Tampilkan postingan dengan label RIAU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RIAU. Tampilkan semua postingan
Despite growing criticism for its poor preparation in hosting the ongoing 2012 National Games, the Riau provincial government is aiming to host another sporting event, the Islamic Solidarity Games III, to be held next June.

The province is likely to build more sport venues for next year’s games, even as the National Games entered the second week in some venues that critics have called incomplete and unsafe.

“In our continued construction project, we need support from all parties. We have asked sponsors for that purpose. Should we fail, we would find alternatives [for funding],” Riau Governor Rusli Zainal told reporters in the provincial capital Pekanbaru on Saturday.

His remarks came shortly after he received a delegation of eight officials from the Islamic Solidarity Sports Federation (ISSF).

Rusli said major projects that would need to be undertaken include an aquatic center, as the available pools in the province don’t meet international standards.

The provincial government has asked for help from upstream oil and gas regulator BPMigas in helping to finance the renovation of existing pools or to build new ones. It had already received support from Chevron in the construction of a Rp 62 billion ($6.5 million) building for the Chinese martial art known as wushu, Rusli said.

“Support from sponsors really helped us,” he said.

The ISSF delegation praised Riau’s preparation and expressed confidence that the province would be fully prepared in time.

“It’s a great honor for us to come to Riau to see the preparation of the upcoming games,” ISSF secretary general Mohammad Saleh Gazdar said. “We are here to coordinate with the organizing committee, which is in Riau and Jakarta, to finalize most of the important issues. Since we came yesterday, we visited the venues where the games are going to be held.

“In fact, because the National Games are being held and the activities are going on and about 11,000 of athletes are here, all the venues are occupied. It was a great opportunity to look at the preparation. The observers saw that the venues are almost very good. There are minor things needed to be maintained and finished as soon as possible. By the time you’re going to hold the games, the venues are ready.”

ISSF’s event might draw 2,500 athletes from 57 member nations of the Organization of Islamic Conference.

Riau was criticized after the canopy of the indoor tennis stadium collapsed days before the National Games started. The thickness of the wall surrounding the shooting venue also didn’t meet safety standards.

SEKILAS PON XVIII RIAU TAHUN 2012

Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah multi even olahraga nasional yang diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali, dan merupakan titik kulminasi kegiatan keolahragaan dalam rangka peningkatan dan pengembangan prestasi olahraga nasional. Disamping itu, PON dijadikan sebagai ajang evaluasi hasil pembinaan yang dilaksanakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi bersama-sama Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga, KONI Kabupaten/Kota serta semua komponen di setiap daerah.

PON pertama dilaksanakan di kota Solo pada tanggal 8 12 September 1948 dijadikan sebagai sarana pemersatu bangsa melalui kegiatan olahraga. Sebagai sarana pemersatu bangsa yang merupakan salah satu tujuan pokok penyelenggaraan PON tersebut harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya dalam rangka lebih meningkatkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejalan dengan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, tujuan penyelenggaraan PON juga diharapkan untuk dapat menjaring bibit atlet potensial, yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan menuju prestasi yang lebih tinggi.

Dengan penyelenggaraan PON secara bergilir, akan tercipta dan terbentuk pemerataan pembangunan khususnya pembangunan sarana dan prasarana keolahragaan, serta sektor lain yang pada gilirannya dapat mendorong percepatan peningkatan dan pengembangan prestasi olahraga nasional dan sekaligus memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa.

Terpanggil atas peran, fungsi serta dampak positif penyelenggaraan PON dalam memajukan dan mengembangkan potensi daerah, KONI Provinsi Riau bersama Pemerintah Daerah Provinsi Riau telah mengajukan usulan sebagai calon tuan rumah penyelenggaraan PON XVIII Tahun 2012. Selain Provinsi Riau terdapat 2 (dua) provinsi lain yang mencalonkan diri kepada KONI. Melalui forum Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang diadakan khusus untuk memilih calon tuan rumah pada tanggal 12 Agustus 2006, Provinsi Riau terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara PON XVlll Tahun 2012, dan kemudian diajukan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia untuk dapat diputuskan.

Sebagai penyelenggara, Provinsi Riau berupaya melakukan modernisasi pelaksanaan yang menyangkut venus, administrasi pelayanan dengan menggunakan Teknologi Informasi (IT). Modernisasi penyelenggaraan PON juga diharapkan untuk membudayakan perilaku hidup tertib dan menjaga kebersihan serta keamanan yang tercermin dalam konsep Green PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau. Green PON menyajikan program penghijauan, keindahan kota, menciptakan suasana asri dan nyaman di halaman dan lingkungan venus, hotel serta menambah kantong paru-paru kota.


WAKTU PELAKSANAAN PON XVIII RIAU TAHUN 2012

Pekan Olahraga Nasional XVII Tahun 2012 Provinsi Riau dilaksanakan selama 12 (dua belas) hari. Upacara pembukaan diadakan pada hari Minggu tanggal 9 September 2012 dan penutupan akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 20 September 2012.
Waktu pelaksanaan  pertandingan  cabang  olahraga  secara  umum  dilaksanakan  selama  12  (dua   belas)  hari  yang  dimulai  pada  tanggal  September  2012  hingga selesai pada  tanggal 20 September 2012. Namun, apabila diperlukan dan untuk  memenuhi  kebutuhan  teknis  pertandingan,  beberapa  cabang  olahraga  dapat dilaksanakan lebih awal sebelum hari H pembukaan PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau.
Riau merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia jauh sebelum Kepulauan Riau berpisah menjadi provinsi sendiri pada saat itu. Ya, sebelumnya, Riau dan Kepulauan Riau adalah satu provinsi. Negeri melayu ini sungguhlah luas, bermula dari ranah Kampar, Kuantan hingga terus ke utara, lingga, penyengat,johor, hingga Natuna. sesuai dengan ungkapan adat berikut ini :

Lurus adat sambung lembaga
Melebah luas ranak samudera
Ukuran negeri Utara - Selatan
Ranah Kuantan hinga Natuna
Riuh menyeluruh Siak-Indragiri
Rokan Kampar berbaur umbi
Adat dan syara' bersanding jati
Pinang sebatang tuah negeri


Pasca kemerdekaan di Indonesia, masih terdiri dari beberapa  provinsi. Seperti provinsi Sumatera yang dibagi menjadi sumatera bahagian Utara, Sumatera Bahagian Tengah, dan Sumatera Bahagian Selatan. Di Jawa, ada provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, selebihnya Sulawesi (celebes), Kalimantan (Borneo), Nusa Tenggara, dan Irian-Maluku (Indonesia Timur). RIAU sendiri saat itu tergabung dalam Provinsi Sumatera Bagian Tengah bersama Sumatera Barat dan Jambi.  Bagaimanakah cerita sejarah hingga sampai terbentuknya sebuah provinsi Riau ini ? Dan siapakah pahlawan dan tokoh yang begitu cerdas dan berani memperjuangkan Riau menjadi sebuah provinsi sendiri , merdeka dari otoriternya sumatera tengah sehingga manfaat daripada kemerdekaan berdiri nya provinsi ini dapat kita rasakan dengan lajunya pembangunan.

Bapak (Alm) H. Wan Ghalib bersama beberapa tokoh lainnya menjadi tokoh sentral sentral dalam perjuangan pembentukan Provinsi Riau.  Bapak (Alm) H. Wan Ghalib mendedahkan kronologis perjuangan sejarah, dengan membuka lembaran ingatannya. Menurut mantan Ketua Penghubung di Jakarta dalam perjuangan Provinsi Riau ini, awalnya keinginan untuk menjadikan residen Riau sebagai sebuah provinsi, dilatarbelakangi untuk sebuah keadilan bagi masyarakat Riau. Karena memang Provinsi Sumatera Tengah yang memiliki tiga Residen yaitu Jambi, Riau, dan Sumbar. Karena pusat pemerintahan terdapat di Residen Sumatera Barat, Riau memang tidak terlalu terperhatikan oleh pemerintah provinsi. Karena karakteristik daerah yang berbeda, sehingga pemahaman visi dari masing-masing residen tidak bisa bersatu. Ditambah lagi ada kesan pihak pemegang kekuasaan di Sumatera Tengah selalu memaksakan diri setiap kebijakan yang diambilnya. Ide pendirian provinsi awalnya hanya ada tingkat elit dan tokoh masyarakat Riau. Namun saat itu pihak Provinsi Sumatera Tengah tidak mau memberikan apa yang diinginkan Riau, sehingga munculah intimidasi upaya penghalangan, ungkap Wan Ghalib.

Pekanbaru Ibu Kota Provinsi Riau tengah bersolek dalam menghadapi Perhelatan Olahraga terbesar di tanah Air. Berbagai infrastruktur dibangun, infrastruktur yang ada dipercantik. Beberapa fasilitas gedung Olahraga dibangun dengan Konsep Green, Bandara diperbesar,begitupula dengan sarana transportasi, salah satu diantaranya pembangunan 2 (dua) fly over di ruas jalan Jenderal Sudirman.

                        

                
Pembangunan 2 fly over di ruas Jalan Jendral Sudirman mempercantik tata ruang Kota pekanbaru, pembangunan fly over dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Fly over berornamen Melayu yang merupakan cerminan semangat inovasi dan nilai-nilai perkembangan, kebersamaan dan kekompakan masyarakat Melayu di Bumi Lancang Kuning.
Masyarakat Riau  selalu ramah dan hangat menerima siapa pun yang datang ke daerah Riau, dengan muka jernih dan hati yang bersih.

                                

Tak khayal lagi kiranya fly over tersebut pantas disebut kombinasi  kultur melayu dan modernisasi, fly over tersebut dibangun dengan megah secara modern dan tanpa menghilangkan kultur dan identitas lokal melayu. Kombinasi motif dan pilihan warna dengan nuansa kultur Melayu menjadikan jembatan layang itu kian menawan. Bangunan dengan ornamen Melayu itu, tentu membuat masyarakat tempatan dan pendatang menyadari sedang berada di Provinsi Riau yang kental dengan budaya Melayu.

                               


Motif Pucuk Rebung Khas melayu, motif itik pulang petang dan perahu lancang kuning  menghiasi beberapa bagian dari fly over. Dan semua ornamen dan motif khas melayu tersebut diberi warna dengan warna khas melayu. Dari motif  pucuk rebung, itik pulang petang hingga perahu lancang kuning tampak tertata rapi di bangunan yang akan menjadi kado Hari Ulang Tahun Provinsi Riau ke-55 itu.

                                                   

Provinsi Riau memiliki Visi Riau 2020 yaitu menjadikan Riau sebagai Pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara, dan fly over dengan motif Melayu merupakan wujud keseriusan Pemerintah Provinsi Riau dalam mendukung pengembangan budaya Melayu menuju Visi Riau 2020. Selain itu fly over dengan sentuhan motif Melayu ini  juga menjadi ajang sosialisasi bagi dunia luar.

                               





  
Dengan mengusung tema Go Green, penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau mengadopsi konsep hijau yang selama ini dikembangkan Unnes dengan gerakan konservasinya. Konsep hijau menjadi tuntutan dunia. “Ini bukan isu lokal, tapi tuntutan dunia. 

Konsep hijau atau go Green yang diusung Riau dalam penyelenggaraan PON XVIII tahun 2012 dengan konsep bangunan dalam taman, lingkungan hijau akan menciptakan iklim harmonis di sekitar gedung. Meski ditumbuhi pohon, tapi sinar matahari tetap akan masuk ke gedung .

Konservasi penghijauan bukan hanya dilakukan di seluruh gedung venues dan kampus. Namun, penghijauan itu dilaksanakan diseluruh bangunan di Riau dan perumahan masyarakat. Berbagai jenis pohon dan bunga  di tanam dalam areal venues. Dengan tujuan dapat meciptakan udara sehat saat pelaksanaan olahrahga. CO2 yang dihasilkan juga semakin banyak bagi masyarakat di Riau.   Selain itu juga saat ini Riau sekarang ini gencar-gencarnya menjaga kelestarian lingkungan, mulai dari melakukan penghijauan,mempertahankan cagar biosfir, dan lain sebagainya. Semua itu dilakukan untuk mengantisipasi pemanasan global dan masalah lingkungan yang terjadi di dunia ini.
Semua lingkungan venue PON 2012 akan dibuat serta terlihat indah dan terasa hijau. Mulai dari pintu masuk sampai dengan areal gedung venues. Dengan harapan bisa menciptakan lingkungan asri dan hijau.
Konsep lingkungan yang dilakukan ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat dan instansi terkait di Riau. Termasuk daerah kabupaten/kota tempat pelaksanaan cabang olahraga yang bakal dipertandingkan, agar bisa menanam pohon.
ANDY LEEANO  DARI YOGYA KE MILAN SINGGAH DI PEKANBARU DENGAN MENGGUNAKAN VESPA TUA

Ifriandi atau biasa disapa dengan Andy Leeano pria asal Sumatra Barat yang berdomisili di Yogyakarta. Bertekad untuk melakukan perjalanan yang spektakuler, dari Kota Yogyakarta dengan menunggang Vespa tua, Andy Leeano akan melintasi Asia dan Eropa menuju Milan, Italia seorang diri dengan menempuh jarak sejauh 27.000 kilometer. Perjalanan sepanjang 27.000 kilometer rencananya akan ditempuh dalam waktu enam bulan atau bisa saja lebih dari itu karena faktor cuaca, lingkungan, dan konflik di negara yang bakal dilewati.

Vespa Milik Andy Leeano


Andy bertolak dari Yogyakarta, Sabtu tanggal 1 Juni 2012, kemuadian ia melanjutkan perjalanan melewati berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera. Selama di Indonesia, ia memang nggak sendirian karena selalu ditemani timnya. Sesampainya di Dumai nanti, Andy akan menyeberang ke Malaka, Malaysia. Barulah ia akan memulai solo touring melewati Malaysia, Thailand, Myanmar, Nepal, Bangladesh, India, Pakistan, Irak, Turki lalu melintasi sejumlah Negara Eropa hingga akhirnya sampai di Italia.  Perjalanan bertajuk Asia Eropa Tour 2012 ini udah ia impikan sejak tahun 2008 lalu dan baru bisa terwujud sekarang. Untuk mewujudkannya, kolektor ratusan Vespa ini menyiapkan dana hampir Rp 1 miliar.  

Andy Leeano dengan Vespa Tahun 1961 melakukan Tur Asia-Eropa


Andy telah mempersiapkan semua peralatan yang ia butuhkan dalam perjalanan Tur Asia-Eropa 2012, Andy yang telah mengantongi SIM intenasional membekali skuternya yang buatan 1961  dengan Global Positioning System (GPS), tangki modifikasi kapasitas 29 liter yang cukup untuk 1.000 kilometer, ban cadangan, megafon untuk mengusir binatang buas. Kompor gas kecil, oli mesin, P3K, sleeping bag, hingga pakaian ganti ala kadarnya juga sudah disiapkan. Berbagai bendera kecil negara yang akan dilewati dan bendera Indonesia ukuran besar juga tak lupa dipasang di jok belakang Vespa. 
Vespa Milik Andy Leeano
Perjalanan yang dilakukan Andy bukanlah perjalanan biasa, tetapi ia memiliki misi yang mulia, Andy mempromosikan Budaya, wisata  Indonesia dan juga Global Warming.  Saat berkendara dan beraudiensi di Luar Negeri Andy nantinya akan mengenakan pakaian khas Yogyakarta, yaitu celana panjang batik, pakaian surjan bermotif lurik, lengkap dengan blangkon di kepala.

Sebelum melanjutkan perjalanan ke Luar Negeri, Rabu malam tanggal 13 Juni 2012 Andy singgah di Kota Pekanbaru, Pekanbaru bukanlah Kota yang asing bagi Andy karena di pekanbaru Andy pernah mengenyam pendidikan di SMK Negeri 2 Pekanbaru (dahulu STM). Tim Riaudailyphoto.com mendapatkan suatu kehormatan besar karena menjadi media pertama di Riau yang dapat bertemu dengan bang Andy.
Riau sangat kaya akan ragam seni dan budaya, Berbicara mengenai Rumah adat Riau tentunya tidak terlepas dari Ragam dan Bentuk dari rumah adat Kabupaten dan Kota di Provinsi Riau. Bentuk rumah tradisional daerah Riau pada umumnya adalah rumah panggung yang berdiri diatas tiang dengan bangunan persegi panjang. Dari beberapa bentuk rumah ini hampir serupa, baik tangga, pintu, dinding, susunan ruangannya sama , dan memiliki ukiran melayu seperti selembayung, lebah bergayut,pucuk rebung dll. Di Riau setidaknya terdapat beberapa jenis Rumah adatseperti  Rumah Limas, Rumah Lontiok

 

SELASO JATUH KEMBAR


Rumah Adat Riau diinterpresentasikan dengan nama Selaso Jatuh Kembar atau biasa disebut juga dengan Salaso Jatuh kembar.  
Pada tahun 1971 Gubernur Riau Arifin Ahmad membentuk tim 9 yang berisikan Budayawan dan pemikir Melayu, tim 9 ini bertugas untuk membuat dan mendesain Rumah Adat Riau yang dijadikan Anjungan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Tim 9 bekerja dengan melakukan riset keliling Riau, hingga kemudian lahirlah dan muncul sebuah Rumah yang kemudian menjadi Rumah Adat Riau dengan nama Selaso jatuh kembar. Rumah Selaso jatuh Kembar dipopulerkan oleh Gubernur Riau Imam Munandar sebagai Rumah Adat Riau.

Rumah Selaso Jatuh atau adalah bangunan seperti rumah adat tapi fungsinya bukan untuk tempat tinggal melainkan untuk musyawarah atau rapat secara adat. Balai Salaso Jatuh mempunyai selasar keliling yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah, karena itu dikatakan Salaso Jatuh. Semua bangunan baik rumah adat maupun balai adat diberi hiasan terutama berupa ukiran. Di puncak atap selalu ada hiasan kayu yang mencuat keatas bersilangan dan biasanya hiasan ini diberi ukiran yang disebut Salembayung atau Sulobuyung yang mengandung makna pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Selasar dalam bahasa melayu disebut dengan Selaso. Selaso jatuh kembar sendiri bermakna rumah yang memiliki dua selasar (selaso, salaso) yang lantainya lebih rendah dari ruang tengah.








Bono merupakan fenomena alam unik yang terjadi di Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.  Bono adalah fenomena alam yang datang sebelum pasang. Air laut mengalir masuk dan bertemu dengan air sungai Kampar sehingga terjadi gelombang dengan kecepatan yang cukup tinggi, dan menghasilkan suara seperti suara guntur dan suara angin kencang. Pada musim pasang tinggi, gelombang sungai Kampar bisa mencapai 4-6 meter, membentang dari tepi ke tepi menutupi keseluruhan badan sungai. Peristiwa ini terjadi setiap hari, siang maupun malam hari.

      
                   

Kedepan Bono diharapkan akan menjadi wisata internasional andalan Indonesia. Hal ini terungkap dalam sebuah acara Focus Discussion Grup (FGD) dengan tema Membangun Kesepahaman dan Kesepakatan Bersama dalam Upaya Pengembangan Wisata Bono menjadi Ikon Wisata Internasional, yang diselenggarakan di Hotel Pangeran Pekanbaru pada tanggal 31 Mei 2012.

Suku Sakai adalah komunitas asli/pedalaman yang hidup di daratan Riau. Mereka selama ini sering dicirikan sebagai kelompok terasing yang hidup berpindah-pindah di hutan. 



Banyak cerita dan versi mengenai asal usul Suku Sakai, diantaranya sebagai berikut :

  • Sakai merupakan percampuran antara orang-orang Wedoid dengan orang-orang Melayu Tua. Catatan sejarah mengatakan bahwa pada zaman dahulu penduduk asli yang menghuni Nusantara adalah orang-orang Wedoid dan Austroloid, kelompok ras yang memiliki postur tubuh kekar dan berkulit hitam. Mereka bertahan hidup dengan berburu dan berpindah-pindah tempat. Sampai suatu masa, kira-kira 2.500-1.500 tahun sebelum Masehi, datanglah kelompok ras baru yang disebut dengan orang-orang Melayu Tua atau Proto-Melayu. Gelombang migrasi pertama ini kemudian disusul dengan gelombang migrasi yang kedua, yang terjadi sekitar 400-300 tahun sebelum Masehi. Kelompok ini lazim disebut sebagai orang-orang Melayu Muda atau Deutro-Melayu. Akibat penguasaan teknologi bertahan hidup yang lebih baik, orang-orang Melayu Muda ini berhasil mendesak kelompok Melayu Tua untuk menyingkir ke wilayah pedalaman. Di pedalaman, orang-orang Melayu Tua yang tersisih ini kemudian bertemu dengan orang-orang dari ras Wedoid dan Austroloid. Hasil kimpoi campur antara keduanya inilah yang kemudian melahirkan nenek moyang orang-orang Sakai.
 PEKANBARU
  •  Universitas Riau
    Jl. HR Subrantas km 12,5 Pekanbaru, Riau 28293 - Indonesia
    Telp : (+62 761) 65593 | Fax : (+62 761) 63279
  • Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
    Jl. HR. Soebrantas No. 155 Km. 15 Simpang Baru Panam Pekanbaru
  • Univesitas Islam Riau
    Jl. Kaharudin Nasution No. 113 Perhentian Marpoyan 28284 Pekanbaru
  • Universitas Lancang Kuning
    Jl. Yos Sudarso Km 8 Rumbai, Pekanbaru (0761) 53108
  • Universitas Muhamadiyah Riau (UMRI)
    Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 88 Sukajadi, Pekanbaru. +62-761-350-08
  • Universitas Abdurrab
    Jl. Riau Ujung No 73 Tampan, Pekanbaru 28292, Riau Telepon: 076138762, Fax: 07617054605
  •  Politeknik Caltex Riau
    Jl. Umban Sari Rumbai
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dharma Putra
    Jl. Imam Bonjol No. 75, Pekanbaru
  • Sekolah Tinggi Farmasi Riau
    JL. Kamboja Panam
  • Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Persada Bunda Pekanbaru
    Jalan Diponegoro No 42. Pekanbaru. Indonesia
     

Terwujudnya Kota Pekanbaru Sebagai Pusat Perdagangan Dan Jasa, Pendidikan serta Pusat Kebudayaan Melayu, Menuju Masyarakat Sejahtera yang Berlandaskan Iman dan Taqwa.

Makna yang terkandung dalam Visi Kota Pekanbaru :
  • Pusat Perdagangan dan Jasa, menggambarkan keadaan masyarakat Kota Pekanbaru yang diinginkan dalam decade 20 tahun kedepan Pemerintah Kota Pekanbaru dengan dukungan masyarakatnya yang dinamis akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mewujudkan Kota Pekanbaru menjadi pusat perdagangan dan jasa di kawasan Sumatera.
  • Pusat Pendidikan, pemerintah Kota Pekanbaru kedepan akan selalu berusaha untuk memberdayakan masyarakatnya agar dapat berperan serta secara aktif meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam rnagka menciptakan pembangunan manusia seutuhnya. Pemberdayaan sumber daya manusia lebih diarahkan kepada terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan formal dan non-formal dibidang keahlian dan kejuruan yang terpadu diikuti dengan upaya penyiapan sarana dan prasarana pra pendidikan sampai perguruan tinggi. Dengan langkah tersebut sangat diharapkan dalam decade 20 tahun kedepan di Kota Pekanbaru akan dapat tersedia sarana pendidikan yang lengkap dan unggul.
  • Pusat Kebudayaan Melayu merupakan refleksi dari peradaban tatanan nilai-nilai budaya luhur masyarakat Kota Pekanbaru yang mantap dalam mempertahankan, melestarikan, menghayati, mengamalkan serta menumbuhkembangkan budaya Melayu. Kehendak menjadikan Kota Pekanbaru sebagai pusat kebudayaan Melayu antara lain akan diarahkan kepada tampilnya identitas fisik bangunan yang mencerminkan kepribadian daerah, adanya kawasan beridentitas adat Melayu serta makin mantapnya kehidupan adapt yang digali dari nilai-nilai luhur Melayu.
  • Masyarakat Sejahtera merupakan salah satu tujuan kehidupan masyarakat Kota Pekanbaru pada decade 20 tahun kedepan. Dalam kondisi ini dicita-citakan masyarakat akan dapat hidup dilingkungan yang relatif aman, bebas dari rasa takut dan serba kecukupan lahir batin secara seimbangan dan selaras baik material maupun spiritual yang didukung dengan terpenuhinya kualitas gizi, kesehatan, kebersihan dan lingkungan.
  • Berlandaskan iman dan taqwa merupakan landasan spiritual moral, norma dan etika dimana masyarakat pada kondisi tertentu mempunya pikiran, akal sehat dan daya tangkal terhadap segala sesuatu yang merugikan dengan memperkukuh sikap dan prilaku individu melalui pembinaan agama bersama-sama yang tercermin dalam kehidupan yang harmonis, seimbang dan selaras.

  • Memajukan perekonomian, perdagangan dan jasa
  • Mewujudkan pelayanan prima pada masyarakat
  • Mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan berdaya saing
  • Mewujudkan masyarakat yang berbudaya Melayu
  • Mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera
  • Mewujudkan Pekanbaru yang asri dan lestari
  • Mewujudkan masyarakat yang beriman dan bertaqwa





"KABUPATEN KAMPAR NEGERI BERBUDAYA, BERDAYA DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT AGAMIS TAHUN 2020"

Makna yang terkandung dalam visi ini adalah :
  1. Seluruh komponen Kabupaten Kampar berkomitmen untuk menjadikan masyarakat yang berbudaya, dimana segala perilaku seluruh komponen masyarakat haruslah berlandaskan pemikiran logis yang berakal budi, dan menghormati serta menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat yang dianut dan berlaku dalam masyarakat Kabupaten Kampar. 
  2. Seluruh komponen Kabupaten Kampar memiliki kesungguhan hati untuk menjadikan masyarakat yang berdaya, yaitu dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan guna menjadikan dirinya pesaing yang tangguh menghadapi persaingan global dan terpenuhinya kebutuhan manusia yang layak serta  diperlakukan secara adil.
  3. Seluruh komponen Kabupaten Kampar bertekad untuk menjadikan masyarakat yang agamis dimana dalam segala aspek kehidupan yang dijalankan selalu dilandasi nilai-nilai keagamaan, dengan harapan Kabupaten Kampar dapat menjadi Serambi Mekah di Propinsi Riau.
KANTOR BUPATI KABUPATEN KAMPAR

MISI KABUPATEN KAMPAR


1. MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN NILAI BUDAYA MASYARAKAT KABUPATEN KAMPAR YANG MENJAMIN SISTEM BERMASYARAKAT DAN BERNEGARA UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN GLOBAL. 

Misi ini bermaksud:  

  1. Menumbuh kembangkan nilai-nilai budaya Kampar yang agamis kedalam etika  bermasyarakat dan bernegara di Kabupaten Kampar.  
  2. Meningkatkan etos kerja, kreativitas dan memberdayakan nilai-nilai gotong royong   ( batobo ) serta usaha-usaha antisipatif menghadapi pengaruh global.  
  3. Menguatkan nilai-nilai musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan konflik yang timbul dalam hidup bermasyarakat dan bernegara di Kabupaten Kampar.


2. MENINGKATKAN MANAJEMEN DAN KEMAMPUAN APARATUR  DALAM MENGELOLA ASET DAERAH DAN PELAYANAN MASYARAKAT.

Misi ini bermaksud:

  1. Membangun e-government berbasis good governance yang amanah dan berkeadilan untuk mensejahterakan masyarakat Kampar.
  2. Mengembangkan sistim manajemen dan kemampuan aparatur dalam mengelola  kekayaan yang dimiliki daerah, baik sumberdaya alam, teknologi, budaya, dan adat istiadatnya secara ekonomis, efisien, dan efektif, dalam upaya mewujudkaan pelayanan kepada masyarakat secara mudah, cepat, terjangkau, tepat waktu, transparan, tepat sasaran dan memenuhi kepastian hukum.
Untuk mewujudkan maksud diatas, perlu didukung oleh Kemampuan individu aparatur pemerintah yang punya motivasi, kepercayaan diri, jujur, dan inovatif melalui pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan tuntutan tugas pokok dan fungsinya dalam organisasi pemerintahan.


3.  MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA YANG SEHAT, MENGUASAI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI SERTA BERWAWASAN KEDEPAN.

Misi ini bermaksud mewujudkan:

  1. Sehat jasmani dan rohani yang memiliki mentalitas dan kemampuan dalam mengembangkan diri, dan berperan dalam membangun daerahnya;  
  2. Dapat menguasai dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan perkembangan zaman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam tuntutan pembangunan daerah;
  3. Berpikiran maju untuk mengembangkan diri dan memiliki wawasan kedepan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka memajukan daerah.


4. Mengembangkan ekonomi rakyat yang berbasis sumber daya lokal dengan orientasi pada agrobisnis, agroindustri dan pariwisata serta mendorong pertumbuhan investasi secara terpadu dan terkait anatar swasta, masyarakat, dan pemerintah baik berskala local, regional, nasional maupun internasional.  

Misi ini bermaksud mewujudkan:

  1. Pengembangan usaha produksi barang dan jasa yang dilakukan oleh masyarakat berskala kecil dan menengah yang berorientasi pasar dan industri pengolahan hasil pertanian  untuk mendapatkan nilai tambah.
  2. Menguatkan lembaga dan organisasi ekonomi masyarakat yang berorientasi pasar yang dikembangkan agar tercipta kemampuan bersaing dan bermitra dengan pesaing pasar lainnya untuk peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat.
  3. Mengembangkan sistem dan jaringan data dan informasi serta promosi potensi unggulan daerah.
  4. Membangun sentra perdagangan dan industri serta pariwisata yang berbasis teknologi
  5. Mendorong pertumbuhan investasi melalui pola kemitraan yang sejajar dan proporsional antar swasta, masyarakat, dan pemerintah dalam bentuk kerja sama yang harmonis dan saling menguntungkan. Untuk itu perlu diciptakan iklim investasi yang kondusif dalam memacu laju pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasilnya.


5.  MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN KAWASAN SEIMBANG YANG DAPAT MENJAMIN KUALITAS HIDUP SECARA BERKESINAMBUNGAN.

Misi ini bermaksud:

  1. Melakukan penataan ruang atau kawasan sesuai dengan peruntukkannya secara serasi, harmonis, terpadu, dan seimbang diselaraskan dengan daya dukung lingkungannya.
  2. Penataan ruang atau kawasan dalam mengantisipasi perkembangan dan kemajuan daerah harus selalu dalam kendali pemerintah agar keserasian, keharmonisan, keterpaduan, dan keseimbangan dalam kehidupan sosial bermasyarakat dapat terjaga dan terpelihara sehingga tidak berdampak terhadap kerusakan lingkungan.


6.  MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERIMAN DAN BERTAQWA, SERTA TAAT TERHADAP ATURAN YANG BERLAKU MENUJU MASYARAKAT AGAMIS YANG TERCERMIN DALAM KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA.

Misi ini bermaksud:  

  1. Taat melaksanakan dan mengamalkan ajaran dan aturan agama dan menjadikannya landasan moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;  
  2. Menjamin keamanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Kabupaten Kampar;  
  3. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia baik  aparat maupun masyarakat yang berlandaskan iman dan taqwa melalui jalur pendidikan, pelatihan dan pembinaan.  
  4. Menegakkan supremasi hukum yang berkeadilan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.  
  5. Terciptanya kedamaian hidup umat beragama baik interen umat beragama, antar umat beragama maupun antar umat beragama  dengan pemerintah.  
  6. Menciptakan lingkungan kehidupan yang bernuansa  agamis dalam berbagai aspek pembangunan. 

Terwujudnya Kota Dumai Sebagai Pusat Pelayanan ”PENGANTIN” (Pelabuhan, Perdagangan ,Tourism dan Industri) yang ”BERSERI” (Bersih, Semarak, Rukun dan Indah) di Kawasan Pantai Timur Sumatera Sebagai Penggerak Kemajuan Ekonomi dan Budaya Melayu yang Agamis menuju Dumai Kota ”SEHAT ” (Sejahtera, Harmonis,  Aman dan Tertib ) pada Tahun 2020.

Kantor Walikota Dumai


  • Meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi serta memperkuat struktur perekonomian yang bertumpu pada ekonomi kerakyatan untuk peningkatan daya beli masyarakat melalui  pengembangan sektor unggulan yaitu sektor PENGANTIN (Pelabuhan, Perdagangan, Tourism, dan Industri).
  • Mengembangkan kualitas sumberdaya manusia yang tangguh dan profesional yang dilandasi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta kemampuan dalam penguasaan teknologi dan keahlian spesifikasi yang dapat diandalkan.
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur baik yang bertujuan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat guna mendorong perkembangan Kota Dumai menjadi kota yang BERSERI (Bersih, semarak, rukun dan indah).
  • Mengembangkan kemampuan aparatur pemerintah agar dapat tercipta pemerintah yang baik dan pemerintah yang bersih dari KKN serta berwibawa dan mampu memberikan pelayanan yang efisien dan efektif yang dapat memuaskan masyarakat pada umumya serta investor pada khususnya.
  •  Mengembangkan budaya melayu sebagai jati diri Kota Dumai dan budaya tempatan guna memotivasi peran serta masyarakat dalam kegiatan pembangunan dan menyaring masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan kaidah dan nilai budaya melayu dan budaya tempatan.
VISI PEMBANGUNAN:


Terwujudnya Rokan Hilir yang maju, sejahtera dan berdaya saing tahun 2016


MISI :
  • Memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan
  •  Melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Memajukan sektor pertanian, industri dan jasa
  •  Memperkuat sumber daya manusia yang berkualitas dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
  •  Mewujudkan pemerintah yang handal, bersih dan berwibawa
  •  Memantapkan pembangunan masyarakat yang berbudaya melayu berlandaskan iman dan taqwa