ISTANA KERAJAAN INDRAGIRI

on 18 Mei 2011


Indragiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “Indra” yang berarti mahligai dan “Giri” yang berarti kedudukan yang tinggi atau negeri, sehingga kata indragiri diartikan sebagai Kerajaan Negeri Mahligai. Kerajaan Indragiri diperintah langsung dari Kerajaan malaka pada masa Raja Iskandar yang bergelar Narasinga I. Pada generasi Raja yang ke 4 (empat) barulah istana Kesultanan Indragiri didirikan oleh Paduka Maulana Sri Sultan Alauddin Iskandarsyah Johan NaraSinga II yang bergelar Zirullah Fil Alam. Istana Kerajaan Indragiri salah satu objek Wisata Riau yang paling ramai dikunjungi.


ISTANA KERAJAAN INDRAGIRI
Indragiri derived from the Sanskrit of "Indra", which means palace and "Giri" which means a high status or country, so the word is defined as the Empire State Indragiri kingdom of Indragiri palace ordered directly from the Kingdom of Malacca at the time of Raja Iskandar whose surname Narasinga I. On the generation of the King of the 4 (four) then the Sultanate of Indragiri palace was founded by Paduka Maulana Sri Sultan Alauddin Iskandarsyah Johan NaraSinga II who holds Zirullah Fil Alam.
Ranking: 5

{ 4 komentar... read them below or add one }

photoblog mengatakan...

Begitu banyak kerajaan besar dan kecil yang ada di RIau, kenapa Riau tak menuntuk keistimewaan seperti halnya Jogja ya? Hehehe.. Politik oh politik...


18 Maret 2011 23.04
attayaya-mading mengatakan...

ga bisa nuntut keistimewaan seperti jogja, karena soeharto berasal dari jogja sono


18 Mei 2011 23.16
Anonim mengatakan...

@attayaya-mading Nunggu Rusli Zainal jadi Presiden, Lukman Edy jadi Menkumhamn dan Indra Muklis Adnan Jadi Mendagri serta Septina Primawati Menteri Peranan Wanita dan Jhoni Irwan jadi Gubernur Riau pasti Riau bisa jadi DSI (Daerah Sangat Istimewa)


18 Mei 2011 23.22
Lux Suryadi mengatakan...

Sesungguhnya istana Kerajaan Indragiri ini hanyalah sebuah replika, yang berlokasi di antara Sungai Indragiri dan Danau Raja, sebuah danau di Kota Rengat. Istana replika ini dibangun pada era Bupati Raja Thamsir Rahman sekitar tahun 2004-2006. Pembangunannya sempat terbengkalai dan tersendat-sendat akibat anggaran dan biaya-biaya yang tidak jelas. Unsur politis sangat kental dalam proses pembangunan istana ini. Istana ini sempat mengalami beberapa kali perombakan desain seperti perombakan pada model atap dan juga pada model pagar yang mengelilinginya. Namun sayangnya selama saya hidup di Kota Rengat, istana ini selalu dalam keadaan tertutup dan tidak dibuka untuk masyarakat umum. Entah apa benda yang ada di dalam istana ini, saya tidak pernah tahu. Bahkan pernah juga ada kru dari Trans TV/ TV 7 yang mencoba meliput juga tidak berhasil masuk ke dalam istana ini. Ironisnya kondisi istana sekarang seperti kurang terurus dan banyak rumput-rumput liar yang tumbuh di halamannya. Hanya pada even-even tertentu barulah dilakukan perawatan terhadap istana ini. Salam dari Rengat, Kota Bersejarah


27 Februari 2013 15.20
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
© RIAU DAILY PHOTO | All Rights Reserved
D.I.Y Themes ByRIAU DAILY PHOTO