Sosok Herman abdullah sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Riau,khususnya warga Kota ekanbaru. Drs. H. Herman Abdullah M.M. lahir di Pekanbaru, 18 Juli 1950 adalah Walikota Pekanbaru selama 2 periode. Berkat tangan dingin Herman Abdullah Kota Pekanbaru berubah menjadi Kota Besar yang berkembang terutama di kawasan Sumatera. Selama kepemimpinannya ia banyak melakukan pembenahan di Pekanbaru. Antara lain di bidang kebersihan dan tata kota, dimana pada masa pemerintahannya, Pekanbaru berhasil meraih Piala Adipura sebanyak tujuh kali berturut-turut yaitu pada tahun 2004 hingga tahun 2011. Untuk Tahun 2011 , Pekanbaru berhak mendapatkan Adipura Kencana untuk kategori Kota Besar, Adipura Kencana diberikan kepada Kota Pekanbaru atas keberhasilan menjaga keberhasilan kota Pekanbaru sebagai kota terbersih selama tujuh tahun berturut-turut.

Sepanjang penyelenggaraan Adipura, Kota pekanbaru telah 7 kali mendapatkan Piala       
Herman Abdullah adalah alumni Universitas Andalas Padang  (Unand). Herman Abdullah begitu mencintai Almameternya Unand, bahkan herman Abdullah didaulat menjadi ketua Ikatan Alumni (IKA) Unand Cabang Riau, bahkan nama Herman Abdullah sempat  mencuat saat bersaing dengan Wamen Mentri Pendidikan Nasional Prof.Dr.Fasli Jalal sebagai kandidat Ketua Umum IKA-UNAND.

Karir PNS Herman Abdullah terus menanjak hingga akhirnya, Herman Abdullah menjadi Kepala Bappeda Kota Pekanbaru, dan saat itu Herman Abdullah ditunjuk menjadi  Ketua Umum PSPS Pekanbaru dan sukses mengantarkan PSPS PEKANBARU  ke Divisi Utama. Selanjutnya karir Herman Abdullah mencapai titik tertinggi seorang Birokrat yaitu Sekretaris Kota Pekanbaru, hingga akhirnya Herman Abdulah menjadi  walikota Pekanbaru selama dua periode.

Tidak hanya sukses berkarir sebagai PNS, Herman Abdullah juga merupakan salah satu kader terbaik Partai Golkar. Herman Abdullah pernah menjabat berbagai posisi strategis di Organisasi Massa Golkar dan Herman juga pernah menjabat
Ketua DPD GOLKAR Tk. II Pekanbaru pada tahun 1993-1997. Disela-sela kesibukannya Herman Abdullah mampu membuat sebuah buku yang ia beri judul : Dari Kota Pinggiran Menjadi Bandar Metropolis : Jejak Langkah H.Herman Abdullah Membangun kota Pekanbaru.


Berbekal pengalaman dan kesuksesan menjadi Walikota Pekanbaru selama dua Periode, Herman Abdullah menjadi Calon Gubernur Riau. Drs.H.Herman Abdullah MM dan  dr.H. Agus Widayat,MM mendeklarasikan diri sebagai Bakal Calon Gubernur Riau dan Bakal calon wakil Gubernur Riau  2013-2018. Dengan dukungan dukungan dari delapan partai politik yaitu : Gerindra, PBB, PDS, PPNU, PDK, PKPB, Partai Patriot, dan Partai Buruh, akhirnya herman Abdullah dinyatakan Sebagai Calon Gubernur Riau dan Herman Abdullah mendapatkan Nomor Urut 1 di Ajang Pemilihan Gubernur Riau.


Penghargaan Yang Pernah diraih Herman Abdullah :

  • Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun Presiden RI 2000
  •  Manggala Karya Kencana Presiden RI 2004
  •  Satya Lancana Wira Karya dan Bakti Koperasi 2004
  •   Satya Lencana Pembangunan Presiden RI 2005
  •  Tanda Jasa Bintang Jasa Pratama

Pengalaman Organisasi Herman Abdullah :



  • Ketua umum Senat Mahasiswa FE UNAND tahun 1975-1977
  • Wakil Ketua DPD KNPI Tk. II Pekanbaru tahun 1980-1983
  • Ketua umum DPD KNPI Tk. II Kota Pekanbaru tahun 1983-1986 
  •  Wakil DPD AMPI Tk. I Riau tahun 1985-1990
  •  Wakil Ketua DPD KNPI Tk. I Riau tahun 1987-1990
  • Kepala biro Pemuda DPD GOLKAR Tk. I Riau tahun 1988-1993
  •  Bagian pemenangan Pemilu DPD GOLKAR Tk. II Pekanbaru 1988-1993
  •  Ketua DPD KNPI Tk. I Riau tahun 1990-1993
  • Wakil Ketua ISEI cabang pekanbaru tahun 1993
  • Ketua DPD GOLKAR Tk. II Pekanbarutahun 1993-1997
  • ketua PDK KOSGORO Tk. I Riau tahun 1997- 2004
  • ketua Korpri Kota Pekanbaru tahun 1999-2004 
  • Kwarcab Pramuka 2000-2005 
  • Ketua Umum KONI Kota Pekanbaru tahun 2001
  • Ketua PSPS Pekanbaru tahun 2006-2011

Calon Gubernur Riau Drs.H.Herman Abdullah MM dan  dr.H. Agus Widayat,MM mendeklarasikan diri sebagai Bakal Calon Gubernur Riau dan Bakal calon wakil Gubernur Riau  2013-2018. Pasangan HA (Herman Abdullah dan Agus Widayat)  mendapat dukungan dari delapan partai yaitu : Gerindra, PBB, PDS, PPNU, PDK, PKPB, Partai Patriot, dan Partai Buruh.

Penghargaan
Beberapa penghargaan yang diraih oleh Herman Abdullah di antaranya :
  1. Penghargaan Upakarti dan Jasa Kepedulian Sektor IKM Presiden RI 2009
  2. Tanda Jasa Bintang Jasa Pratama
  3. Satya Lencana Pembangunan Presiden RI 2005
  4. Satya Lancana Wira Karya dan Bakti Koperasi 2004
  5. Manggala Karya Kencana Presiden RI 2004
  6. Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun Presiden RI 2000

      berikut ini adalah biodata dan perjalan kepemimpinan HERMAN ABDULLAH, MM :
      

Tentang Herman Abdullah, MM

Riwayat pekerjaan
1. Walikota Pekanbaru
2. Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru 3. Ketua Bappeda kota Pekanbaru
PENGHARGAAN :
1. Upakarti dan Jasa Kepedulian Sektor IKM PresidenRI 2009 2. Tanda Jasa Bintang Jasa Pratama 3. Satya Lencana Pembangunan Presiden RI 2005 4. Satya Lancana Wira Karya dan Bakti Koperasi 2004 5. Manggala Karya Kencana Presiden RI 2004 6. Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun Presiden RI 2000
Pengalaman Organisasi :
1 Kepala biro Pemuda DPD GOLKAR Tk. I Riau tahun 1988-1993 2 Bagian pemenangan Pemilu DPD GOLKAR Tk. II Pekanbaru 1988-1993 3 Walikota Pekanbaru periode 2001-2006 & 2006-2011 4 Ketua DPD GOLKAR Tk. II Pekanbarutahun 1993-1997 5 ketua PDK KOSGORO Tk. I Riau tahun 1997- 2004 6 Ketua Kwarcab Pramuka 2000-2005 7 Ketua PSPS Pekanbaru tahun 2006-2011 8 ketua Korpri Kota Pekanbaru tahun 1999-2004 9 Wakil Ketua ISEI cabang pekanbaru tahun 1993 10 Ketua umum Senat Mahasiswa FE UNAND tahun 1975-1977 11 wakil Ketua DPD KNPI Tk. II Pekanbaru tahun 1980-1983 12 Ketua umum DPD KNPI Tk. II Kota Pekanbaru tahun 1983-1986 13 Wakil DPD AMPI Tk. I Riau tahun 1985-1990 14 Wakil Ketua DPD KNPI Tk. I Riau tahun 1987-1990 15 Ketua DPD KNPI Tk. I Riau tahun 1990-1993 16 Ketua Umum KONI Kota Pekanbaru tahun 2001
Radja Nainggolan akan menyambangi Kota Bertuah Pekanbaru pada tanggal 23 Juni nanti,  Radja Nainggolan merupakan pemain nasional Belgia yang saat ini merumput bersama Tim Serie A Italia Cagliari.

                                                 


Selama di pekanbaru Naingglan mengadakan rangkaian kegiatan, diantaranya Meet and Greet, Gala Dinner dan Coacing Clinic. Coaching clinic akan diadakan di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, peserta yang ingin mengikuti acara  coaching clinic tersebut akan dipungut biaya sebesar Rp 750 ribu per orang dan akan mendapatkan Kaos, Sertifikat bertandatangan Radja nainggolan dan juga Bola. Di acara tersebut  mantan striker Timnas Indonesia dan juga mantan Striker dan kapten Tim PSPS PEKANBARU Kurniawan Dwi Yulianto juga mengikuti coaching clinic .

                         Radja Nainggolan merupakan salah satu pemain muda berbakat keturunan Indonesia yang merumput di Liga Italia Serie A. Kemampuan ciamiknya dalam mengolah bola membuat klub besar seperti  AC Milan, Inter Milan dan Juventus tertarik menggunakan jasanya. Sebelum Radja Nainggolan menjadi pemain top dan bermain diklub besar, ada baiknya kita berphoto bersama Nainggolan dan memiliki koleksi Tanda Tangan Nainggolan dari saat ini, mumpung Nainggolan berada di Kota Pekanbaru. Untuk Meet and Greet bersama nainggolan tiap peserta dipungut biaya sebesar Rp.1.500.000 yang akan dilakukan pada tanggal 24 Juni 2013 pukul 19.00 disalah satu hotel di Pekanbaru. Dan acara Gala Dinner bersama Radja Nainggolan akan dilakukan pada tanggal 25 Juni 2013 dan tiap peserta dipungut biaya Rp.5.000.000.

Untuk pembelian Ticket Meet and Greet, Gala Dinner & Coaching Clinic with Radja Nainggolan di Pekanbaru dapat dilakukan Ticket Box resmi : Akademi Sepak bola Liverpool Building (Jln.Kapling 1/Samarinda no.6A Tangkerang Pekanbaru), Radio Aditya dan Citron Media printing. Buruan Ticket terbatas !
Provinsi Riau tidaklah seindah Provinsi tetangga Sumatra Barat ataupun Sumatra Utara,yang kaya akan objek wisata. Riau hanya menjadi destinasi bisnis, yang mempunyai urusan bisnis ataupun kepentingan lainnya di Riau, cenderung tidak akan bermalam atau menginap, karena mereka tidak menemukan sebuah alasan untuk berlibur ke Bumi Melayu Riau. Seorang pembicara dalam seminar, ataupun pemateri dalam sebuah training, mereka akan datang dari pagi hari jakarta kemudian  pulang sore hari. Tidak ada agenda untuk tujuan wisata sama sekali.

Bagi mereka Riau hanya sebuah tempat yang panas, sumber asap, kaya minyak dan penuh dengan gedung-gedung pemerintahan yang megah dan berarsitektur melayu. Ketika Kepulauan Riau dimekarkan menjadi sebuah Provinsi baru, Riau   kehilangan potensi sektor wisata terutama wisata bahari. Memang Riau, tidak memiliki wisata alam, tapi saya yakin suatu saat nanti akan menjadi salah satu destinasi wisata di Sumatra. Riau sebagai jantung peradaban budaya Melayu setidaknya masih bisa mengembangkan wisata di sektor seni dan kebudayaan.



Makam Syech Burhanuddin merupakan salah satu Wisata Religi yang terdapat di kabupaten Kampar. Makam Syech Burhanuddin berada di Desa Kuntu  Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Makam ini cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama menjelang bulan ramadhan,mereka datang dengan tujuan memberi doa kepada Syech Burhanuddin. 


Menyatu dengan alam sembari menikmati eksotisme Hutan di Desa Tanjung Belit kecamatan kampar Kiri Hulu Kabupaten kampar, siapa sangka sebuah desa dengan jarak tempuh lebih kurang 3jam dari Pekanbaru ibukota Provinsi Riau kita akan menikmati indahnya alam dan panorama hutan serta beberapa air terjun dan sungai dengan air yang jernih. Bahkan Desa Tanjung Belit menjadi salah satu tempat alternatif berkemah.