepuluh jari menjunjung marwah
Bagai tersirat banyak faedah
Punya sejarah Negeri Bertuah


Orang pertama yang memperkenalkan Tenun ini adalah seorang pengrajin yang didatangkan dari Kerajaan Terengganu Malaysia pada masa Kerajaan Siak diperintah oleh Sultan Sayid Ali. Seorang wanita bernama Wan Siti Binti Wan Karim dibawa ke Siak Sri Indrapura, beliau adalah seorang yang cakap dan terampil dalam bertenun dan beliau mengajarkan bagaimana bertenun kain songket. Karena pada saat itu hubungan kenegerian Kesultanan Siak dengan negeri-negeri melayu di semenanjung sangat lah erat, terutama juga dalam hal seni dan budaya melayu yang satu. Pada awalnya tenun yang diajarkan adalah merupakan tenun tumpu dan kemudian bertukar ganti dengan menggunakan alat yang dinamakan dengan "Kik", dan kain yang dihasilkan disebut dengan kain Tenun Siak. Pada awalnya kain tenun siak ini dibuat terbatas bagi kalangan bangsawan saja terutama Sultan dan para keluarga serta para pembesar kerajaan di kalangan Istana Siak. Kik adalah alat tenun yang cukup sederhana dari bahan kayu berukuran sekitar 1 x 2 meter. Sesuai dengan ukuran alatnya, maka lebar kain yang dihasilkan tidaklah lebar sehingga tidak cukup untuk satu kain sarung, maka haruslah di sambung dua yang disebut dengan kain "Berkampuh". Akibatnya untuk mendapatkan sehelai kain, terpaksa harus ditenun dua kali dan kemudian hasilnya disambung untuk bagian atas dan bagian bawah yang sudah barang tentu memakan waktu yang lama. Dalam bertenun memerlukan bahan baku benang, baik sutera ataupun katun berwarna yang dipadukan dengan benang emas sebagai ornamen ( motif ) atau hiasan. Dikarenakan benag sutera sudah susah didapat, maka lama kelamaan orang hanya menggunakan benang katun. Dan pada saat ini pula kain tenun songket siak dikembangkan pula pembuatannnya melalui benang sutera. Nama-nama motif tenun Songket Riau itu antara lain, Pucuk Rebung, Bunga Teratai, Bunga Tanjung, Bunga Melur, Tapuk Manggis, Semut Beriring, Siku Keluang. Semua motif ini dapat pula saling bersenyawa menjadi bentuk motif baru.

Tokoh Wanita Melayu Riau yang sangat berperan dalam mengembangkan kerajinan kain tenun songket melayu Siak di Riau adalah TENGKU MAHARATU. Tengku Maharatu adalah permaisuri Sultan Syarif Kasim II yang kedua, setelah permaisuri pertama, Tengku Agung meninggal dunia. Dia melanjutkan perjuangan kakaknya dalam meningkatkan kedudukan kaum perempuan di Siak dan sekitarnya, yaitu dengan mengajarkan cara bertenun yang kemudian dikenal dengan nama tenun Siak. Tenun Siak yang merupakan hasil karya kaum perempuan telah menjadi pakaian adat Melayu Riau yang dipergunakan dalam pakaian adat pernikahan dan upacara lainnya. Berkat perjuangan permaisuri pertama yang dilanjutkan oleh permaisuri kedua, perempuan yang tamat dari sekolah Madrasatun Nisak dapat menjadi mubalighat dan memberi dakwah, terutama kepada kaum perempuan.