Gubernur Riau Rusli Zainal pada hari Jumat tanggal 14 Desember 2012 meresmikan Jembatan
Teluk Masjid yang dinamakan Jembatan Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah. jembatan ini beada di Desa Sungai tengah kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak. Jembatan ini
memiliki bentangan (jarak tiang ke tiang) sepanjang 250 meter yang
merupakan terpanjang di Indonesia saat ini, sebelumnya
jembatan yang memiliki bentang terpanjang dipegang oleh Jembatan
Rumpiang, Kalimantan Selatan, selebar 200 meter.
Rendering Jembatan Sultan Abdul Djalil Rachmadsyah (Forum Skyscrapercity Riau)
Monumen perjuangan Rakyat riau berada di Jalan Diponegoro Pekanbaru, persis berada didepan Kompleks Gubernuran (Rumah Dinas Gubernur Riau). Di tengah monumen ini terdapat patung TNI dan Rakyat dalam menghadapi
penjajah, patung ini berdiri di atas pelataran yang berisi relief
perjuangan dan disisi kanan dan kiri terdapat meriam.
Bentuk keseluruhan monumen adalah terbuka yang melambangkan kakraban
lingkungan, keserasian dan perpaduan antara monumen dengan alam
sekitarnya. Makna yang terkandung di dalamnya, pendekatan dan
penghayatan yang se-“resam” antara pemimpin dan rakyat, yang menjadi
tulang punggung kesatuan dan persatuan nasional.
Bentuk
pelataran monumen adalah “segitiga” yang melambangkan mata anak panah
yang mengarah pada satu titik menghadap tiang bendera tempat Sang Saka
Merah Putih berkibar di halaman Gubernuran (d/h Gedung Daerah).
Bentuk dasar “dampar” monumen adalah “segilima” dalam 4 (empat)
tingkatan yang melambangkan 5 sila dari Pancasila dan juga melambangkan
tahun 45 sebagai tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kaki monumen berbentuk segilima yang melambangkan Pancasila dengan lambang sila-sila Pancasila.
Dampar yang menjadi alas patung berbentuk “astakona” atau segi
delapan, melambangkan bulan ke delapan yakni bulan Agustus sebagai bulan
diproklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia.
Bertempat di Grand Ballroom Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru Tanggal 12 Desemer 2012 Bakal Calon Gubernur Riau Drs.H.Herman Abdullah MM dan dr.H. Agus Widayat,MM mendeklarasikan diri sebagai Bakal Calon Gubernur Riau dan Bakal calon wakil Gubernur Riau 2013-2018. Pasangan HA (Herman Abdullah dan Agus Widayat) mendapat dukungan dari delapan partai yaitu : Gerindra, PBB, PDS, PPNU, PDK, PKPB, Partai Patriot, dan Partai Buruh.
Diperkirakan ribuan undangan dan massa pendukung Bakal Calon Gubernur Riau dan Bakal Calon wakil Gubernur Riau hadir. massa yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Pekanbaru tetapi juga datang dari Luar Kota seperti Bangkinang, Pasir Pengaraian, Pangkalan kerinci, Dumai dll. Acara deklarasi ini dihadiri Mantan Mentri kehutanan yang juga Ketua Umum DPP PBB, MS Kaban menghimbau kepada warga untuk memberikan dukungan kepada Bapak herman Abdullah yang mempunyai konsep membangun desa.Menurut kaban
Herman-Agus adalah pilihan yang tepat.
Tugu Ikan Patin ini berada di Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu, Rengat barat beribukota Pematang Reba dan pematang reba kini menjadi Pusat pemerintahan Kabupaten Indragiri Hulu.
Sebagian masyarakat Kabupaten kepulauan Meranti Provinsi Riau secara turun temurun menanam sagu , penghasilan terbesar masyarakat di
wilayah ini adalah berkebun sagu, sehingga memposisikan daerah ini sejak
dulu sebagai penghasil sagu terbesar di Indonesia. Tanaman sagu yang sejak dulu sudah menjadi primadoma
masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti. Maka tak heran bila masyarakat
Riau lebih mengenal daerah ini sebagai wilayah sagu, bahkan ibu kota
kabupaten Selatpanjang disebut dengan kota sagu
Masa tanam kebun sagu biasanya berumur 8 sampai 10 tahun, ketika
ketinggian batang sagu sudah dianggap cukup dan besar batang sagu sudah
cukup untuk dipanen atau ditebang. Ketika satu batang sagu ditebang anak
sagu akan menyusul induknya dan hanya berjarak satu tahun untuk
dipanen. Setelah di Panen, selanjutnya
Tual sagu yang sudah dipotong dikelurkan dari kebun dengan cara digolek
sampai ke sungai, di sungai tual sagu dirakit selanjutnya dari sungai
ditarik ke sungai dengan menggunakan kapal.
Kini masyarakat Meranti kreatif dengan memanfaatkan Tual Sagu, mereka membuat pesta rakyat dengan tajuk Bokor Fiesta di Desa Bokor. Masyarakat Bokor membuat event Wisata Lomba Lari Tual Sagu dan berlari
meniti batang sagu serta mendorong batang sagu (golek tual sagu). Lomba lari Tual Sagu ini diadakan di Sungai Bokor dengan jumlah peserta yang tidak terbatas dan lomba ini hanya bersifat eksibisi dan sebagai sarana promosi wisata. Selain itu di Festival Bokor juga diadakan pegelaran musik,tari dan teater, pembacaan puisi, pesta buah, kuliner dan kerajinan