TUGU PESAWAT PEKANBARU

Monumen Dirgantara atau Tugu Pesawat biasanya warga Pekanbaru menyebutnya. Tugu ini berdiri dengan gagah tepat berada di Titik 0 (nol) km Kota Pekanbaru. Tugu ini sangat erat kaitannya dengan Perjuangan Pekanbaru. Dulunya Pekanbaru (Riau) pernah menjadi basis dan pemusatan kekuatan Angkatan Udara RI ketika konfrontasi dengan Malaysia sekitar tahun 1950-an.

Pesawat yang ada di Tugu Pesawat Tempur,merupakan pesawat tempur asli jenis Sabre 86 J388. Pesawat ini  dibeli secara patungan oleh sejumlah pengusaha di Pekanbaru, termasuk salah seorang penyumbangnya adalah Saleh Abbas, pengusaha yang bermukim di Pasar Bawah yang namanya diabadikan menjadi sebuah ama jalan di Pasar bawah yaitu Jalan Saleh Abbas. Pesawat tempur Sabre 86 jenis J388 ini pernah digunakan untuk melawan Belanda saat masa kemerdekaan.
 

Kini keberadaan Tugu Pesawat sudah berpindah tempat, Tugu Pesawat sendiri dipindahkan persis di Depan Gedung Juang Pekanbaru, sedangkan di eks Lokasi Tugu Pesawat dibangun Tugu Zapin. Tugu Tari Zapin ini terbuat dari Perak, patung dari perak ini dibuat oleh pematung kelas dunia dari Bali I Nyoman Nuarta. Tugu Zapin  ini berharga 4,5Milyar. Tugu Zapin ini menggambarkan ciri khas daerah Riau dengan menampilkan Tarian Zapin sebagai simbol Melayunya. Tugu atau patung ini berbentuk sepasang pemuda-pemudi yang sedang menarikan Tarian Zapin.


6 komentar:

attayaya-rainbow mengatakan...

4,5 m...
fantastik
tugu kondom eeh countdown 1 m
fantastik

Anonim mengatakan...

sudahkah dipindahkan??
bagus ndak jadinya??

kangen Pekanbaru....

Anonim mengatakan...

dijatuhkan pejuang? tuh pesawat jet, masa itu baru german yang punya, itupun messerschmitd. ngaco tuh bapak, harus belajar sejarah lagi dia.

Andie mengatakan...

baru tau kalo poto ini dimasukin bang :p
ga ada konpirmasi nii

Anonim mengatakan...

Pekanbaru kota bertuah,jangan kalian remeh kan itu.
Tidak ada rawan bencana.kaya akan minyak bumi dan sawit.
Jika pekanbaru berdiri sendiri pasti kota pekanbaru adalah kota paling kaya di indonesia

Anonim mengatakan...

bagus sekali..., kalau bisa seluruh foto lamanya ikut di pameran arsip dan perpustakaan supaya bisa disaksikan kalangan pelajar dan masyarakat umum di Riau..