Alokasi anggaran: Rp 240 miliar
Total Area tanpa bangunan: 13,670.56 m² 
Luas bangunan: 20.396 m² 
Luas Pemandangan Total / Garden: 10,719.17 m² 
Luas Dang Merdu bertujuan untuk Convention Center dan Bank Riau -cabang : 5.255 meter persegi, Basement Luas: 4.570 meter persegi ,Semi-Basement Area: 703 sqm, Tinggi bangunan (tanpa atap): 74,94 m ,Tinggi bangunan (dengan puncak): 83 m 
Jumlah lantai: 15 dengan roof Garden


Fasilitas : 
1. Banking Hall 
2. Dang Merdu Convention Center
3. Drive-Thru ATM 
4. Kantor Bank Riau Kantor Pusat 
5. Swasta / Priority Banking Center
6. 1000 save deposits 
7. Data Center 
8. Cafe dan Restoran 
9. Roof Garden Konstruksi



KONSEP DESAIN MENARA DANG MERDU BANK RIAU KEPRI
Nama Dang Merdu diiilhami dari nama tokoh DANG MERDU, Ibunda Hang Tuah. Hang Tuah merupakan tokoh pahlawan ksatria rakyat melayu, kisah Hang Tuah yang fenomenal dan melegenda bagi masyarakat melayu di Nusantara khususnya di wilayah Riau Raya dan Semenanjung Malaysia.


Dicita-citakan oleh arsitektur modern abad ke-21,  Menara Bank Riau Kepri dirancang untuk memenuhi konsep modern yang dinamis, diadopsi dari bentuk atap tradisional Riau, atap Kajang, dan dihiasi dengan selembayung sehingga bentuk bangunan tetap mencerminkan simbol adat dan budaya melayu.



Bentuk bangunan ini terinspirasi oleh bentuk keris sebagai simbol KEUTUHAN, KEBENARAN, dan KEAGUNGAN bagi masyarakat Riau. Menara Dang Merdu didesain untuk menjadi satu kesatuan Landmark Kota Pekanbaru dan menjadi ikon kota yang baru.


                            


Tiga set berlayar diilhami dari latar belakang alam dan masyarakat Riau yang sangat dekat dengan kehidupan air, gabungan tiga massal bangunan dirancang sebagai wujud representasi dari ide dasar /cooperate identity /(logo Bank Riau Kepri) adalah tiga layar terkembang yang merupakan interpretasi dari simbol semangat Riau Raya yang luas.

                                

                     
Banking Hall Bank Riau Kepri
                            
Back Office Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri






Danau Zamrud  berada di Desa Zamrud, Kecamatan Siak Indrapura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau yang berjarak sekitar 200 kilometer dari ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru. Danau ini berada di hamparan ladang minyak bumi Coastal Plan Pekanbaru (CPP) Block yang dikelola pemerintah daerah Kabupaten Siak



Di sekitar Kawasan Zamrud ditemukan berbagai jenis satwa langka seperti ikan arwana emas (Schleropages formasus), ikan Balido, harimau sumatera (Pantheratigris sumatrensis), beruang merah (Helarctos malayanus), serta beraneka ragam jenis ular. Bahkan kicauan burung Serindit (Loriculus galgulus), yang menjadi ikon Provinsi Riau juga dapat ditemukan di kawasan ini. Uniknya lagi, pada saat sore hari ketika matahari mulai terbenam para penghuni kawasan Zamrud seperti burung elang, kera, dan harimau mulai menampakkan diri satu persatu. Kawasan danau zamrud didominasi oleh tumbuhan rawa seperti bengku, rengas dan pisang-pisang.



Desa Wisata Buluh cina adalah sebuah Desa yang berada di Kabupaten kampar, Desa ini berjarak sekitar 20km dari Kota Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau. Perjalanan ke Desa Buluhcina dapat dilakukan melalaui transportasi darat, dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun melalui transportasi angkutan umum, dari Kota Pekanbaru kita dapat menggunakan Bus Sarana Angkutan Umum (SAUM) atau yg lebih dikenal dengan Trans Metro Pekanbaru, dengan menggunakan Trans Metro Kita mengakhiri perjalanan di Perumahan PANDAU , kemudian di Perumahan PANDAU kita melanjutkan perjalanan menggunakan mikrolet atau yang biasa disebut dengan oplet menuju Taman Desa Wisata Buluhcina,dan biaya perjalanan menggunakan oplet ini Rp.10.000. 
PETA EKO WISATA RIMBO TUJUH DANAU BULUHCINA

Warga Desa Buluhcina memiliki kebudayaan kearifan lokal  untuk tidak merusak lingkungan dan hutan.  Di Desa Buluhcina terdapat Hutan Wisata Buluhcina. Hutan Wisata Buluhcina ini luasnya 1.000 hektare. Hutan ini sangat asri dan sangat alami dan sudah terpelihara semenjak ratusan tahun yang lalu, di hutan ini dapat kita jumpai flora dan fauna, seperti rotan, anggrek, monyet,burung,kupu-kupu,harimau dan juga pepohonan yang sangat besar dan tinggi, dikawasan hutan ini terdapat tujuh danau yaitu : Danau Pinang Luar, Danau Pinang Dalam, Danau Tanjung Putus, Danau Baru, Danau Tanjung Putus, Danau Lubuk Siam, Danau Atehutan, dan Danau Tatangah, masing-masing danau memiliki keunikan tersendiri.

HUTAN WISATA DESA BULUHCINA
SALAH SATU POHON BESAR YANG ADA DI HUTAN WISATA BULUHCINA
 

Hutan wisata Buluhcina awalnya berasal dari tanah dan lahan warga Desa Buluhcina yang mereka ikhlaskan untuk dijadikan kawasan hutan wisata alam tanpa diganti-rugi. 1500 penduduk Desa Buluhcina memberikan dengan ikhlas lahan yang mereka miliki tanpa kompensasi materi, mereka cuma mengharapkan bantuan berupa perbaikan dan peningkatan infrastruktur, pengembangan dan peningkatan ekonomi desa seperti pembedayaan pemuda dan masyarakat sekitar, namun sampai saat ini apa yang mereka harapkan belum dapat terwujud. Hutan Wisata Buluhcina ini dikelola oleh masyarakat dan adat secara bersama di bawah koordinasi ninik mamak Desa Buluhcina. dan LMB (Lembaga Musyawarah Besar) yang diketuai oleh Bapak Makmur Hendrik. 



RUMAH PENDUDUK DI SEKITAR HUTAN WISATA BULUHCINA

Desa wisata Buluhcina memiliki potensi wisata yang luar biasa, selain hutan wisata yang menjadi andalan utama, kawasan desa Buluhcina ini juga dapat menjadi pilihan yang terbaik untuk memancing dan menjala ikan, pemandangan yang indah dan alami di hutan buluhcina juga dapat dijadikan sebagai tempat hiking, kemah atau kemping. Masyarakat ataupun pemuda disini sangat welcome terhadap siapapun, mereka akan meyambut kedatangan siapapun dengan ramah, mereka membantu pengunjung sebagai pemandu wisata dan jika kita ingin menikmati kuliner mereka bersedia untuk memasakkan ikan baung yang segar yang langsung diambil dari sungai, asam pedas baung yang khas menjadi kuliner andalan dan juga ada embut rotan beserta belacan ala buluhcina. Selain itu juga di Desa Wisata Buluhcina juga sering diadakan lomba pacu sampan dan biasanya dilakukan pada saat menjelang Bulan Ramdahan dan pada saat setelah lebaran idhul fitri, dulunya tiap tahun ada agenda Pacu Sampan Piala Presiden di Desa Buluhcina,kini agenda pacu sampan Piala Presiden sudah tidak pernah diadakan lagi.

SAMPAN MILIK NELAYAN DESA BULUHCINA
TRANSPORTASI PENYEBERANGAN WARGA DESA BULUHCINA KE HUTAN WISATA BULUHCINA

Bagi siapapun yang ingin menikmati perjalanan keliling desa buluhcina , pemuda setempat bersedia mengantarkan anda berkeliling ria menikmati liburan dengan sampan ataupun pompong yang tentu cukup terjangkau dengan kantong anda. Anda berminat dapat menghubungi M. RALIS T atau biasa disapa dengan bang Toro di nomor telepone 081371559313
Kedondong adalah buah khas Kota Rengat, Kedondong di Rengat sangat mudah untuk kita jumpai, sehingga Rengat dapat dijuluki dengan Kota Kedondong. Dulu tepat di Kota Rengat terdapat monumen kedondong,kini monumen tersebut sudah tidak ada lagi.


Dodol Kedondong adalah makanan khas Kabupaten Indragiri Hulu Riau, makanan ini terbuat dari tepung beras ketan, gula pasir, kelapa dan buah kedondong. Warna dodol kedondong ini cokelat  kehitaman, aromanya harum, dan rasanya tidak terlalu manis dan juga tidak terlalu asam.

Selain di Kota Rengat dodol Kedondong ini dapat kita jumpai di Kusat jajanan dan oleh-oleh di Pekanbaru, Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru,Bandara Internasionla Soekarno Hatta, juga dapat ditemui pada pameran makanan tradisional. Harga Dodol ini perkotaknya berkisar antara Rp.15.000 hingga Rp.20.000. 




Kredit Photo :
Handalselaras