Ekowisata Madu Sialang Gunung Sahilan

on 16 Januari 2016

Madu sialang adalah  madu yang diperoleh dari pohon-pohon sialang. Namun sejatinya madu tersebut tidak bersarang di Pohon Sialang saja, tetapi juga di pohon-pohon lain terutama pohon yang memiliki struktur batang yang tinggi dan besarDalam Islam, Al Qur'an menempatkan secara istimewa lebah madu menjadi sebuah judul yaitu An Nahl (Lebah Madu). Dalam salah satu ayatnya (Surah An Nahl ayat 68-69 tertulis: Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan. Kemudian dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.

                                                   

Beberapa waktu lalu kami mendapat kesempatan menikmati Ekowisata Madu Sialang di Desa Gunung Sahilan Kecamatan Gunung Sahilan kabupaten Kampar. Dari Pekanbaru Desa Gunung Sahilan ini begitu mudah diakses, perjalanan kesana dapat ditempuh lebih kurang selama 60menit, Jalanan yang beraspal membuat perjalanan terasa begitu cepat. Untuk sampai ke tujuan  desa gunung sahilan kita harus  melewati jalan sejauh 6 km dari simpang desa kebun durian yang berada dilintas antara Pekanbaru dan Telukkuantan. 

Setibanya di Desa Gunung Sahilan, kami disambut oleh Pengurus Kelompok Tani Madu Sailan dan disuguhi Welcome Drink Madu


Setelah menikmati welcome drink ala madu, kami melanjutkan perjalanan ketepian sungai, dipandu
satu kelompok pemanjat pohon sialang kami menaiki sampan mesin untuk menuju hutan kampung seberang. Lebih kurang sekitar 45menit kami menaiki sampan hingga akhirnya tiba dihutan yang masih memiliki banyak pohon besar dan menjulang tinggi.


Di Desa Gunung Sahilan  kegiatan produksi madu dari lebah di hutan-hutan sekitar desa sudah dilakukan secara turun temurun dan menjadi mata pencaharian bagi penduduk Gunung Sahilan jika sebelumnya mereka lebih banyak bermata pencaharian sebagai penebang hutan , bertani dan berkebun serta nelayan.



                          

Kami dan K
elompok pemanjat pohon sialang menggunakan pakaian berlapis dan penutup kepala untuk menimalisir gigitan lebah.
                            

Metode pemanenan madu sialang ini  sudah tidak lagi menggunakan cara tradisional dengan menggunakan pengasapan, tetapi menggunakan cara yang ekstrem dan ramah lingkungan dan mereka menyebutnya dengan  panen madu lestari. Pemanen madu memanjat pohon yang tinggi dengan tali pengaman seadanya, kemudian pemanen madu mencari sarang madu yang siap untuk dipanen dan sebagian sarang madu tersebut dipotong, kenapa sebagian dan tidak seluruhnya ?  karena dengan cara tersebut menjadikan si lebah yg tadi sarangnya diambil dapat kembali kesarang tersebut dan membangun kembali sarang tersebut, dan sarang yang telah dipanen dapat dipanen kembali 33hari kedepannya.

Masyarakat Gunung Sahilan kabupaten kampar riau mengolah madu secara turun temurun sebagai upaya pemberdayaan ekonomi. Hal ini juga dapat membuat hutan terjaga. Madu dari pohon rengas, sialang atau pohon lainnya di gunung sahilan didistribusikan oleh oriflame dgn kemasan yg lebih menarik, lebih kurang ofiflame mendistribusikan 2000botol madu ukuran 220ml dengan kadar air 18% tiap bulannya. Satu batang pohon sialang,rengas atau pohon lainnya terdapat sekitar 100 sarang lebah atau sekitar 30sarang lebah saat trek. Madu dapat dipanen tiap 33hari. Masih banyak potensi ekonomi yang belum tergali maksimal dari hutan penghasil madu ini. Misalnya saja minimal terdapat 50pohon belum lagi ditambah dengan calon pohon, diikalikan saja minimal 25 sarang lebah perpohon dan dapat dipanen tiap 33hari , hasilnya sungguh luar biasa. Ekonomi masyarakat tumbuh, masyarakat tidak perlu membuka lahan kebun sawit atau karet dengan menebang hutan. Hutan terjaga dan lestari. Bahkan lebih ekstremnya masyarakat disana bernilai tawar lebih, bisa saja bernegoisasi utk menaikkan harga jual kepihak oriflame, jika tidak kita carikan pihak lain yang bersedia mendistribusikan madu ini Hebatnya madu dari gunug sahilan ini diekspor ke swedia. Ini peluang ekonomi dan bisnis. Semoga masyarakat Gunung sahilan, lubuk kembang bungo, mentulik, rantai kasih, ukui dan langgam serta penghasil madu di riau mampu menangkap peluang ini dan tidak menjadi penonton dinegeri sendiri

Madu yang didapat kemudian dikumpulkan dan ditiris dan selanjutnya dilakukan proses pemisahan air dan madu, dan madu-madu yang terbaik akan dijual dan sebagian dikonsumsi oleh Warga Gunung Sahilan.
Tag : ,

Air Terjun Pulau Simo

on 9 Januari 2016

Air Terjun Pulau Simo atau ada juga yang menyebut dengan Pulau Simu. Air Terjun ini terletak di Desa Tanjung Alai kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar. Air Terjun ini cukup mudah untuk kita temui , jalan yang dilalui adalah Jalan Lintas Riau- Sumatera Barat. Dari Pekanbaru anda bisa langsung menuju ke arah Sumatra barat lebih kurang + 3Jam perjalanan,  bisa menggunakan sepeda motor ataupun mobil.
Gapura menuju Candi Muara Takus adalah titik tergampang yang kita temui untuk menuju ke Air Terjun Pulau Simo, setelah melewati Gapura Candi Muara Takus perjalanan kita lanjutkan sekitar beberapa kilometer, hingga nantinya kita ketemu tempat berjualan bakso dan minum yang menyediakan parkiran luas untuk pengunjung air terjun Pulau Simo dan kita juga akan menjumpai Banner ataupun petunjuk keberadaan Air Terjun Pulau Simo. Setelah itu perjalanan kita lanjutkan dengan trekking selama 15menit,


Menurut masyarakat sekitar ketinggian air terjun ini hanya 12meter dengan kedalam 2meter, sehingga membuat adrenalin anda sedikit terpacu untuk melompat dari ketinggian air terjun. 


Tag : ,
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© RIAU DAILY PHOTO | All Rights Reserved
D.I.Y Themes ByRIAU DAILY PHOTO