Tampilkan postingan dengan label MONUMENT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MONUMENT. Tampilkan semua postingan
Provinsi Riau merupakan salah satu daerah yang dilewati Garis Equator (Garis Khatulistiwa). Terdapat dua daerah di Riau yang dilewati Garis Equator (Garis Khatulistiwa) yaitu Pangkalan Lesung (Kabupaten Pelalawan) dan Lipat Kain (Kabupaten Kampar). 

Salah satu Tugu Equator (Tugu Khatulistiwa) khatulistiwa berada di Lipatkain yang terletak 79 km ke arah selatan Kota  Pekanbaru. Secara geografis, Lipatkain terletak pada garis lintang 0 derajat. Lipatkain merupakan salah satu ibu kota kecamatan di Kabupaten Kampar Provinsi Riau, tepatnya Kecamatan Kampar Kiri.

                        

Pemerintah Provinsi Riau akan membangun sebuah Monumen yaitu Monumen Bahasa Indonesia. Monumen ini nantinya juga berfungsi sebagai Museum. Monumen Bahasa merupakan Simbol bahwa Bahasa Indonesia Berasal dari Bahasa melayu. Dana sekitar Rp 16 milyar telah dipersiapkan untuk membangun tugu bahasa tersebut. Pada awalnya rencana Pembangunan ini ditentang oleh masyarakat Riau bahkan sempat terjadi tarik ulur persetujuan Anggaran Monumen Bahasa ini. 
Walaupun banyak kritikan dilayangkan terhadap pembangunan Monumen Bahasa Indonesia di Riau, namun DPRD Riau menilai, tugu tersebut perlu. Ketua DPRD Riau, Drs HM Johar Firdaus MSi kepada wartawan di Gedung Lancang Kuning, mengatakan pembangunan tersebut jangan dilihat dari segi yang bisa menyudutkan pembangunan Riau, tapi lihatlah dari aspek budaya, bangunan itu berguna untuk anak-cucu yang akan datang. Monumen Bahasa ini nantinya akan dibangun di lokasi Bandar Seni Raja Ali Haji. 

Sumber Photo :
http://pt-findo.com/government/monument-bahasa-indonesia

Monumen perjuangan Rakyat riau berada di Jalan Diponegoro Pekanbaru, persis berada didepan Kompleks Gubernuran (Rumah Dinas Gubernur Riau). Di tengah monumen ini terdapat patung TNI dan Rakyat dalam menghadapi penjajah, patung ini berdiri di atas pelataran yang berisi relief perjuangan dan disisi kanan  dan kiri terdapat meriam. 
                               arti dan lambang Monumen Perjuangan Rakyat Riau

Bentuk keseluruhan monumen adalah terbuka yang melambangkan kakraban lingkungan, keserasian dan perpaduan antara monumen dengan alam sekitarnya. Makna yang terkandung di dalamnya, pendekatan dan penghayatan yang se-“resam” antara pemimpin dan rakyat, yang menjadi tulang punggung kesatuan dan persatuan nasional.

                                

Bentuk pelataran monumen adalah “segitiga” yang melambangkan mata anak panah yang mengarah pada satu titik menghadap tiang bendera tempat Sang Saka Merah Putih berkibar di halaman Gubernuran (d/h Gedung Daerah).


Bentuk dasar “dampar” monumen adalah “segilima” dalam 4 (empat) tingkatan yang melambangkan 5 sila dari Pancasila dan juga melambangkan tahun 45 sebagai tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kaki monumen berbentuk segilima yang melambangkan Pancasila dengan lambang sila-sila Pancasila.



Dampar yang menjadi alas patung berbentuk “astakona” atau segi delapan, melambangkan bulan ke delapan yakni bulan Agustus sebagai bulan diproklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia.


Tugu Ikan Patin ini berada di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu, Rengat barat beribukota Pematang Reba dan pematang reba kini menjadi Pusat pemerintahan Kabupaten Indragiri Hulu. 

                               



Tugu Sempiai merupakan salah satu tugu yang akan hadir di Kecamatan Bandar Petalangan  Kabupaten Pelalawan. Kabupaten Pelalawan mencanangkan tiap kecamatan yang ada di kabupaten Pelalawan memiliki Land Mark. Sebelumnya Pemerintah kabupaten Pelalawan telah membangun Tugu Kijang yang merupakan Land Mark dari Kecamatan Bandar Seikijang 











Tugu Kapau merupakan salah satu tugu yang akan hadir di Kecamatan Kerumutan  Kabupaten Pelalawan. Kabupaten Pelalawan mencanangkan tiap kecamatan yang ada di kabupaten Pelalawan memiliki Land Mark. Sebelumnya Pemerintah kabupaten Pelalawan telah membangun Tugu Kijang yang merupakan Land Mark dari Kecamatan Bandar Seikijang. Pemkab pelalawan juga melakukan pembangunan Tugu Sempiai di Kecamatan Bandar Petalangan.




Tugu 0km memiliki makna penting dan juga  memiliki rangkaian nilai historis,bahkan tidak jarang Tugu 0km menjadi objek untuk berfoto. Tugu 0 Km Kota Pekanbaru memiliki sejarah dan mungkin rangkaian cerita yang unik dan aneh.

                                 

Setidaknya di kota pekanbaru saat ini terdapat 2 Tugu Titik 0Km. Tugu 0Km pertama terdapat di Gudang Pelabuhan Indonesia I (Gudang Pelindo I) di Kelurahan kampung dalam Kecamatan Senapelan. Kini Tugu 0Km yang berada di kecamatan Senapelan sudah tidak dianggap dan dijadikan 0 Km Kota pekanbaru, mungkin saja dahulunya tugu ini dijadikan 0Km karena disekitar tugu ini dulunya Senapelan dijadikan sebagai Pusat Pemerintahan Pekanbaru, mungkin dengan perkembangan waktu dan zaman Pusat Pemerintahan pekanbaru berpindah sehingga menyebabkan adanya Tugu Titik 0Km yang baru.

                                 

Tugu 0km lainnya terdapat di  persimpangan jalan Jenderal Sudirman dan jalan Gajah Mada, Tugu 0km ini terbilang unik dan penuh kontroversial. Pada awalnya Tugu 0Km yang terdapat di perempatan jalan Jendral Sudirman dan Jalan Gajah mada ditandai dengan hadirnya sebuah Tugu Pesawat F-86 Sabre. 
                             
Dikemudian hari terjadi  kontroversi pemindahan Tugu Pesawat North American F-86 Sabre yang telah puluhan tahun menjadi ikon kota yang menandai titik 0km kota pekanbaru dan sekarang digantikan dengan Tugu Tari Zapin yang terbuat dari Perak, patung dari perak ini dibuat oleh pematung kelas dunia dari Bali I Nyoman Nuarta. Tugu Zapin  ini berharga 4,5Milyar. Tugu Zapin ini menggambarkan ciri khas daerah Riau dengan menampilkan Tarian Zapin sebagai simbol Melayunya. Tugu atau patung ini berbentuk sepasang pemuda-pemudi yang sedang menarikan Tarian Zapin.


                             


                                      
Tugu Proklamasi ini berada di Jalan Riau Pekanbaru tepatnya di Parkiran Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau.



Monumen pesawat A-4E Skyhawk ini terletak di Pos depan pintu masuk utama kawasan Lanud Pekanbaru. Monumen ini diresmikan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat SIP, pada hari Sabtu tanggal 25 Februari 2012.



Pesawat Elang Perkasa A-4E buatan Mc Douglas USA merupakan pesawat andalan yang pernah dimiliki Indonesia. Pesawat tempur tersebut mampu melaksanakan operasi taktis, strategis, hanud terbatas dan visat Photo Recce. Selain itu, pesawat tempur yang pernah dioperasikan Skadron Udara 12 Lanud Pekanbaru, pernah melalang buana dan berkiprah dalam medan penugasan operasi seperti Operasi Rencong, Halau, Tetuko, Seroja Timtim dan lain-lain.





Dahulunya pesawat tempur A-4E Skyhawk  menjadi kekuatan inti di Skadron 11 Madiun hingga kemudian dipindahkan  ke Skadron Udara 12 Pangkalan TNI AU Pekanbaru. Dan ini  menjadi salah satu bukti sejarah pengabdian A-4E Skyhawk kepada bangsa dan negara yang tak pernah lekang oleh waktu, sehingga dibangunlah monumen peswat A-4E Skyhwak.  




Tugu Kijang ini menjadi simbol dari kecamatan Bandar Seikijang Kabupaten Pelalawan. Tugu ini berada di jalan Lintas Timur Pekanbaru- Pangkalan Kerinci. Tugu ini menandakan bahwa dahulunya di Bandar Seikijang banyak terdapat kijang,namun kini kijang-kijang tersebut sudah tidak ada lagi.







BACA JUGA : RENDERING TUGU KIJANG BANDAR SEIKIJANG

Tugu ini berada di Jalan Jendral Sudirman tepatnya di Pertigaan Jalan masuk ke Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Tugu ini dinamakan Tugu Selamat Datang karena Tugu Inilah Tugu yang pertama kali dilihat jika kita berdatangan dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.



Tugu Air Mancur Kota Pekanbaru sempat  menjadi ikon  Kota Pekanbaru. Tugu ini berada di Jalan Sudirman Pekanbaru persis di depan Kantor Walikota Pekanbaru. Tugu ini sangat ramai dikunjungi oleh warga Pekanbaru,mereka mengunjungi Tugu ini untuk berphoto. Kini Tugu Air Mancur hanya tinggal kenangan saja, saat ini  keberadaan Tugu Air Mancur telah diganti dengan hadirnya Tugu Ikan Selais Tiga Sepadan. 


Kredit Photo : Forum Skyscrapercity Riau
Monumen Dirgantara atau Tugu Pesawat biasanya warga Pekanbaru menyebutnya. Tugu ini berdiri dengan gagah tepat berada di Titik 0 (nol) km Kota Pekanbaru. Tugu ini sangat erat kaitannya dengan Perjuangan Pekanbaru. Dulunya Pekanbaru (Riau) pernah menjadi basis dan pemusatan kekuatan Angkatan Udara RI ketika konfrontasi dengan Malaysia sekitar tahun 1950-an.

Pesawat yang ada di Tugu Pesawat Tempur,merupakan pesawat tempur asli jenis Sabre 86 J388. Pesawat ini  dibeli secara patungan oleh sejumlah pengusaha di Pekanbaru, termasuk salah seorang penyumbangnya adalah Saleh Abbas, pengusaha yang bermukim di Pasar Bawah yang namanya diabadikan menjadi sebuah ama jalan di Pasar bawah yaitu Jalan Saleh Abbas. Pesawat tempur Sabre 86 jenis J388 ini pernah digunakan untuk melawan Belanda saat masa kemerdekaan.
 

Kini keberadaan Tugu Pesawat sudah berpindah tempat, Tugu Pesawat sendiri dipindahkan persis di Depan Gedung Juang Pekanbaru, sedangkan di eks Lokasi Tugu Pesawat dibangun Tugu Zapin. Tugu Tari Zapin ini terbuat dari Perak, patung dari perak ini dibuat oleh pematung kelas dunia dari Bali I Nyoman Nuarta. Tugu Zapin  ini berharga 4,5Milyar. Tugu Zapin ini menggambarkan ciri khas daerah Riau dengan menampilkan Tarian Zapin sebagai simbol Melayunya. Tugu atau patung ini berbentuk sepasang pemuda-pemudi yang sedang menarikan Tarian Zapin.


Tugu ini bernama Tugu Kijang, Tugu ini akan dibangun di kecamatan Bandar Seikijang. Pada dahulunya di Bandar Seikijang, terdapat sebuah sungai dan di Sungai tersebut banyak ditemukan Kijang. Saat ini Kijang sudah langka di Bandar Seikijang ataupun di Pelalawan.
Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan event olahraga nasional yang diselenggarakan kurun waktu 4 (empat) tahun dan event tersebut merupakan titik kulminasi kegiatan keolahragaan dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan prestasi olahraga nasional.


Countdown diartikan sebagai perhitungan mundur yang sangat diharapkan untuk dapat dijadikan sebagai momentum pengingat bahwa Provinsi Riau mempunyai tanggung jawab yang besar sebagai pelaksana yang bermuara pada penyelenggaraan PON XVIII tahun 2012 pada tanggal 9 September 2012 mendatang dengan menjalankan catur sukses PON XVIII Tahun 2012 yaitu sukses penyelenggaraan, sukses prestasi nasional, sukses pemberdayaan ekonomi kerakyatan, sukses promosi daerah. Kegiatan Tugu Contdown ini dimaksudkan untuk memberi kesan berbeda sehingga seluruh lapisan masyarakat khususnya Riau lebih sigap dalam menyikapi egala persiapan menjelang 1 tahun (365 hari) penyelenggaraan event olahraga nasional.


Tujuan Pelaksanaan Contdown PON XVIII Tahun 2012
  1. Sebagai momentum pengingat bahwa pelaksanaan PON XVIII Tahun 2012 tinggal 365 hari lagi dan tugas besar bagi Panitia PON XVIII Tahun 2012 beserta segenap lapisan masyarakat untuk mensukseskannya.
  2. Menjaga antusiasme masyarakat Riau akan PON XVIII Tahun 2012 dengan memberikan sebuah presentasi kesiapan dan apresiasi atas kerja dan dukungan dari semua pihak
  3. Memasyarakatkan budaya Melayu Riau yang ramah dan mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kepada masyarakat melalui kegiatan seni dan budaya



Makna dari Tugu Countdown PON XVIII Tahun 2012 :
  1. Tinggi 9 meter : Melambangkan tanggal penyelenggaraan PON XVIII tahun 2012
  2. Bentuk 2 buah tower : Bentuk abngunan melengkung (melambangkan kedinamisan aktifitas olahraga), dua buah tower yang tidak sama tinggi (melambangkan perlombaan atau kompetisi yang sportif untuk menjadi yang terbaik (sang juara)
  3. Buku : Sebagai simbol Al-Quran yang melambangkan Al-Quran menjadi pedoman dalam bertindak dan berperilaku dalam apapun jua
  4. Anak Tangga yang berjumlah lima 5 anak tangga : Melambangkan Rukun Islam sebagai ketentuan utama masyarakat melayu Riau
  5. Tower yang dikelilingi kolam : Melambangkan "back nature" sebagai dasar berpijak dan moto "go green" yang dicanagkan Pemerintah Provinsi RIAU.

Di Bumi Riau Terbilang
Kita Wujudkan PON Gemilang

Di Riau Bumi Bertuah
               Kita Wujudkan PON Bermarwah

Di Riau Negeri Yang Aman
Kita Wujudkan PON yang Nyaman

Menyambut PON di Bumi Melayu
Rakyat Riau Bersatu Padu






Makna dari Tugu Countdown PON XVIII Tahun 2012 :
  1. Tinggi 9 meter : Melambangkan tanggal penyelenggaraan PON XVIII tahun 2012
  2. Bentuk 2 buah tower : Bentuk abngunan melengkung (melambangkan kedinamisan aktifitas olahraga), dua buah tower yang tidak sama tinggi (melambangkan perlombaan atau kompetisi yang sportif untuk menjadi yang terbaik (sang juara)
  3. Buku : Sebagai simbol Al-Quran yang melambangkan Al-Quran menjadi pedoman dalam bertindak dan berperilaku dalam apapun jua
  4.  Anak Tangga yang berjumlah lima 5 anak tangga : Melambangkan Rukun Islam sebagai ketentuan utama masyarakat melayu Riau
  5. Tower yang dikelilingi kolam : Melambangkan "back nature" sebagai dasar berpijak dan moto "go green" yang dicanagkan Pemerintah Provinsi RIAU.

Tugu Countdown ini berlokasi di jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, dan kedepannya tugu ini akan dijadikan kawasan citywalk
Adipura, adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Sepanjang penyelenggaraan Adipura, Kota pekanbaru telah 7 kali mendapatkan Piala Adipura untuk kategori Kota Besar,  yaitu 7 kali berturut-turut semenjak tahun 2004 hingga tahun 2011. Dan atas keberhasilan Kota Pekanbaru tersebut meraih adipura tersebut, maka dibangun sebuah monumen untuk memperingatinya, yaitu Tugu Adipura. Tugu ini berada di Depan Kantor Walikota Pekanbaru.
Piala Adipura Kota Pekanbaru Tahun 2006

Untuk Tahun 2011 , Pekanbaru berhak mendapatkan Adipura Kencana untuk kategori Kota Besar, Adipura Kencana diberikan kepada Kota Pekanbaru atas keberhasilan menjaga keberhasilan kota Pekanbaru sebagai kota terbersih selama tujuh tahun berturut-turut.
Piala Adipura Kota Pekanbaru Tahun 2009




Tugu Ikan Selais menjadi ikon baru Kota Pekanbaru. Tugu ini diberi nama Tugu Ikan Selais Tiga Sepadan,. Tugu ini berada di Jalan Sudirman Pekanbaru persisi di depan Kantor Walikota Pekanbaru atau juga berada di Lokasi Air Mancur  yang kini telah berubah menjadi Tugu Ikan Selais Tiga Sepadan.
Tugu ini dibangun bersamaan dengan Tugu Kemilau Songket Terpanjang Melayu yang berdiri megahnya di persimpangan jalan SM Amin Pekanbaru

Tugu Ikan Selais Tiga Sepadan mengandung falsafah yaitu  tiga ekor ikan Selais yang diabadikan dalam bentuk saling bersentuhan sekan-akan berangkulan dengan mesra serta ditampilkan dalam gerak dinamis dan penuh kelemah lembutan; mencerminkan pelaku orang Melayu yang selalu hidup dalam kerukunan dan kedamaian, saling berkasih sayang dalam kelincahan dan kepiawaian pergaulannya, sedangkan Air yang bergelombang diibaratkan cerminan samudera luas yang penuh ombak dan badai kehidupan yang selalu menghadapi cabaran dan tantangan, masalah dalam berbagai cobaan dan ujian



tugu kemilau songket terpanjang melayu pekanbaru
Tugu Songket Kemilau Terpanjang Melayu Pekanbaru
Tugu Kemilau Songket Terpanjang Melayu Pekanbaru terdapat di perempatan Jalan Tuanku Tambusai ujung dan Arengka dua. Tugu ini diresmikan pada tanggal 23 Juni 2011 oleh Walikota Pekanbaru Herman Abdullah,bersamaan dengan peresmian Tugu Ikan Selais Tiga Sepadan.. Selain menjadi simbol dari kota Pekanbaru diharapkan kedua tugu tersebut dapat menjadi monumen kebudayaan melayu yang tetap terjaga dari masa ke masa. Selain itu walikota Pekanbaru berharap kedua tugu tersebut juga menjadi salah satu objek wisata yang ada di kota Pekanbaru.

tugu songket melayu
Tugu Songket

"Tugu  Songket "  ini terdapat 8 (Delapan) motif songket melayu, yaitu Motif Siku Keluang, Motif Siku Awan, Motif Pucuk Rebung Kaluk Pakis Bertingkat, Motif Pucuk Rebung Bertabur Bunga Ceremai, Motif  Siku Tunggal, Motif Daun Tunggal Mata Panah Tabir Bintang, Motif Wajik Sempurna, Motif Pucuk Rebung Penuh Bertali

tugu songket melayu

Motif Songket Siku Keluang

Motif Songket Siku Awan

Motif Songket Pucuk Rebung Kaluk Pakis Bertingkat

Motif  Songket Pucuk Rebung Bertabur Bunga Ceremai

Motif Songket Siku Tunggal

Motif Songket Daun Tunggal Mata Panah Tabir Bintang
Motif  Songket Wajik Sempurna
Motif Songket Pucuk Rebung Penuh Bertali